Berita

Publikasi - Berita


Kembali ke Beranda
gelar-monev-pasca-pelatihan-bcks-bgtk-kalteng-ukur-dampak-transformasi-kepemimpinan-kepala-sekolah

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Gelar Monev Pasca Pelatihan BCKS, BGTK Kalteng Ukur Dampak Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah

PALANGKA RAYA — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasca Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa alumni pelatihan yang telah diangkat menjadi Kepala Sekolah mampu menghadirkan transformasi nyata di satuan pendidikannya masing-masing.Pelaksanaan Monev ini mengacu pada instrumen penilaian terstruktur yang mencakup observasi bukti fisik, wawancara kepemimpinan, dan pengukuran dampak transformasi sekolah.Fokus utama Monev Pasca Pelatihan BCKS ini meliputi tiga sasaran strategis:Mengukur Dampak Pelatihan pada Mutu PembelajaranMelalui instrumen ini, evaluasi dilakukan pada 6 (enam) domain kepemimpinan, antara lain keteladanan kepribadian (termasuk pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat/7 KAIH), akuntabilitas tata kelola BOSP, pengambilan keputusan berbasis aset (Asset-Based Decision Making), pengembangan Komunitas Belajar (Kombel), hingga pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan Coaching alur TIRTA. Poin ini diukur langsung dari dampaknya terhadap peningkatan Rapor Pendidikan sekolah.Menelaah Kendala Lapangan dan Manajemen ResistensiTim Monev menggali secara mendalam berbagai faktor keterbatasan, tantangan penyesuaian budaya kerja, hingga manajemen resistensi staf/guru yang dihadapi oleh Kepala Sekolah selama menjabat.Pemberian Penguatan dan Catatan Pembinaan LanjutanSebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, Pengawas/Asesor Monev memberikan rekomendasi pembinaan manajerial serta penguatan pada aspek-aspek yang masih membutuhkan akselerasi demi menjaga keberlanjutan mutu layanan pendidikan.Melalui Monev berkelanjutan ini, BGTK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mengawal lahirnya kepala sekolah yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi penuh pada keberpihakan kepada murid.

pisa-2025-nilai-literasi-dan-sains-naik-akses-pendidikan-melonjak-90-persen

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

PISA 2025: Nilai Literasi dan Sains Naik, Akses Pendidikan Melonjak 90 Persen

Jakarta, 8 September 2026 — Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yang diikuti 91 negara/ekonomi dan melibatkan lebih dari 760 ribu murid sampel di seluruh dunia, dimana hal ini merupakan partisipasi terbesar sejak PISA pertama kali digelar tahun 2000. Hasil ini menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. “Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," jelas Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, dengan literasi sains, yang menjadi fokus utama asesmen tahun ini, sebagai capaian tertinggi. Skor sains naik 6 poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Skor membaca juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika berada di angka 364.Pencapaian ini semakin berarti bila melihat Coverage Index, yaitu proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal. Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, Coverage Index Indonesia baru 0,46. Pada PISA 2025, angka ini melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90. Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018.Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, mengapresiasi capaian Indonesia yang dinilai berhasil mengatasi tantangan yang masih dihadapi banyak negara yaitu memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas. Data OECD menunjukkan bahwa murid usia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat keingintahuan (curiosity) yang termasuk salah satu yang tertinggi, serta telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri. Murid Indonesia juga menunjukkan capaian yang lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan pada mata pelajaran yang lebih konvensional, dan lebih sering terlibat dalam pembelajaran menilai kredibilitas konten yang dihasilkan kecerdasan artifisial (AI) dibandingkan murid di banyak negara lain di dunia.Menindaklanjuti hasil PISA 2025, Kemendikdasmen menetapkan empat pilar strategi utama. Pertama, penguatan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital termasuk koding dan kecerdasan artifisial. Kedua, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan literasi-numerasi serta karakter murid. Ketiga, harmonisasi kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar pada kerangka PISA. Keempat, penguatan peran keluarga melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan penguatan kemitraan orang tua dalam pembelajaran mendalam.Sebagai penunjang, Kemendikdasmen menyediakan sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat diakses guru dan murid secara mandiri, di antaranya Perangkat Ajar Ruang GTK (guru.kemendikdasmen.go.id/perangkat-ajar), Ruang Murid (rumah.pendidikan.go.id/ruang/murid), serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik (pusmendik.kemendikdasmen.go.id.  Berbagai platform ini dirancang untuk memperkuat kemampuan bernalar, literasi digital, dan kemandirian belajar murid sejalan dengan kerangka asesmen PISA.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

kemendikdasmen-kembali-buka-program-beasiswa-s1d4-bagi-guru

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Kemendikdasmen Kembali Buka Program Beasiswa S1/D4 bagi Guru

