Logo
  • Salamat Hasundau

    Balai Guru dan Tenaga Kependidikan
    Provinsi Kalimantan Tengah

    Mari bersama, kita tingkatkan kualitas guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Kalimantan Tengah

    Selengkapnya
  • Berita

    Gelar Monev Pasca Pelatihan BCKS, BGTK Kalteng Ukur Dampak Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah

    PALANGKA RAYA — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasca Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa alumni pelatihan yang telah diangkat menjadi Kepala Sekolah mampu menghadirkan transformasi nyata di satuan pendidikannya masing-masing.Pelaksanaan Monev ini mengacu pada instrumen penilaian terstruktur yang mencakup observasi bukti fisik, wawancara kepemimpinan, dan pengukuran dampak transformasi sekolah.Fokus utama Monev Pasca Pelatihan BCKS ini meliputi tiga sasaran strategis:Mengukur Dampak Pelatihan pada Mutu PembelajaranMelalui instrumen ini, evaluasi dilakukan pada 6 (enam) domain kepemimpinan, antara lain keteladanan kepribadian (termasuk pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat/7 KAIH), akuntabilitas tata kelola BOSP, pengambilan keputusan berbasis aset (Asset-Based Decision Making), pengembangan Komunitas Belajar (Kombel), hingga pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan Coaching alur TIRTA. Poin ini diukur langsung dari dampaknya terhadap peningkatan Rapor Pendidikan sekolah.Menelaah Kendala Lapangan dan Manajemen ResistensiTim Monev menggali secara mendalam berbagai faktor keterbatasan, tantangan penyesuaian budaya kerja, hingga manajemen resistensi staf/guru yang dihadapi oleh Kepala Sekolah selama menjabat.Pemberian Penguatan dan Catatan Pembinaan LanjutanSebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, Pengawas/Asesor Monev memberikan rekomendasi pembinaan manajerial serta penguatan pada aspek-aspek yang masih membutuhkan akselerasi demi menjaga keberlanjutan mutu layanan pendidikan.Melalui Monev berkelanjutan ini, BGTK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mengawal lahirnya kepala sekolah yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi penuh pada keberpihakan kepada murid.

    Selengkapnya
  • Berita

    PISA 2025: Nilai Literasi dan Sains Naik, Akses Pendidikan Melonjak 90 Persen

    Jakarta, 8 September 2026 — Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yang diikuti 91 negara/ekonomi dan melibatkan lebih dari 760 ribu murid sampel di seluruh dunia, dimana hal ini merupakan partisipasi terbesar sejak PISA pertama kali digelar tahun 2000. Hasil ini menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. “Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," jelas Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, dengan literasi sains, yang menjadi fokus utama asesmen tahun ini, sebagai capaian tertinggi. Skor sains naik 6 poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Skor membaca juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika berada di angka 364.Pencapaian ini semakin berarti bila melihat Coverage Index, yaitu proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal. Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, Coverage Index Indonesia baru 0,46. Pada PISA 2025, angka ini melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90. Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018.Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, mengapresiasi capaian Indonesia yang dinilai berhasil mengatasi tantangan yang masih dihadapi banyak negara yaitu memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas. Data OECD menunjukkan bahwa murid usia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat keingintahuan (curiosity) yang termasuk salah satu yang tertinggi, serta telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri. Murid Indonesia juga menunjukkan capaian yang lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan pada mata pelajaran yang lebih konvensional, dan lebih sering terlibat dalam pembelajaran menilai kredibilitas konten yang dihasilkan kecerdasan artifisial (AI) dibandingkan murid di banyak negara lain di dunia.Menindaklanjuti hasil PISA 2025, Kemendikdasmen menetapkan empat pilar strategi utama. Pertama, penguatan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital termasuk koding dan kecerdasan artifisial. Kedua, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan literasi-numerasi serta karakter murid. Ketiga, harmonisasi kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar pada kerangka PISA. Keempat, penguatan peran keluarga melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan penguatan kemitraan orang tua dalam pembelajaran mendalam.Sebagai penunjang, Kemendikdasmen menyediakan sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat diakses guru dan murid secara mandiri, di antaranya Perangkat Ajar Ruang GTK (guru.kemendikdasmen.go.id/perangkat-ajar), Ruang Murid (rumah.pendidikan.go.id/ruang/murid), serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik (pusmendik.kemendikdasmen.go.id.  Berbagai platform ini dirancang untuk memperkuat kemampuan bernalar, literasi digital, dan kemandirian belajar murid sejalan dengan kerangka asesmen PISA.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

    Selengkapnya
Logo



    Logo
    Logo

    Guru yang baik itu seperti lilin; ia menghabiskan dirinya sendiri untuk menerangi jalan bagi orang lain.

