Berita

Publikasi - Berita


Kembali ke Beranda
jepang-tertarik-inovasi-taman-numerasi-di-indonesia

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia

Jakarta, 25 Februari 2026 – Indonesia secara aktif mengadopsi pembelajaran berpusat pada murid (Student Based Learning/SBL) dari Jepang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam prosesnya Indonesia memiliki salah satu inovasi terbaru yang mendukung pembelajaran berbasis murid yaitu "Taman Numerasi". Taman Numerasi digunakan sebagai area belajar menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif. Taman ini bertujuan untuk menghubungkan pembelajaran numerasi dengan kehidupan nyata, mendorong minat, meningkatkan keterampilan numerasi, serta pemikiran logis, kritis, dan kreatif. Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional, yang bertujuan memperkuat sumber daya manusia Indonesia di bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Pendidikan.Kemendikdasmen terus mendorong penguatan Gerakan Numerasi di satuan pendidikan sebagai bagian dari transformasi pembelajaran. Sejalan dengan upaya tersebut, SDN 04 Meruya Selatan menghadirkan inovasi pembelajaran bertajuk INTAN (Inovasi Taman Numerasi) sebagai langkah strategis membangun budaya numerasi yang menyenangkan, kontekstual, dan berkelanjutan bagi peserta didik.Berlokasi di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Taman Numerasi INTAN dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang memfasilitasi siswa memahami konsep matematika melalui media konkret, permainan edukatif, serta aktivitas berbasis proyek. Pendekatan ini mendorong siswa tidak hanya terampil berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam memecahkan persoalan sehari-hari.Melalui INTAN, sekolah menghadirkan beragam sudut numerasi yang dilengkapi alat peraga, papan interaktif, media visual, serta tantangan numerik sesuai jenjang kelas. Suasana belajar dikemas secara terbuka dan kolaboratif, sehingga siswa dapat belajar sambil bermain dalam lingkungan yang inspiratif.Upaya tersebut disampaikan oleh Kepala SDN 04 Meruya Selatan, Tri Susilawati, menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. “Kami ingin numerasi menjadi budaya, bukan sekadar materi pelajaran. Melalui Taman Numerasi INTAN, siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna. Harapannya, mereka tidak lagi merasa takut dengan matematika, tetapi justru tertantang untuk mengeksplorasi,” ujarnya.Senada dengan hal tersebut, salah satu guru, Komala Sari, menambahkan bahwa INTAN dirancang agar siswa belajar secara aktif dan kontekstual. “Kami menghadirkan media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan begitu, mereka memahami bahwa numerasi hadir di sekitar mereka. Anak-anak menjadi lebih percaya diri saat menyelesaikan tantangan numerik karena belajar sambil bermain,” jelasnya.Sementara itu, guru lainnya, Rindy Afrizal, turut mengapresiasi implementasi Taman Numerasi sebagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. “Inovasi seperti INTAN menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari sekolah. Ketika guru kreatif dan sekolah memberikan ruang eksplorasi, siswa akan tumbuh menjadi pembelajar yang aktif dan adaptif. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang membangun pola pikir,” ungkapnya.Taman Numerasi ini menawarkan keunggulan unik bagi Indonesia dengan menghadirkan lingkungan fisik yang dirancang secara khusus untuk mendukung pembelajaran mendalam terintegrasi dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Berbeda dengan praktik di Jepang yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan mendorong eksperimen secara kontekstual, Taman Numerasi di Indonesia hadir sebagai pendekatan yang lebih terstruktur, dengan ruang belajar interaktif yang secara eksplisit berfokus pada penguatan numerasi secara luas. Melalui konsep ini, murid tidak hanya mempelajari fakta, tetapi juga menerapkan pengetahuan ilmiah untuk memecahkan persoalan nyata, sejalan dengan semangat pembelajaran berpusat pada murid sebagaimana berkembang di Jepang.Konsep tersebut menarik perhatian Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido, Jepang, yang berkunjung langsung untuk melihat dan berinteraksi bersama guru serta murid di SDN 04 Meruya Selatan dalam proses pembelajaran berbasis inovasi INTAN.Inovasi INTAN menjadi bukti komitmen sekolah dan Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan. Praktik baik ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain dalam menjawab berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya maupun dominasi metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna, sekaligus membentuk generasi yang cakap numerasi serta siap menghadapi tantangan masa depan.Kehadiran Taman Numerasi INTAN juga memperkuat implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Dalam pendekatan ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid sesuai kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing. Numerasi pun tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang kaku, melainkan sebagai keterampilan hidup yang aplikatif dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

tahun-2026-kemendikdasmen-lanjutkan-dan-perkuat-komitmen-kesejahteraan-bagi-guru-non-asn