Jakarta, 7 September 2026 - Kesempatan guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik semakin terbuka. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1)/Diploma Empat (D-4) pada 2026 melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru.Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kemitraan ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia.Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menekankan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. “Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” ujar Nunuk.Ia menegaskan bahwa kesempatan memperoleh kualifikasi akademik harus terbuka bagi semua guru, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegasnya dalam kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9).Selain itu, Nunuk menjelaskan bahwa program dirancang agar guru tetap dapat menjalankan tugasnya di sekolah selama mengikuti perkuliahan. LPTK penyelenggara memberikan skema perkuliahan secara fleksibel sehingga guru dapat belajar tanpa meninggalkan sekolah dan murid-muridnya.Pada Gelombang 3 tahun 2026, sebanyak 45.660 guru mendaftar, dan 32.828 guru difasilitasi mengikuti program. Peserta terdiri atas 25.936 guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB. Dengan total 127 LPTK dimana sebanyak 35 LPTK yang baru bergabung turut bergotong royong mendukung pemenuhan kualifikasi akademik guru pada tahun ini.Nunuk mengatakan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan bentuk gotong royong untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas guru. “Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” katanya.Lebih jauh, pemenuhan kualifikasi S-1/D-4 ini sekaligus membuka jalan bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik. Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.Nunuk mengingatkan bahwa indikator keberhasilan program tidak sekadar bermuara pada lembar ijazah, melainkan pada peningkatan mutu pembelajaran yang dirasakan langsung oleh murid. “Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” pesannya.Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Dir. Guru PAUD dan PNF), Saiful Bari, mengapresiasi dukungan LPTK yang turut membuka akses peningkatan kualifikasi bagi para guru. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ungkap Saiful.Ia menambahkan bahwa peningkatan kualifikasi guru memiliki dampak yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima murid. “Berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4, dan sebagian besar berasal dari Guru PAUD dan SD. Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

revitalisasi-dan-digitalisasi-mengubah-ruang-belajar-dan-membuka-harapan-baru

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Revitalisasi dan Digitalisasi, Mengubah Ruang Belajar dan Membuka Harapan Baru