    - Mustafa Kemal Atatürk


    Maklumat


    Logo
    Logo

    50.279

    Guru

    7.138

    Sekolah

    592.295

    Peserta Didik

    15

    Dinas Pendidikan

    sumber: Dapodik
    Logo
    Logo

    Berita Terbaru


    Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

    Gelar Monev Pasca Pelatihan BCKS, BGTK Kalteng Ukur Dampak Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah

    PALANGKA RAYA — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasca Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa alumni pelatihan yang telah diangkat menjadi Kepala Sekolah mampu menghadirkan transformasi nyata di satuan pendidikannya masing-masing.Pelaksanaan Monev ini mengacu pada instrumen penilaian terstruktur yang mencakup observasi bukti fisik, wawancara kepemimpinan, dan pengukuran dampak transformasi sekolah.Fokus utama Monev Pasca Pelatihan BCKS ini meliputi tiga sasaran strategis:Mengukur Dampak Pelatihan pada Mutu PembelajaranMelalui instrumen ini, evaluasi dilakukan pada 6 (enam) domain kepemimpinan, antara lain keteladanan kepribadian (termasuk pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat/7 KAIH), akuntabilitas tata kelola BOSP, pengambilan keputusan berbasis aset (Asset-Based Decision Making), pengembangan Komunitas Belajar (Kombel), hingga pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan Coaching alur TIRTA. Poin ini diukur langsung dari dampaknya terhadap peningkatan Rapor Pendidikan sekolah.Menelaah Kendala Lapangan dan Manajemen ResistensiTim Monev menggali secara mendalam berbagai faktor keterbatasan, tantangan penyesuaian budaya kerja, hingga manajemen resistensi staf/guru yang dihadapi oleh Kepala Sekolah selama menjabat.Pemberian Penguatan dan Catatan Pembinaan LanjutanSebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, Pengawas/Asesor Monev memberikan rekomendasi pembinaan manajerial serta penguatan pada aspek-aspek yang masih membutuhkan akselerasi demi menjaga keberlanjutan mutu layanan pendidikan.Melalui Monev berkelanjutan ini, BGTK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mengawal lahirnya kepala sekolah yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi penuh pada keberpihakan kepada murid.

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    PISA 2025: Nilai Literasi dan Sains Naik, Akses Pendidikan Melonjak 90 Persen

    Jakarta, 8 September 2026 — Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yang diikuti 91 negara/ekonomi dan melibatkan lebih dari 760 ribu murid sampel di seluruh dunia, dimana hal ini merupakan partisipasi terbesar sejak PISA pertama kali digelar tahun 2000. Hasil ini menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. “Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," jelas Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, dengan literasi sains, yang menjadi fokus utama asesmen tahun ini, sebagai capaian tertinggi. Skor sains naik 6 poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Skor membaca juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika berada di angka 364.Pencapaian ini semakin berarti bila melihat Coverage Index, yaitu proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal. Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, Coverage Index Indonesia baru 0,46. Pada PISA 2025, angka ini melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90. Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018.Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, mengapresiasi capaian Indonesia yang dinilai berhasil mengatasi tantangan yang masih dihadapi banyak negara yaitu memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas. Data OECD menunjukkan bahwa murid usia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat keingintahuan (curiosity) yang termasuk salah satu yang tertinggi, serta telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri. Murid Indonesia juga menunjukkan capaian yang lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan pada mata pelajaran yang lebih konvensional, dan lebih sering terlibat dalam pembelajaran menilai kredibilitas konten yang dihasilkan kecerdasan artifisial (AI) dibandingkan murid di banyak negara lain di dunia.Menindaklanjuti hasil PISA 2025, Kemendikdasmen menetapkan empat pilar strategi utama. Pertama, penguatan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital termasuk koding dan kecerdasan artifisial. Kedua, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan literasi-numerasi serta karakter murid. Ketiga, harmonisasi kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar pada kerangka PISA. Keempat, penguatan peran keluarga melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan penguatan kemitraan orang tua dalam pembelajaran mendalam.Sebagai penunjang, Kemendikdasmen menyediakan sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat diakses guru dan murid secara mandiri, di antaranya Perangkat Ajar Ruang GTK (guru.kemendikdasmen.go.id/perangkat-ajar), Ruang Murid (rumah.pendidikan.go.id/ruang/murid), serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik (pusmendik.kemendikdasmen.go.id.  Berbagai platform ini dirancang untuk memperkuat kemampuan bernalar, literasi digital, dan kemandirian belajar murid sejalan dengan kerangka asesmen PISA.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    Kemendikdasmen Kembali Buka Program Beasiswa S1/D4 bagi Guru

