PALANGKA RAYA — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasca Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa alumni pelatihan yang telah diangkat menjadi Kepala Sekolah mampu menghadirkan transformasi nyata di satuan pendidikannya masing-masing.
.jpeg)
Pelaksanaan Monev ini mengacu pada instrumen penilaian terstruktur yang mencakup observasi bukti fisik, wawancara kepemimpinan, dan pengukuran dampak transformasi sekolah.
Fokus utama Monev Pasca Pelatihan BCKS ini meliputi tiga sasaran strategis:
Mengukur Dampak Pelatihan pada Mutu Pembelajaran
Melalui instrumen ini, evaluasi dilakukan pada 6 (enam) domain kepemimpinan, antara lain keteladanan kepribadian (termasuk pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat/7 KAIH), akuntabilitas tata kelola BOSP, pengambilan keputusan berbasis aset (Asset-Based Decision Making), pengembangan Komunitas Belajar (Kombel), hingga pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan Coaching alur TIRTA. Poin ini diukur langsung dari dampaknya terhadap peningkatan Rapor Pendidikan sekolah.
Menelaah Kendala Lapangan dan Manajemen Resistensi
Tim Monev menggali secara mendalam berbagai faktor keterbatasan, tantangan penyesuaian budaya kerja, hingga manajemen resistensi staf/guru yang dihadapi oleh Kepala Sekolah selama menjabat.
Pemberian Penguatan dan Catatan Pembinaan Lanjutan
Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, Pengawas/Asesor Monev memberikan rekomendasi pembinaan manajerial serta penguatan pada aspek-aspek yang masih membutuhkan akselerasi demi menjaga keberlanjutan mutu layanan pendidikan.

Melalui Monev berkelanjutan ini, BGTK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mengawal lahirnya kepala sekolah yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi penuh pada keberpihakan kepada murid.