Jakarta, 6 September 2026 — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran tidak hanya menghadirkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh satuan pendidikan di berbagai daerah. Ruang belajar yang lebih nyaman, fasilitas yang semakin layak, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pada 2025 program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Pada tahun yang sama, pemerintah juga mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran.“Alhamdulillah tahun 2025 revitalisasi 16.167 satuan pendidikan berjalan dengan lancar, demikian pula distribusi IFP ke sekolah-sekolah. Budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan kebijakan Kemendikdasmen dalam rangka menumbuhkan iklim belajar yang humanis, inklusif, dan partisipatif. Dan program revitalisasi juga merupakan bagian dari fasilitas yang tidak terpisahkan dengan gerakan yang dicanangkan Bapak Presiden yaitu membangun budaya 'ASRI' (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ujar Mendikdasmen.Dampak program juga dirasakan di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, Deivy Regar, mengatakan revitalisasi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, sementara digitalisasi membuka akses dan pengalaman pembelajaran baru bagi peserta didik di wilayah 3T. Menurutnya, keberlanjutan digitalisasi perlu diiringi peningkatan kapasitas guru agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.“Program revitalisasi pendidikan ini sangat bermanfaat dan sangat terasa sekali untuk satuan pendidikan yang ada di kabupaten kami, program ini menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman untuk guru maupun peserta didik di sekolah kami, digitalisasi juga itu membawa dampak yang sangat baik, membawa suasana yang baru untuk anak-anak kami khususnya kami di daerah 3T. Dengan adanya bantuan digitalisasi ini membuat peserta didik kami lebih belajar dan membuka akses serta suasana baru dengan yang selama ini pembelajarannya bersifat konvensional, sekarang dengan adanya digitalisasi anak-anak kami bisa lebih mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi,” ujar Deivy.Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program revitalisasi dan digitalisasi menjadi harapan baru untuk meningkatkan pemerataan kualitas pembelajaran. “Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan ini adalah harapan baru bagi kita, khususnya anak-anak pedalaman di Kalimantan Tengah. Di mana dengan adanya program revitalisasi dan digitalisasi itu bisa menyamaratakan kualitas pembelajaran antara yang di kota, pedesaan, maupun pedalaman,” ujar Reza.Salah satu praktik yang dikembangkan adalah Kelas Digital Huma Betang untuk mengatasi keterbatasan guru melalui pembelajaran hibrida. Didukung konektivitas internet dan perangkat Starlink yang diberikan pemerintah provinsi, guru dapat mengajar peserta didik dari lokasi berbeda, termasuk untuk mata pelajaran yang sebelumnya kekurangan tenaga pengajar.Di Provinsi Banten, perubahan program revitalisasi terlihat dari kondisi fisik sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan atau belum memiliki ruang kelas yang memadai. Setelah mendapatkan revitalisasi, peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan kondusif. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan revitalisasi memberikan perubahan nyata bagi sejumlah sekolah di wilayahnya. Pemanfaatan IFP turut mendukung pembelajaran interaktif di sekolah-sekolah Banten, termasuk menghubungkan guru dengan peserta didik yang belajar dari rumah. “Provinsi Banten Alhamdulillah di tahun kemarin mendapatkan 110 sekolah penerima manfaat revitalisasi. Saya cukup bangga melihat sekolah-sekolah yang tadinya di daerah selatan seperti Lebak, Pandeglang, termasuk di kota juga, sekolah yang rusak, tidak punya RKB (Ruang Kelas Baru), sekarang anak-anak kita sekolah dengan nyaman dan kondusif. Pak Gubernur sangat mendukung terkait dengan program revitalisasi ini, bahkan didukung juga dengan kegiatan dari APBD Provinsi Banten,” ujar Jamaluddin.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Papua, Ertinus, mengatakan revitalisasi menjadi harapan bagi sekolah-sekolah di wilayahnya, terutama setelah daerah tersebut menghadapi konflik berkepanjangan. Menurut Ertinus, pengembangan digitalisasi di Intan Jaya masih menghadapi tantangan jaringan internet dan ketersediaan listrik. Karena itu, dukungan terhadap digitalisasi perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan agar teknologi yang diberikan dapat benar-benar digunakan oleh satuan pendidikan.Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah  Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

resmi-dibuka-56-bakal-calon-kepala-sekolah-barito-utara-ikuti-pelatihan-bcks-angkatan-9-tahun-2026

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Resmi Dibuka, 56 Bakal Calon Kepala Sekolah Barito Utara Ikuti Pelatihan BCKS Angkatan 9 Tahun 2026

PALANGKA RAYA, 4 September – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara resmi membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Sumber Dana APBD Angkatan 9 Kabupaten Barito Utara Tahun 2026. Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat di Hotel Luwansa, Palangka Raya, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Bapak Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si.Pelatihan luring (sinkronus) ini diikuti oleh 56 peserta Bakal Calon Kepala Sekolah yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Barito Utara. Kegiatan bertatap muka ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ke depan untuk membekali para calon pemimpin sekolah dengan kompetensi kepemimpinan dan manajerial yang solid.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Bapak Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si., memaparkan secara komprehensif terkait arah kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara di bidang pendidikan. Beliau menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai penggerak utama dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di daerah.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Penanggung Jawab Supervisi Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), Bapak Dr. Junaidin, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan arahan terkait kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya yang berkaitan dengan regulasi dan strategi Pelatihan BCKS secara nasional.Sebelum memasuki tahap pelatihan luring, sebanyak 56 peserta BCKS telah menyelesaikan tahap pembelajaran mandiri secara asinkronus melalui Learning Management System (LMS) selama 7 hari. Pada tahap awal tersebut, para peserta juga berpartisipasi dalam games pemaknaan awal untuk membangun dinamika kelompok dan pemahaman awal materi.Suasana pembukaan makin meriah dengan penyerahan bingkisan apresiasi kepada 3 orang peserta yang berhasil menjadi pemenang dalam games pemaknaan awal tersebut.Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan kebijakan yang telah didapat guna membawa transformasi positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Barito Utara.Tim Publikasi dan KomunikasiBalai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan TengahDirektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: bgtkkalteng.kemendikdasmen.go.id/Instagram: https://www.instagram.com/bgtkkalteng/Facebook: facebook.com/BalaiGurudanTenagaKependidikanKalimantanTengahYouTube: BGTKKALTENGPertanyaan dan Pengaduan: https://bgtkkalteng.kemendikdasmen.go.id/ult/

formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak

Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 — Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya.Cara pandang inilah yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) dengan pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan perubahan pola pikir menjadi kunci agar pembelajaran sains dapat hadir dekat dengan kehidupan anak. “Bangun mindset menentukan bagaimana kita melakukan sesuatu sehingga mindset kita ubah dengan science itu mudah. Semua orang bisa menjadi saintis dan murah, tidak harus membeli peralatan lab yang mahal. Bisa dari keseharian, di mana anak-anak menemukan banyak hal di sekitarnya, dan belajar sains itu menggembirakan, mindful dan meaningful,” ujarnya.Menurut Abdul Mu'ti, pendekatan tersebut perlu ditanamkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD), sejalan dengan gagasan wajib belajar 13 tahun dan pengenalan sains sejak taman kanak-kanak. “Mereka bisa tanya apa saja dan semuanya spontan sehingga sains bisa menggembirakan kalau rasa ingin tahu itu tidak kita batasi dan takut-takuti,” katanya.Ia mencontohkan, anak dapat diajak ke sawah untuk mengamati rumput, padi, katak, belalang, semut, serta berbagai hal yang ada di lingkungan nyata. Pengalaman langsung membantu anak memahami bahwa sains bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. “Sains tidak boleh menjauhkan dari lingkungan alam di mana mereka berada karena alam adalah tempat belajar,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada anak untuk mencipta dan bereksplorasi. “Kita dorong mereka mencipta. Pengalaman itu sangat penting untuk memancing rasa ingin tahu mereka.dalam suasana yang menggembirakan.”Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengungkapkan, “Kami menyadari, selama ini STEM diidentikkan sebagai bidang mahal dan sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran. Stigma ini menjadi salah satu alasan mendorong kami untuk merancang Program STEM secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penguatan kompetensi guru melalui pelatihan STEM yang mengusung prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful,” tutur Nunuk.Melalui pendekatan tersebut, Kemendikdasmen ingin STEM hadir sebagai cara berpikir dalam keseharian murid: mengamati persoalan, bertanya, mencari solusi, mencoba, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang bermakna. Guru menjadi penggerak utama agar pengalaman belajar tersebut tumbuh secara alami, menyenangkan, dan relevan dengan lingkungan anak.“Peluncuran ini bukan sebagai awal kegiatan, tetapi menjadi sebuah katalis dalam praktik pedagogis yang menghubungkan konsep lintas disiplin dengan konteks nyata sekaligus memfasilitasi praktik saintifik, enjinering, komunikasi ilmiah, dan kolaborasi,” lanjut Dirjen Nunuk. Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe menyampaikan rasa senangnya atas peluncuran STEM Nasional. Meski baru menyadari bahwa aktivitas mengajarnya selama ini merupakan bentuk penerapan STEM, peluncuran secara nasional membuatnya semakin yakin bahwa metode pembelajaran yang telah ia terapkan sudah tepat. “Alhamdulillah, memang sedikit banyak aktivitas pembelajaran selama ini ternyata sudah terkait dengan STEM. Anak-anak memang terlihat lebih bersemangat mengikuti pelajaran ketika diajak dalam suasana bermain. Seperti membuat bangun ruang menggunakan kardus, belajar numerasi sambil bernyanyi, dan lain-lain,” jelas Fitri. Sementara itu, Syafa`atun Ni`mah, guru RA Miftahul Huda 1 Dawe justru merasakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya saat anak-anak belajar dengan menerapkan STEM. “Tak jarang saya takjub dengan reaksi dan umpan balik yang diberikan anak-anak. Sebab, sering kali justru saya belajar dari mereka. Ruang interaksi antara guru dan murid, membuat saya belajar hal baru dan terpacu untuk menjadi pengajar yang lebih baik lagi untuk anak-anak,” ungkapnya. Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

bgtk-provinsi-kalimantan-tengah-perkuat-peran-pendidik-melalui-diseminasi-peningkatan-kompetensi-bimbingan-dan-konseling-di-10-kabupatenkota