    Jakarta, 7 September 2026 - Kesempatan guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik semakin terbuka. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1)/Diploma Empat (D-4) pada 2026 melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru.Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kemitraan ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia.Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menekankan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. “Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” ujar Nunuk.Ia menegaskan bahwa kesempatan memperoleh kualifikasi akademik harus terbuka bagi semua guru, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegasnya dalam kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9).Selain itu, Nunuk menjelaskan bahwa program dirancang agar guru tetap dapat menjalankan tugasnya di sekolah selama mengikuti perkuliahan. LPTK penyelenggara memberikan skema perkuliahan secara fleksibel sehingga guru dapat belajar tanpa meninggalkan sekolah dan murid-muridnya.Pada Gelombang 3 tahun 2026, sebanyak 45.660 guru mendaftar, dan 32.828 guru difasilitasi mengikuti program. Peserta terdiri atas 25.936 guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB. Dengan total 127 LPTK dimana sebanyak 35 LPTK yang baru bergabung turut bergotong royong mendukung pemenuhan kualifikasi akademik guru pada tahun ini.Nunuk mengatakan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan bentuk gotong royong untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas guru. “Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” katanya.Lebih jauh, pemenuhan kualifikasi S-1/D-4 ini sekaligus membuka jalan bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik. Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.Nunuk mengingatkan bahwa indikator keberhasilan program tidak sekadar bermuara pada lembar ijazah, melainkan pada peningkatan mutu pembelajaran yang dirasakan langsung oleh murid. “Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” pesannya.Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Dir. Guru PAUD dan PNF), Saiful Bari, mengapresiasi dukungan LPTK yang turut membuka akses peningkatan kualifikasi bagi para guru. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ungkap Saiful.Ia menambahkan bahwa peningkatan kualifikasi guru memiliki dampak yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima murid. “Berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4, dan sebagian besar berasal dari Guru PAUD dan SD. Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    Revitalisasi dan Digitalisasi, Mengubah Ruang Belajar dan Membuka Harapan Baru