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Tahun 2026, Kemendikdasmen Lanjutkan dan Perkuat Komitmen Kesejahteraan bagi Guru Non ASN

Jakarta, 26 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) terus menegaskan komitmen dan keberpihakan kepada guru non-ASN di tahun 2026. Tahun ini, Kemendikdasmen telah menganggarkan lebih dari Rp14 triliun untuk aneka tunjangan bagi guru nonASN. Dengan penyaluran ini, diharapkan guru semakin sejahtera dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya. Sejumlah kebijakan strategis secara bertahap dan berkelanjutan telah disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan, kepastian status, serta perlindungan bagi guru non-ASN. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memastikan guru dapat menjalankan perannya secara profesional dan bermartabat. “Kami menyadari dan memahami betul tantangan yang dihadapi guru, baik ASN dan non-ASN. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sejumlah kebijakan strategis termasuk penataan status, sertifikasi, kesejahteraan dan perlindungan guru. Semua ini dilakukan bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait,” ujar Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani, di Jakarta, Senin (26/1). Lebih lanjut, Dirjen Nunuk menguraikan bahwa komitmen tahun 2026 tersebut dibangun di atas berbagai langkah kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Pertama, pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK (Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Dalam 5 tahun terakhir, pemerintah secara konsisten telah mengangkat lebih dari 900 ribu guru honorer menjadi ASN melalui skema PPPK. Kedua, guru non-ASN juga mendapatkan akses untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu. Sepanjang tahun 2024 s.d. 2025, tercatat lebih dari 750 ribu guru non-ASN mengikuti PPG, baik melalui jalur PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu. Melalui PPG, guru berhak mendapat kesempatan yang setara untuk memperoleh sertifikasi pendidik sebagai pengakuan profesional sekaligus upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah. Ketiga, dari sisi kesejahteraan. Mulai tahun 2026, pemerintah menaikkan insentif untuk guru non-ASN, yang sebelumnya Rp 300.000 menjadi Rp 400.000 per orang per bulan. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong profesionalisme guru, meningkatkan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas. Dengan adanya kenaikan ini, Kemendikdasmen telah menganggarkan sekitar Rp1,8 triliun dengan total guru penerima sebanyak 377.143. Anggaran ini naik lebih dari Rp1 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pemerintah juga menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik sesuai persyaratan yang berlaku sebesar Rp2 juta per bulan. Bagi guru yang telah memiliki inpassing, besaran TPG disesuaikan dengan gaji pokok yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) inpassing. Besaran TPG ini meningkat sebanyak Rp500 ribu dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang sebesar Rp1,5 juta per bulan. Di tahun 2026 ini, pemerintah menganggarkan sekitar Rp11,5 triliun, yang akan disalurkan kepada 392.870 guru non-ASN. Dibandingkan tahun 2025, anggaran ini mengalami kenaikan sekitar Rp663 miliar. Selain itu, untuk tunjangan khusus bagi guru non-ASN berdasarkan kondisi geografis atau guru yang bertugas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp2 juta per orang per bulan atau setara dengan TPG. Pada tahun 2026, Kemendikdasmen menganggarkan Tunjangan Khusus Guru (TKG) sekitar Rp706 miliar, naik Rp95 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah guru penerima juga mengalami kenaikan sebanyak 2.239 guru, sehingga total guru penerima TKG pada tahun ini sebanyak 28.892 guru. Any Anggraeni, yang saat ini menjadi guru di sekolah swasta, mengatakan bahwa pemberian tunjangan sangat bermanfaat untuk peningkatan kompetensi dirinya sebagai pengajar. Dengan adanya tunjangan ini, ia dapat mengikuti pelatihan, membeli buku-buku literasi, sehingga menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik. “Alhamdulillah, manfaatnya tidak hanya saya rasakan di sekolah, tetapi juga di rumah. Dengan tunjangan ini, saya dapat membantu membiayai kuliah dua anak saya. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi pengakuan atas perjuangan guru,” imbuh Any. Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen berupaya agar kebijakan-kebijakan tersebut terus diperkuat dan disempurnakan agar dapat menjangkau guru di berbagai daerah. Untuk itu, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat persoalan guru non-ASN secara utuh dan proporsional. Upaya perbaikan tata kelola guru membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar guru dapat bekerja dengan rasa aman, dihargai, dan didukung, demi terwujudnya pendidikan yang bermutu untuk semua. 