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

BGTK Provinsi Kalimantan Tengah Perkuat Peran Pendidik Melalui Diseminasi Peningkatan Kompetensi Bimbingan dan Konseling di 10 Kabupaten/Kota

Palangka Raya, 2 September 2026 — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah resmi menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling. Program yang dirancang untuk memperkuat iklim pendidikan berkarakter ini dilaksanakan secara serentak di 10 kabupaten/kota, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Pulang Pisau, Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Lamandau. Pelatihan ini menggunakan pola Blended Training yang memadukan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) sebanyak 10 Jam Pelajaran (JP) dan pembelajaran tatap muka (luring) bersama Fasilitator Daerah sebanyak 14 JP. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas sekaligus pendalaman materi yang efektif bagi para peserta.Sasaran program mencakup berbagai unsur pendidik lintas jenjang, mulai dari Guru Kelas SD, Guru Wali, Guru Mata Pelajaran, hingga Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di jenjang SMP, SMA, SMK, dan SLB. Pelibatan lintas jenjang ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman bahwa layanan bimbingan dan konseling merupakan tanggung jawab bersama dalam mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. Fokus utama diseminasi ini terletak pada penguasaan materi "7 Jurus BK Hebat", yaitu pendekatan holistik dan praktis yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memfasilitasi perkembangan akademik, personal, dan emosional siswa: Kenali Potensi (Asesmen Minat dan Bakat): Membekali guru dengan pemahaman instrumen pemetaan minat, bakat, dan kecerdasan majemuk agar mampu mengarahkan peserta didik sesuai karakteristik serta potensi terbesarnya. Kelola Emosi (Pembelajaran Sosial-Emosional / SEL): Mengelaborasi teknik pendampingan agar siswa mampu mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi secara sehat serta bijak dalam menghadapi berbagai tekanan. Tumbuhkan Resiliensi (Daya Lenting): Melatih guru untuk membangun growth mindset (pikir tumbuh) dan ketangguhan peserta didik agar tidak mudah menyerah serta mampu bangkit dari kesulitan atau kegagalan. Jaga Konsistensi (Kebiasaan Berkesadaran / Mindfulness): Mendorong pembiasaan karakter positif melalui pendekatan disiplin positif dan latihan kesadaran diri yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Jalin Koneksi (Komunikasi Empatik): Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal yang berorientasi pada empati dan keterbukaan tanpa menghakimi, sehingga terbangun hubungan yang erat dan saling percaya antara guru dan siswa. Bangun Kolaborasi (Kerja Sama Multipihak): Mengoptimalkan sinergi antara guru BK, guru mata pelajaran/kelas, orang tua, dan komunitas ekosistem sekolah dalam mendukung tumbuh kembang siswa secara terpadu. Menata Situasi (Lingkungan Belajar Aman dan Menggembirakan): Mendorong terciptanya iklim lingkungan sekolah yang aman secara fisik maupun psikologis, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.Tujuan dan Target Capaian ProgramPeningkatan Kompetensi: Mengasah pengetahuan, membentuk sikap empati, dan meningkatkan keterampilan teknis guru dalam menerapkan 7 Jurus BK Hebat di sekolah.Inspirasi Praktik Baik: Mendorong penerapannya di ruang kelas berdasarkan best practices yang dibagikan oleh Fasilitator Nasional dan Fasilitator Daerah.Penguatan Komunitas Belajar: Membangun jejaring komunitas guru yang solid sebagai wadah kolaborasi dan kolaboratif berkelanjutan dalam mengimplementasikan 7 Jurus BK Hebat.Penyelenggaraan diseminasi ini diharapkan menjadi pendorong utama terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental serta tumbuh kembang peserta didik di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.Tim Publikasi dan KomunikasiBalai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan TengahDirektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: bgtkkalteng.kemendikdasmen.go.id/Instagram: https://www.instagram.com/bgtkkalteng/Facebook: facebook.com/BalaiGurudanTenagaKependidikanKalimantanTengahYouTube: BGTKKALTENGPertanyaan dan Pengaduan: https://bgtkkalteng.kemendikdasmen.go.id/ult/#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