    Jakarta, 6 September 2026 — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran tidak hanya menghadirkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh satuan pendidikan di berbagai daerah. Ruang belajar yang lebih nyaman, fasilitas yang semakin layak, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pada 2025 program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Pada tahun yang sama, pemerintah juga mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran.“Alhamdulillah tahun 2025 revitalisasi 16.167 satuan pendidikan berjalan dengan lancar, demikian pula distribusi IFP ke sekolah-sekolah. Budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan kebijakan Kemendikdasmen dalam rangka menumbuhkan iklim belajar yang humanis, inklusif, dan partisipatif. Dan program revitalisasi juga merupakan bagian dari fasilitas yang tidak terpisahkan dengan gerakan yang dicanangkan Bapak Presiden yaitu membangun budaya 'ASRI' (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ujar Mendikdasmen.Dampak program juga dirasakan di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, Deivy Regar, mengatakan revitalisasi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, sementara digitalisasi membuka akses dan pengalaman pembelajaran baru bagi peserta didik di wilayah 3T. Menurutnya, keberlanjutan digitalisasi perlu diiringi peningkatan kapasitas guru agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.“Program revitalisasi pendidikan ini sangat bermanfaat dan sangat terasa sekali untuk satuan pendidikan yang ada di kabupaten kami, program ini menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman untuk guru maupun peserta didik di sekolah kami, digitalisasi juga itu membawa dampak yang sangat baik, membawa suasana yang baru untuk anak-anak kami khususnya kami di daerah 3T. Dengan adanya bantuan digitalisasi ini membuat peserta didik kami lebih belajar dan membuka akses serta suasana baru dengan yang selama ini pembelajarannya bersifat konvensional, sekarang dengan adanya digitalisasi anak-anak kami bisa lebih mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi,” ujar Deivy.Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program revitalisasi dan digitalisasi menjadi harapan baru untuk meningkatkan pemerataan kualitas pembelajaran. “Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan ini adalah harapan baru bagi kita, khususnya anak-anak pedalaman di Kalimantan Tengah. Di mana dengan adanya program revitalisasi dan digitalisasi itu bisa menyamaratakan kualitas pembelajaran antara yang di kota, pedesaan, maupun pedalaman,” ujar Reza.Salah satu praktik yang dikembangkan adalah Kelas Digital Huma Betang untuk mengatasi keterbatasan guru melalui pembelajaran hibrida. Didukung konektivitas internet dan perangkat Starlink yang diberikan pemerintah provinsi, guru dapat mengajar peserta didik dari lokasi berbeda, termasuk untuk mata pelajaran yang sebelumnya kekurangan tenaga pengajar.Di Provinsi Banten, perubahan program revitalisasi terlihat dari kondisi fisik sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan atau belum memiliki ruang kelas yang memadai. Setelah mendapatkan revitalisasi, peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan kondusif. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan revitalisasi memberikan perubahan nyata bagi sejumlah sekolah di wilayahnya. Pemanfaatan IFP turut mendukung pembelajaran interaktif di sekolah-sekolah Banten, termasuk menghubungkan guru dengan peserta didik yang belajar dari rumah. “Provinsi Banten Alhamdulillah di tahun kemarin mendapatkan 110 sekolah penerima manfaat revitalisasi. Saya cukup bangga melihat sekolah-sekolah yang tadinya di daerah selatan seperti Lebak, Pandeglang, termasuk di kota juga, sekolah yang rusak, tidak punya RKB (Ruang Kelas Baru), sekarang anak-anak kita sekolah dengan nyaman dan kondusif. Pak Gubernur sangat mendukung terkait dengan program revitalisasi ini, bahkan didukung juga dengan kegiatan dari APBD Provinsi Banten,” ujar Jamaluddin.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Papua, Ertinus, mengatakan revitalisasi menjadi harapan bagi sekolah-sekolah di wilayahnya, terutama setelah daerah tersebut menghadapi konflik berkepanjangan. Menurut Ertinus, pengembangan digitalisasi di Intan Jaya masih menghadapi tantangan jaringan internet dan ketersediaan listrik. Karena itu, dukungan terhadap digitalisasi perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan agar teknologi yang diberikan dapat benar-benar digunakan oleh satuan pendidikan.Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah  Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    Resmi Dibuka, 56 Bakal Calon Kepala Sekolah Barito Utara Ikuti Pelatihan BCKS Angkatan 9 Tahun 2026

    PALANGKA RAYA, 4 September – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara resmi membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Sumber Dana APBD Angkatan 9 Kabupaten Barito Utara Tahun 2026. Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat di Hotel Luwansa, Palangka Raya, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Bapak Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si.Pelatihan luring (sinkronus) ini diikuti oleh 56 peserta Bakal Calon Kepala Sekolah yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Barito Utara. Kegiatan bertatap muka ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ke depan untuk membekali para calon pemimpin sekolah dengan kompetensi kepemimpinan dan manajerial yang solid.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Bapak Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si., memaparkan secara komprehensif terkait arah kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara di bidang pendidikan. Beliau menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai penggerak utama dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di daerah.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Penanggung Jawab Supervisi Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), Bapak Dr. Junaidin, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan arahan terkait kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya yang berkaitan dengan regulasi dan strategi Pelatihan BCKS secara nasional.Sebelum memasuki tahap pelatihan luring, sebanyak 56 peserta BCKS telah menyelesaikan tahap pembelajaran mandiri secara asinkronus melalui Learning Management System (LMS) selama 7 hari. Pada tahap awal tersebut, para peserta juga berpartisipasi dalam games pemaknaan awal untuk membangun dinamika kelompok dan pemahaman awal materi.Suasana pembukaan makin meriah dengan penyerahan bingkisan apresiasi kepada 3 orang peserta yang berhasil menjadi pemenang dalam games pemaknaan awal tersebut.Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan kebijakan yang telah didapat guna membawa transformasi positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Barito Utara.Tim Publikasi dan KomunikasiBalai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan TengahDirektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: bgtkkalteng.kemendikdasmen.go.id/Instagram: https://www.instagram.com/bgtkkalteng/Facebook: facebook.com/BalaiGurudanTenagaKependidikanKalimantanTengahYouTube: BGTKKALTENGPertanyaan dan Pengaduan: https://bgtkkalteng.kemendikdasmen.go.id/ult/