apresiasi-guru-dan-tenaga-kependidikan-provinsi-kalimantan-tengah-tahun-2025

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025

Palangka Raya – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah sukses menggelar acara penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Acara ini berlangsung meriah dan  pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Hotel Aquarius Palangka Raya.Kegiatan ini merupakan puncak apresiasi bagi para insan pendidikan yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan komitmen tinggi dalam memajukan pendidikan di Bumi Tambun Bungai.✨ Ratusan Pendidik Terbaik Raih PenghargaanDalam sambutannya, Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Tengah, Bapak I Ketut Sukajaya, menyampaikan rasa bangga atas capaian para guru dan tenaga kependidikan."Sebanyak 104 orang guru dan tenaga kependidikan terbaik se-Kalimantan Tengah menerima penghargaan hari ini. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat untuk bertransformasi dalam pendidikan telah mengakar kuat di Kalteng," ujar Bapak I Ketut Sukajaya.Penghargaan ini diberikan dalam tiga kategori utama, yaitu:Kategori Transformatif: 51 penerimaKategori Dedikatif: 41 penerimaKategori Pelopor Komunitas Belajar: 12 penerima🗺️ Dominasi Palangka Raya, Motivasi Berbagi Praktik BaikData perolehan gelar menunjukkan persaingan yang ketat, di mana Kota Palangka Raya memimpin dengan total perolehan 24 gelar juara. Disusul oleh Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat dengan total 14 gelar, dan Kabupaten Seruyan dengan 12 gelar.Bapak I Ketut Sukajaya berharap, apresiasi ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh insan pendidikan. "Harapannya, GTK yang lain semakin termotivasi dan bersemangat untuk berbagi praktik baik yang telah dilakukan para penerima penghargaan ini. Inovasi mereka harus menjadi inspirasi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Kalteng," tutupnya.Para GTK peraih juara pertama di setiap kategori akan mewakili Kalimantan Tengah untuk berkompetisi di tingkat nasional, membawa nama baik provinsi di kancah pendidikan Indonesia.Selain memberikan penghargaan kepada GTK berprestasi, pada acara ini BGTK Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan apresiasi penghargaan kepada seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Penghargaan ini diberikan atas dukungan aktif dan kolaboratif yang telah diberikan oleh pemerintah daerah dalam menyukseskan implementasi program prioritas Kementerian turut dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalteng, menegaskan kolaborasi antar-lembaga dalam peningkatan kualitas SDM pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

siaran-pers-kementerian-pendidikan-dasar-dan-menengah-sinergi-pemerintah-untuk-menguatkan-tumbuh-kembang-anak

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Sinergi Pemerintah untuk Menguatkan Tumbuh Kembang Anak

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahNomor: 46/sipers/A6/II/2025Sinergi Pemerintah untuk Menguatkan Tumbuh Kembang AnakJakarta, 2 Februari 2025 – Pemerintah terus berupaya memperkuat tumbuh kembang anak melalui berbagai program pendidikan dan penguatan karakter. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah sosialisasi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, serta peluncuran album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) yang diselenggarakan dalam kegiatan bertajuk Pagi Ceria Car Free Day , di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pada Minggu (2/2).Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebijakan yang mendukung pendidikan anak usia dini serta membangun karakter anak sejak dini. Salah satu upaya tersebut adalah melalui peluncuran album KICAU yang berisi lagu-lagu sesuai dengan usia anak.“Menanamkan karakter, cinta tanah air, kepedulian terhadap alam, serta nilai-nilai luhur lainnya adalah tujuan utama dari program ini,” ujar Menteri Mu'ti.Pada kesempatan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menambahkan bahwa program ini juga bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menciptakan ruang bagi anak-anak untuk lebih aktif dalam masyarakat.“Poin keenam dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu ‘Bermasyarakat’, sangat sejalan dengan program kementerian kami. Anak-anak sebaiknya tidak hanya berdiam diri setelah pulang sekolah, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. Untuk itu, kami menghadirkan ‘Ruang Bersama Indonesia’, tempat bagi anak-anak untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara positif,” jelas Arifah Fauzi.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan fisik bagi anak-anak. Ia mengungkapkan bahwa di tengah semakin terhubungnya berbagai aspek kehidupan dengan teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital justru mendorong anak-anak untuk lebih banyak beraktivitas secara fisik.“Kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi langsung agar anak-anak tetap tumbuh dengan sehat dan seimbang,” tambah Meutya Hafid.Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, turut menyoroti dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak. Ia menegaskan bahwa paparan digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental serta perkembangan sosial anak.“Kami melihat adanya peningkatan kasus gangguan kecemasan dan kurangnya keterampilan sosial pada anak akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia digital. Oleh karena itu, kami mendukung upaya untuk membatasi penggunaan media digital yang berlebihan serta mendorong lebih banyak interaksi sosial langsung guna mendukung perkembangan anak secara optimal,” jelas Budi Gunadi Sadikin.Album KICAU diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, terutama dalam memperkuat pendidikan karakter. Tidak hanya disosialisasikan melalui YouTube dan laman resmi Kemendikdasmen, album ini juga akan didistribusikan dalam berbagai format seperti diska lepas dan media lainnya. Selain itu, album ini akan diperkenalkan melalui Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta berbagai layanan pendidikan anak usia dini lainnya.Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat, berkarakter, dan cinta tanah air. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berkualitas.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemdikbud.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id#PendidikanBermutuUntukSemua #KemendikdasmenRamah