kemendikdasmen-imbau-satuan-pendidikan-terdampak-bencana-jalankan-roda-pendidikan-merujuk-regulasi

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Kemendikdasmen Imbau Satuan Pendidikan Terdampak Bencana Jalankan Roda Pendidikan Merujuk Regulasi

Jakarta, 30 Agustus 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan pendidikan dan pembelajaran dapat berlangsung bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana, dengan mengutamakan keselamatan murid, pendidik, dan tenaga kependidikan.Kemendikdasmen telah menerbitkan regulasi dan kebijakan yang menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan dalam situasi bencana, mulai dari Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 6 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program SPAB, Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana, hingga Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan untuk Satuan Pendidikan Tahun 2026.Berbagai regulasi dan panduan tersebut memberikan acuan bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memastikan keselamatan warga sekolah sekaligus menjaga keberlangsungan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan satuan pendidikan perlu memastikan ketentuan tersebut diketahui dan dipahami oleh seluruh pihak terkait. “Regulasi dan panduan mengenai penyelenggaraan pendidikan dalam situasi bencana telah tersedia. Kami mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memanfaatkan dan mengimplementasikannya sesuai kondisi di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan pemenuhan hak belajar murid,” ujar Toni di Jakarta, Jumat (28/8).Seluruh regulasi dan panduan tersebut dapat diakses oleh pemerintah daerah dan satuan pendidikan melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kemendikdasmen serta dapat juga diakses melalui tautan bkpdm.kemendikdasmen.go.id/TangguhBencana. Dengan akses informasi yang mudah, satuan pendidikan memiliki rujukan yang jelas dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

capaian-pendidikan-meningkat-kemendikdasmen-lanjutkan-transformasi-pendidikan-2027

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Capaian Pendidikan Meningkat, Kemendikdasmen Lanjutkan Transformasi Pendidikan 2027