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak

    Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 — Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya.Cara pandang inilah yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) dengan pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan perubahan pola pikir menjadi kunci agar pembelajaran sains dapat hadir dekat dengan kehidupan anak. “Bangun mindset menentukan bagaimana kita melakukan sesuatu sehingga mindset kita ubah dengan science itu mudah. Semua orang bisa menjadi saintis dan murah, tidak harus membeli peralatan lab yang mahal. Bisa dari keseharian, di mana anak-anak menemukan banyak hal di sekitarnya, dan belajar sains itu menggembirakan, mindful dan meaningful,” ujarnya.Menurut Abdul Mu'ti, pendekatan tersebut perlu ditanamkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD), sejalan dengan gagasan wajib belajar 13 tahun dan pengenalan sains sejak taman kanak-kanak. “Mereka bisa tanya apa saja dan semuanya spontan sehingga sains bisa menggembirakan kalau rasa ingin tahu itu tidak kita batasi dan takut-takuti,” katanya.Ia mencontohkan, anak dapat diajak ke sawah untuk mengamati rumput, padi, katak, belalang, semut, serta berbagai hal yang ada di lingkungan nyata. Pengalaman langsung membantu anak memahami bahwa sains bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. “Sains tidak boleh menjauhkan dari lingkungan alam di mana mereka berada karena alam adalah tempat belajar,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada anak untuk mencipta dan bereksplorasi. “Kita dorong mereka mencipta. Pengalaman itu sangat penting untuk memancing rasa ingin tahu mereka.dalam suasana yang menggembirakan.”Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengungkapkan, “Kami menyadari, selama ini STEM diidentikkan sebagai bidang mahal dan sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran. Stigma ini menjadi salah satu alasan mendorong kami untuk merancang Program STEM secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penguatan kompetensi guru melalui pelatihan STEM yang mengusung prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful,” tutur Nunuk.Melalui pendekatan tersebut, Kemendikdasmen ingin STEM hadir sebagai cara berpikir dalam keseharian murid: mengamati persoalan, bertanya, mencari solusi, mencoba, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang bermakna. Guru menjadi penggerak utama agar pengalaman belajar tersebut tumbuh secara alami, menyenangkan, dan relevan dengan lingkungan anak.“Peluncuran ini bukan sebagai awal kegiatan, tetapi menjadi sebuah katalis dalam praktik pedagogis yang menghubungkan konsep lintas disiplin dengan konteks nyata sekaligus memfasilitasi praktik saintifik, enjinering, komunikasi ilmiah, dan kolaborasi,” lanjut Dirjen Nunuk. Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe menyampaikan rasa senangnya atas peluncuran STEM Nasional. Meski baru menyadari bahwa aktivitas mengajarnya selama ini merupakan bentuk penerapan STEM, peluncuran secara nasional membuatnya semakin yakin bahwa metode pembelajaran yang telah ia terapkan sudah tepat. “Alhamdulillah, memang sedikit banyak aktivitas pembelajaran selama ini ternyata sudah terkait dengan STEM. Anak-anak memang terlihat lebih bersemangat mengikuti pelajaran ketika diajak dalam suasana bermain. Seperti membuat bangun ruang menggunakan kardus, belajar numerasi sambil bernyanyi, dan lain-lain,” jelas Fitri. Sementara itu, Syafa`atun Ni`mah, guru RA Miftahul Huda 1 Dawe justru merasakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya saat anak-anak belajar dengan menerapkan STEM. “Tak jarang saya takjub dengan reaksi dan umpan balik yang diberikan anak-anak. Sebab, sering kali justru saya belajar dari mereka. Ruang interaksi antara guru dan murid, membuat saya belajar hal baru dan terpacu untuk menjadi pengajar yang lebih baik lagi untuk anak-anak,” ungkapnya. Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

    Logo

    Masukan


    Informasi yang anda sampaikan sangat berharga bagi kami

    Kritik & Saran

    Survey Kepuasan Pengunjung











    Logo

    Kontak Kami