siaran-pers-mendikdasmen-dorong-peningkatan-kualitas-guru-dan-transformasi-ilmu

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Siaran Pers Mendikdasmen Dorong Peningkatan Kualitas Guru dan Transformasi Ilmu

Batam, 17 November 2024 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jumat (15/1). Dalam kunjungan ini, Menteri Abdul Mu’ti didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Pejabat sementara (Pjs.) Wali Kota Batam, Andi Agung; Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; serta perwakilan dari UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan dinas pendidikan daerah.  Dalam kunjungan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti berdialog dengan 300 kepala sekolah dan guru, menyampaikan beberapa poin penting terkait kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran.  Sebagaimana tema Hari Guru Nasional 2024, “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” Mendikdasmen menegaskan pentingnya peran guru dalam transformasi pendidikan. “Guru yang hebat harus memiliki kompetensi yang kuat, termasuk kemampuan leadership. Kompetensi leadership ini sangat penting karena guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mentransformasikannya agar dapat dikembangkan oleh murid dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.  Mendikdasmen juga menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dan karakter siswa. Guru diharapkan mampu memahami psikologi dan karakter anak agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. “Oleh karena itu guru tidak hanya sekedar menguasai materi, tetapi juga berbagai pendekatan pembelajaran yang sangat dinamis,” tambahnya.  Lebih lanjut, ia juga menjelaskan terkait pemenuhan jam pelajaran guru yang meliputi kegiatan tatap muka, bimbingan konseling, pelatihan dan peningkatan kualitas guru, serta keaktifan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.“Kami akan mengatur kebijakan yang diharapkan dapat mendorong guru bekerja dengan gembira dan mencintai pekerjaannya,” ungkap Mendikdasmen.Peningkatan Relevansi Pendidikan SMK dengan Dunia IndustriSelain berdialog dengan para guru, Menteri Abdul Mu’ti juga berinteraksi langsung dengan siswa SMK Negeri 1 Batam. Ia mengunjungi kelas mekatronika dan teaching factory untuk melihat berbagai karya inovatif yang dihasilkan oleh siswa. “Saya melihat SMK Negeri 1 Batam yang memiliki jaringan bagus dengan dunia usaha. Saya melihat bagaimana pentingnya kerja sama antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai bagian dari usaha kita untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK,” ujar Mendikdasmen.Mendikdasmen juga menambahkan, “Saya juga berpesan agar anak-anak SMK setelah lulus nanti tidak hanya memiliki ijazah, namun juga sertifikasi beberapa keahlian yang memungkinkan mereka untuk masuk dunia kerja.”Guru Teknik Permesinan, Nisfidayeni, mengungkapkan harapannya agar kurikulum dapat sesuai dengan perkembangan zaman, agar terus berimbang dan tidak tertinggal dengan dunia industry. “Saya harap adanya evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Terutama bagi saya sebagai guru teknik, sarana dan prasarana yang ada belum memadai dan sesuai dengan rasio. Contoh saat ini ada satu mesin yang digunakan untuk 8 anak.”Kondisi ini, menurut Nisfidayeni, cukup menghambat pembelajaran, karena terkadang ada siswa yang tidak dapat melakukan praktik menggunakan mesin di jam sekolah. “Akhirnya dengan komitmen kami, kami tetap melayani anak-anak untuk praktik menggunakan mesin di hari Sabtu dan Minggu, karena mereka harus menyelesaikan target pekerjaan.”Ketua Jurusan Teknik Permesinan, Armansyah, menyampaikan tentang kelas industri yang diterapkan di SMK Negeri 1 Batam. “Kita punya kelas industri di beberapa jurusan, yang kurikulumnya berbasis industri, sehingga materi dan teknis pembelajarannya menyesuaikan dengan kebutuhan di industri. Anak dari kelas industri ini pun ketika tamat, berpotensi untuk dikontrak oleh industri yang menjalin kerja sama,” katanya.Sebagai informasi, SMK Negeri 1 Batam memiliki 2.843 peserta didik, 125 guru, dan 48 tenaga kependidikan. Sekolah ini termasuk dalam program SMK Pusat Keunggulan sejak tahun 2021, dengan enam konsentrasi keahlian yaitu 1) Teknik Elektronika Industri; 2) Teknik Mekatronika; 3) Teknik Otomasi Industri; 4) Teknik Permesinan; 5) Teknik Pengelasan; dan 6) Teknik Komputer dan Jaringan. Selain itu, SMK Negeri 1 Batam juga merupakan salah satu dari 4 sekolah di Kota Batam yang memiliki teaching factory.Biro Kerja Sama dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: Kemdikbud.go.idTwitter: Twitter.com/kemdikbud_RIInstagram: Instagram.com/kemdikbud.riFacebook: facebook.com/kemdikbud.riYouTube: KEMENDIKBUD RIPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

siaran-pers-kemendikdasmen-mendikdasmen-tekankan-pentingnya-pembelajaran-matematika-sebagai-interkoneksi-ilmu-pengetahuan

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Siaran Pers Kemendikdasmen Mendikdasmen Tekankan Pentingnya Pembelajaran Matematika Sebagai Interkoneksi Ilmu Pengetahuan

Yogyakarta, 13 November 2024 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, secara resmi menutup Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2024 dengan tajuk "Transformasi Kompetensi Guru Matematika di Era Disrupsi Teknologi". Penutupan seminar ini berlangsung di secara luring di Aula Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi D.I Yogyakarta dan disiarkan langsung melalui Youtube BBGP DIY."Kita harus menghapus stigma matematika sebagai pembelajaran yang sulit dan menakutkan bagi murid. Oleh karena itu, guru matematika harus menjadi guru yang dirindukan para muridnya dengan membuat metode pembelajaran matematika yang menggembirakan," ujar Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saatmenutup seminar, Rabu (13/11)Kepada seluruh peserta seminar, Menteri Mu'ti mengungkapkan bahwa matematika merupakan mata pelajaran penting dan menjadi interkoneksi terhadap ilmu pengetahuan lainnya. Menurutnya, matematika menjadi pemantik peserta didik untuk berlatih logika yang benar dan melahirkan pola berfikir yang baik."Kita harus mengenalkan matematika kepada peserta didik dengan menjelaskan arti penting matematika. Dengan begitu mereka dapat menyadari makna mendalam dari matematika dan dampaknya untuk masa depan," paparnya.Lebih lanjut, Menteri Mu'ti menyoroti kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut bahwa matematika harus mulai dikenalkan kepada murid sejak masa Taman Kanak-kanak (TK). "Mengajarkan matematika bukan berarti hanya belajar menghitung, namun juga melatih motorik untuk mencapai logika yang bagus,” tutur Menteri Mu’ti.Mengakhiri sambutannya, Menteri Mu'ti memberi motivasi dan pesan semangat kepada seluruh peserta untuk membangkitkan semangat dan optimisme murid untuk belajar matematika. "Kita harus mengubah pemikiran dan persepsi murid tentang matematika. Sejatinya semua ilmu penting dan berinterelasi dengan ilmu lainnya. Mari menyampaikan ilmu tersebut dengan suasana yang menyenangkan sehingga pada murid menemukan makna ilmu tersebut untuk kehidupan mereka," tutup Menteri Mu'ti.Dalam acara ini dihadiri oleh 600 guru matematika di Provinsi D.I Yogyakarta. Acara ini juga turut dihadiri Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat; Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril.Biro Kerja Sama dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemdikbud.go.idTwitter:twitter.com/Kemdikbud_RIInstagram:instagram.com/kemdikbud.riFacebook:facebook.com/kemdikbud.riYoutube: KEMENDIKBUD RIPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

siaran-pers-kemendikdasmen-mendikdasmen-ajak-para-guru-wujudkan-pendidikan-bermutu-untuk-semua

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Siaran Pers Kemendikdasmen Mendikdasmen Ajak Para Guru Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Yogyakarta, 13 November 2024 – Dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, bersama jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mengunjungi SMA Negeri 2 Wates, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu'ti berdialog dengan sejumlah tenaga pengajar dalam acara Sambung Rasa Guru."Saya merasa bahagia dapat bertemu dengan para ujung tombak pendidikan Indonesia. Melalui forum ini saya mengajak kepada semua guru untuk bersama sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," ujar Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, di Yogyakarta, Rabu (13/11).Menteri Mu'ti menambahkan, dalam mewujudkan hal tersebut Kemendikdasmen akan berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah dan meningkatkan kualitas kualifikasi guru. Terkait kualifikasi guru, Menteri Mu'ti menginginkan para guru memiliki standar pendidikan D4 dan S-1. "Upaya pemenuhan kualifikasi guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, di mana ke depannya guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, namun juga sebagai mentor dan konselor pembangun karakter bangsa peserta didik," ungkapnya.Lebih lanjut, Menteri Mu'ti menyoroti tentang berbagai permasalahan di sekolah. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran di sekolah harus menggembirakan untuk para guru dan peserta didik. "Pendidikan yang gembira akan membuat para pelaku pendidikan akan menikmati proses pembelajaran. Dari proses yang gembira itu akan membuat pendidikan kita akan bermutu bagi semua warga satuan pendidikan," pungkas Menteri Mu'ti.Dalam pelaksanaan Sambung Rasa Guru, para peserta turut menyampaikan aspirasi untuk pemajuan pendidikan Indonesia. Henri Saputro, Guru SMP Negeri 2 Kalibawang, Kulon Progo, menyoroti tentang kesejahteraan guru. Menurutnya, kesejahteraan guru menjadi hal penting guna mewujudkan pendidikanyang gembira dan pendidikan bermutu untuk semua."Selain aspek kesejahteraan, melalui forum ini kami meminta kepada Mendikdasmen untuk membuat regulasi atau perlindungan hukum bagi para guru. Jika regulasi itu terwujud akan menjadi hal yang baik dan menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas pendidikan," papar Henri. Selanjutnya, Titi Nurhayati, Kepala SLB Negeri 1 Kulon Progo, turut menyampaikan aspirasinya tentang persoalan di sekolah. Ia memaparkan bahwa SLB harus mendapat perhatian khusus dari aspek sarana prasarana, pengajar, dan tenaga kependidikan."Dengan semangat pendidikan bermutu untuk semua, SLB juga harus menjadi bagian penting dan mendapatkan perhatian khusus dalam proses pembelajaran. Alokasi dana harus ditingkatkan untuk keberlangsungan SLB mengarungi proses pembelajaran untuk peserta didik," tutur Titi. Selain itu, salah satu guru di Kelompok Bermain Kulon Progo, Wulan, menyampaikan aspirasinya tentang pengakuan Kelompok Bermain yang masih menjadi pendidikan non formal. Menurutnya, selain pengakuan menjadi lembaga pendidikan formal, alokasi dana desa juga harus ditujukan salah satunyakepada Kelompok Bermain."Saat ini kami memiliki 17 guru yang memiliki pendidikan S-1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kami menginginkan bahwa Kelompok Bermain harus mendapatkan pengakuan sebagai lembaga pendidikan formal. Sehingga para pengajar juga mendapatkan hak yang sama dengan pengajar pendidikan formal guna meningkatkan kualitas pendidikan," tutup Wulan.Dalam acara ini dihadiri oleh 150 guru di wilayah Kulon Progo dan juga turut dihadiri oleh Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat dan Fajar Riza UI Haq; Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulon Progo, Arif Prastowo; Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP Yogyakarta), dan Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Yogyakarta.Biro Kerja Sama dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemdikbud.go.idTwitter:twitter.com/Kemdikbud_RIInstagram:instagram.com/kemdikbud.riFacebook:facebook.com/kemdikbud.riYoutube: KEMENDIKBUD RIPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

merah-menyala-bgp-provinsi-kalimantan-tengah-tutup-rangkaian-jambore-gtk-hebat-provinsi-kalimantan-tengah-tahun-2024

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Merah Menyala, BGP Provinsi Kalimantan Tengah Tutup Rangkaian Jambore GTK Hebat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024

10 November 2024, Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup rangkaian kegiatan Jambore GTK Hebat Provinsi Kalimantan Tengah dengan mengumumkan nama-nama pemenang dari setiap kategori penghargaan sebanyak 64 pemenang. Dimulai dari seleksi administrasi pada tanggal 13 - 19 Oktober 2024, dilanjutkan seleksi substansi pada tanggal 23 - 26 Oktober 2024, lalu wawancara verifikasi dan validasi pada tanggal 29 Oktober - 1 November 2024 dan diakhiri dengan Gelar Wicara pada tanggal 7- 9 November. Adapun setiap pemenang diberikan penghargaan berupa uang tunai. Untuk terbaik 1 senilai Rp.7.000.000, terbaik 2 senilai Rp.5.000.000 dan terbaik 3 senilai Rp.3.000.000. Khusus untuk terbaik 1 akan mewakili provinsi Kalimantan Tengah di tingkat nasional di acara puncak Perayaan Hari Guru Nasional yang akan dilaksanakan di Jakarta.Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi dan memberikan dedikasinya di dunia pendidikan. Selain itu diharapkan dapat menciptakan budaya belajar, berkolaborasi dan berbagi antar sesama pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di wilayah provinsi Kalimantan Tengah. Begitu pula yang disampaikan oleh salah satu peserta yang hadir, Eka Yulian Pramono, Guru dari SMKN 1 Pangkalan Banteng Kab. Kotawaringin Barat, dalam testimoninya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat memotivasi guru-guru dan tenaga kependidikan untuk berkarya lebih banyak lagi dan harapannya kegiatan ini bisa dilaksanakan bukan hanya 1 tahun sekali, tapi setiap semester, ucapnya.Selamat kepada para pemenang. Semoga bisa menginspirasi dan memotivasi guru dan tenaga kependidikan dimanapun berada untuk terus berkarya bagi negeri tercinta. Guru Hebat, Indonesia Kuat.

siaran-pers-kemdikbudristek-kemendikbudristek-gencar-berkoordinasi-guna-optimalisasikan-seleksi-asn-pppk-guru-tahun-2024

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Siaran Pers Kemdikbudristek Kemendikbudristek Gencar Berkoordinasi Guna Optimalisasikan Seleksi ASN PPPK Guru Tahun 2024

Jakarta, 26 September 2024 - Sebagai tindak lanjut dari KepmenPAN-RB Nomor 348 Tahun 2024 tentang Mekanisme Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Guru di Instansi Daerah Tahun Anggaran 2024, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sosialisasi Mekanisme Pelaksanaan Seleksi Guru ASN PPPK Tahun 2024 secara berkelanjutan di dua region, yakni Region 1 di Jakarta pada 9-11 September 2024 dan Region2 di Makassar pada 17-19 September 2024. Acara ini diselenggarakan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB RI) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Langkah tersebut menjadi sangat penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Seleksi ASN PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru tahun 2024. Selain itu, rapat koordinasi ini untuk menguatkan kerjasama antara lembaga daerah penyelenggaraan seleksi dan dalam mendampingi guru-guru yang akan mengikuti seleksi ASN PPPK 2024.Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan seleksi ASN PPPK Guru 2024, kolaborasi antarlembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah sangat penting untuk ditekankan. Karenanya, koordinasi antara Ditjen GTK Kemendikbudristek RI, KemenPAN-RB, BKN dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan BKD/BKPSDM Provinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Diharapkan, dinas pendidikan dan BKD/BKPSDM/BKPP melakukan koordinasi lanjutan dalam penyelenggaraan Seleksi ASN PPPK JF Guru di daerahnya masing-masing.“Ditjen GTK terus aktif mendukung terselenggaranya seleksi ASN PPPK Guru 2024, di antaranya dengan memberikan rekomendasi formasi sesuai kebutuhan guru di Indonesia pada KemenPAN-RB. Hal ini juga merupakan komitmen kami untuk mendukung terwujudnya guru Indonesia yang sejahtera. Rekrutmen ASN PPPK guru adalah kebijakan yang berpihak pada guru non-ASN PPPK. Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, yang juga meliputi beberapa hal lain, seperti Penilaian Kinerja, Penggajian dan Tunjangan, Pengembangan Kompetensi, dan Penghargaan,” ujar Nunuk Suryani, di Jakarta, Kamis (26/9).Bahkan sebelum program ASN PPPK diinisiasi, pada tahun 2021 tercatat jumlah guru non ASN PPPK di Indonesia mencapai angka 1,3 juta orang. Padahal, guru dengan status ASN di tahun itu berjumlah di sekitar angka yang sama. Hal ini dikarenakan oleh adanya moratorium rekrutmen ASN di tahun 2015 hingga 2018, sehingga tidak ada seleksi atau penerimaan pegawai ASN di semua lembaga/kementerian. Walaupun,dalam hal ini, perekrutan guru tetap dilakukan dalam jumlah yang sangat sedikit (tidak lebih dari 10.000formasi).Sebagai catatan, sejak tahun 2021 hingga 2023, terdapat 774.999 guru yang sudah diangkat menjadi guru ASN PPPK. Angka tersebut adalah sebuah capaian besar bagi Kemendikbudristek dan Ditjen GTK karena dalam periode tiga tahun, jumlah ASN guru meningkat sebanyak 61%. “Kami masih memiliki komitmen yang sama terkait peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Ini yang betul-betul dijaga oleh Ditjen GTK, jangan ada pemutusan atau menonaktifkan guru non-ASN PPPK. Karena kita masih membutuhkan mereka dan harus menghargai kerja mereka,” tegas Nunuk Suryani. Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK), Temu Ismail, menyampaikan pentingnya rapat koordinasi ini untuk menguatkan kerja sama antara lembaga daerah penyelenggaraan seleksi dan dalam mendampingi guru-guru yang akan mengikuti seleksi ASN PPPK 2024.“Ditjen GTK terus aktif mendukung terselenggaranya seleksi ASN PPPK Guru 2024, di antaranya dengan memberikan rekomendasi formasi sesuai kebutuhan guru di Indonesia pada KemenPAN-RB. Hal ini juga merupakan komitmen kami untuk mendukung terwujudnya guru Indonesia yang sejahtera,” ujar Temu Ismail, seperti disampaikan pada pembukaan Rakor Regional 2 di Makassar beberapa waktu lalu.Temu Ismail juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karenanya, penting untuk menguatkan koordinasi antara Ditjen GTK Kemendikbudristek RI, KemenPAN- RB, BKN dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan BKD/BKPSDM Provinsi/Kabupaten/Kotadi seluruh Indonesia.“Setelah rapat koordinasi ini, diharapkan dinas pendidikan dan BKD/BKPSDM/BKPP melakukan koordinasi lanjutan dalam penyelenggaraan Seleksi ASN PPPK JF Guru di daerahnya masing-masing. Mari kita bekerjasama, memastikan bapak/ibu guru di daerah masing-masing mendapatkan haknya sesuai kebijakan yang berlaku,” lanjut Temu Ismail.Dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Mekanisme Pelaksanaan Seleksi Guru ASN PPPK Tahun 2024, beberapa paparan penting disampaikan oleh tiap kementerian dan lembaga untuk menguatkan kesiapan lembaga daerah sebagai panitia seleksi daerah PPPK 2024. Materi yang disampaikan antara lain Sosialisasi Peraturan tentang Mekanisme Seleksi PPPK JF Guru di Instansi Daerah TA. 2024 oleh Asisten Deputi Perancangan Jabatan, Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, KemenPAN-RB; Penjelasan Teknis Seleksi PPPK JF Guru Tahun 2024 oleh Tim Data Sekretariat Direktorat Jenderal GTK, Kemendikbud; dan Sistem Pendaftaran Seleksi ASN Tahun 2024 oleh Direktorat Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Kepegawaian (PDPIK) BKN dan Direktorat Pembangunan danPengembangan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (PPSI ASN) BKN.Adapun sasaran peserta rapat koordinasi ini terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kepala BKD/BKPSDM/BKPP Provinsi/ Kabupaten/Kota dari Regional 1 (Sumatra dan Jawa) dan dari Regional 2 (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Maluku, dan Papua). Para pemangku kebijakan yang diundang tersebut diharapkan dapat berkolaborasi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Seleksi ASN PPPK Guru 2024.blob:https://bgpkalteng.kemdikbud.go.id/96056ad0-9395-4460-a1da-e8131dc7c839 blob:https://bgpkalteng.kemdikbud.go.id/96056ad0-9395-4460-a1da-e8131dc7c839blob:https://bgpkalteng.kemdikbud.go.id/96056ad0-9395-4460-a1da-e8131dc7c839Biro Kerja Sama dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

dorong-budaya-berbagi-antar-ptk-bgp-kalteng-selenggarakan-kegiatan-penguatan-narasumber-berbagi-praktik-baik

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Dorong Budaya Berbagi antar PTK, BGP Kalteng Selenggarakan Kegiatan Penguatan Narasumber Berbagi Praktik Baik

Dalam rangka mendorong upaya percepatan implementasi Kurikulum Merdeka, BGP Kalteng menyelenggarakan kegiatan Penguatan NS BPB Prov Kalteng Tahun 2024 di Hotel Aurila Palangka Raya. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 23 s.d. 25 Juli ini, mengundang 50 orang guru yang aktif membagikan bukti karyanya di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dibuka secara resmi oleh Kepala Balai, kegiatan ini diharapkan bisa mendorong budaya berbagi praktik baik antar sesama pendidik dan tenaga kependidikan.Kegiatan berjalan dengan lancar dengan materi Semangat Belajar, Berbagi dan Berkolaborasi antar PTK yang disampaikan oleh M. Zainudinoor, PTP Ahli Muda BGP Kalteng, lalu dilanjutkan dengan penulisan naskah praktik baik dan video praktik baik yang menginspirasi yang di sampaikan oleh Fitria Yunita, Guru SMPN 1 Muara Teweh dan Made Pujangga, Pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.  Setelah selesai kegiatan, peserta yang hadir diminta untuk membuat rencana tindak lanjut terkait aktivitas/kegiatan yang akan dilakukan setelah mendapatkan materi-materi yang disampaikan oleh pengajar.