Jakarta, 31 Agustus 2026 — Perbaikan layanan pendidikan menunjukkan perkembangan positif. Transisi PAUD ke SD meningkat, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–18 tahun bertambah, serapan kerja lulusan vokasi menguat, dan tata kelola kementerian semakin baik. Capaian tersebut menjadi pijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melanjutkan transformasi pendidikan pada 2027.Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perencanaan pendidikan 2027 merupakan kelanjutan dari berbagai upaya yang telah berjalan sekaligus penguatan intervensi pada bidang yang berdampak langsung terhadap peserta didik, guru, dan satuan pendidikan.“Kami juga mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dari pimpinan Komisi X beserta seluruh anggota sehingga kebijakan dan program yang kami laksanakan selama ini dapat berjalan dengan optimal, dan Alhamdulillah hasilnya juga sudah dirasakan oleh Masyarakat,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (31/8).Dalam paparannya, Mendikdasmen menjelaskan sejumlah indikator kinerja sasaran strategis Kemendikdasmen tahun 2025 yang memperlihatkan perkembangan positif. Pada aspek kesiapan dan akses pendidikan, capaian transisi PAUD ke SD meningkat menjadi 66,15 persen, dari 63,81 persen pada 2024. APS usia 7–18 tahun juga naik menjadi 93,13 persen, dari 92,37 persen. Indeks Kualitas Lingkungan Belajar PAUD turut meningkat menjadi 65,15.Pada aspek kualitas pembelajaran, ketercapaian standar literasi mencapai 67,94 persen, sedangkan numerasi mencapai 62,53 persen. Sementara itu, indeks karakter, iklim keamanan, inklusivitas, dan kebinekaan kategori baik tercatat sebesar 42,66 persen.Perkembangan positif juga terlihat pada pendidikan vokasi. Serapan kerja lulusan yang bekerja kurang dari satu tahun meningkat menjadi 74,60 persen, dari sebelumnya 71,83 persen. Di sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Kemendikdasmen meningkat menjadi 92,34, dari 89,10 pada tahun sebelumnya.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Denny Cagur turut memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut, terutama peningkatan angka partisipasi sekolah dan serapan kerja lulusan pendidikan vokasi.“Kami memberikan apresiasi terkait angka partisipasi sekolah yang di paparan disampaikan mencapai angka partisipasi sekolah usia 7-18 tahun meningkat itu merupakan upaya pemerataan akses di Indonesia, kemudian apresiasi transformasi tingkat serapan kerja lulusan vokasi yang mencapai 74,60% dalam waktu kurang dari satu tahun,” ujar Denny Cagur.Transformasi Pendidikan Berlanjut pada 2027 Untuk melanjutkan berbagai capaian tersebut, Kemendikdasmen memperoleh Pagu Anggaran TA 2027 sebesar Rp61,10 triliun. Angka ini meningkat Rp2,86 triliun dibandingkan Pagu Indikatif TA 2027 sebesar Rp58,24 triliun. Dari total pagu tersebut, Rp55,5 triliun difokuskan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Alokasi ini diarahkan pada sejumlah program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan satuan pendidikan, peserta didik, dan guru.Rinciannya meliputi Rp9,28 triliun untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan, Rp5 triliun untuk inisiatif awal menuju terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, Rp250 miliar untuk bantuan perlengkapan sekolah, Rp7,21 triliun untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, dan Rp5,83 triliun untuk Digitalisasi Pembelajaran.Dukungan terhadap guru dan peserta didik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program 2027. Kemendikdasmen mengalokasikan Rp14,09 triliun untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, Rp13,79 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP), serta Rp40 miliar untuk Studio Guru.Mendikdasmen menyampaikan bahwa seluruh arah kebijakan tersebut merupakan bagian dari visi Kemendikdasmen. “Terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua dengan dukungan partisipasi semesta dalam rangka mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.Mendikdasmen Abdul Mu'ti memandang keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Komisi X DPR RI menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebijakan dan program pendidikan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.“Kami menyampaikan apresiasi atas komitmen bapak dan ibu pimpinan beserta anggota Komisi X DPR RI dalam mendorong peningkatan pembangunan pendidikan secara keberlanjutan. Sehingga, kami berharap semua anak Indonesia mampu memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, relevan, serta membentuk jati diri bangsa yang kuat dan berdasar nilai luhur,” pungkas Mendikdasmen.Dengan capaian pendidikan yang terus meningkat dan berbagai program yang disiapkan untuk 2027, Kemendikdasmen melanjutkan transformasi melalui perluasan akses, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan dukungan bagi guru dan peserta didik, serta pemerataan layanan pendidikan. Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:  facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

siswa-tokyo-belajar-dari-dunia-nyata-kemendikdasmen-kenalkan-stem-sebagai-pendekatan-pembelajaran

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Siswa Tokyo Belajar dari Dunia Nyata, Kemendikdasmen Kenalkan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran

Jakarta, 28 Agustus 2026 — Belajar tentang lingkungan, industri, budaya, hingga persoalan nyata tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Pengalaman itulah yang diperoleh 28 siswa dari Tokyo, Jepang, saat mengikuti student exchange visit di Indonesia pada 24–28 Agustus 2026. Melalui kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Tokyo Metropolitan Board of Education (TMBoE), para siswa dapat mengenal proses pembelajaran yang terhubung dengan kehidupan nyata melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) di Indonesia.Program student exchange visit merupakan kerja sama Kemendikdasmen dan TMBoE yang telah berlangsung sejak 2023. Program ini dilaksanakan dalam dua skema, yakni outbound berupa kunjungan siswa Tokyo ke Indonesia dan inbound berupa kunjungan siswa Indonesia ke Tokyo.Selain mempererat persahabatan kedua negara melalui pendidikan, program tersebut berfokus pada career education, pertukaran pelajar, serta pengalaman lintas budaya bagi siswa jenjang menengah atas Indonesia dan Jepang.Delegasi TMBoE yang berkunjung ke Jakarta terdiri atas 28 siswa dan sembilan guru dari tujuh sekolah menengah atas di Tokyo serta tiga staf TMBoE. Ketujuh sekolah tersebut yakni Honjo High School, Takashima High School, Ogawa High School, Hino High School, Minamidaira High School, Fuchu Nishi High School, dan Higashimurayama Nishi.Selama di Indonesia, para siswa mengikuti beragam kegiatan yang mempertemukan mereka dengan lingkungan pendidikan, dunia kerja, dan kebudayaan. Mereka mengunjungi SMK Mitra Industri, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Masjid Istiqlal, Museum Batik, Museum Wayang, Universitas Indonesia, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, SMA Negeri 6 Jakarta, SMK Telkom, serta kantor Kemendikdasmen.Suasana kunjungan ke Kemendikdasmen berlangsung semakin hangat ketika Maila Dinia Husni Rahiem, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, memperkenalkan STEM kepada para siswa Tokyo dengan cara yang dekat dan menyenangkan.Alih-alih hanya menjelaskan STEM secara teori, Maila mengajak para siswa mengenal Indonesia melalui berbagai hewan khas Nusantara yang menjadi bagian dari materi STEM, seperti kuskus pohon, penyu, ikan Napoleon, komodo, tarsius, hingga burung maleo. Pengenalan tersebut sekaligus menjadi perjalanan untuk mengenal kekayaan alam Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan interaktif.Suasana semakin cair ketika para siswa diajak mengenakan topi dengan bentuk atau karakter hewan-hewan Indonesia. Ada yang mengenakan karakter kuskus pohon, tarsius, komodo, penyu, hingga hewan lainnya. Aktivitas tersebut membuat pengenalan STEM terasa lebih menyenangkan sekaligus menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan kekayaan fauna Indonesia kepada para siswa Jepang.“STEM seharusnya mudah, terjangkau, menyenangkan, penuh kesadaran, dan bermakna,” ujar Maila di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta pada Jumat(28/8).Maila menjelaskan bahwa STEM di Indonesia tidak diposisikan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan sebagai pendekatan dalam berpikir, mengajar, dan belajar. Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan nyata, mulai dari masalah lingkungan, sosial, hingga persoalan kontekstual yang dekat dengan kehidupan mereka.Pendekatan STEM juga selaras dengan penerapan Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan pembelajaran nasional. Pembelajaran mendalam diarahkan agar siswa belajar secara menyenangkan, penuh kesadaran, dan bermakna, dengan STEM menjadi salah satu pedagogi praktis dalam penerapannya di kelas.Pertukaran Pelajar Sejalan dengan 7 KAIH Perkuat Karakter Bermasyarakat Sementara itu, Koda Kyoko, perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, menyampaikan apresiasi terhadap program pertukaran yang memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan Jepang untuk belajar sekaligus membangun persahabatan.“Program pertukaran ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda Jepang dan Indonesia untuk belajar dan mengembangkan persahabatan. Persahabatan yang dibangun atas dasar saling memahami akan memperkaya kehidupan mereka di masa depan,” ujar Koda.Senada dengan hal tersebut, Matsunaga Takeshi, Director of the International Education Planning Section, Tokyo Metropolitan Board of Education (TMBoE), menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan kunjungan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar dari kekayaan budaya, capaian pendidikan, dan kehidupan masyarakat Indonesia.“Program ini memberikan lebih dari kesempatan untuk berwisata atau mendapatkan pengalaman budaya. Program ini memungkinkan para siswa memperdalam pemahaman satu sama lain, menghargai nilai-nilai yang kita miliki sebagai bagian dari masyarakat internasional, serta membangun persahabatan yang akan terus berlanjut setelah kunjungan ini berakhir,” ujar Matsunaga.“Pertukaran pendidikan memainkan peran penting dalam memperkuat saling pengertian antara kedua negara. Dukungan yang diberikan Kementerian telah menciptakan kesempatan berharga bagi generasi muda Jepang dan Indonesia untuk belajar bersama, saling menginspirasi, dan memperluas perspektif mereka,” tambah Matsunaga.Kemendikdasmen dan TMBoE berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai jembatan untuk memperluas pengalaman dan membangun pemahaman antargenerasi muda. Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:  facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah