Berita

Publikasi - Berita


Kembali ke Beranda
training-of-trainer-tot-penguatan-fasilitator-kelompok-kerja-pelatihan-pembelajaran-mendalam-pm-dan-koding-ka

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Training of Trainer (ToT) Penguatan Fasilitator Kelompok Kerja Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding KA

BGTK Provinsi Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Penguatan Fasilitator Kelompok Kerja Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding KA yang berlangsung selama 4 hari pada 22–25 Juli 2026.Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala BGTK Prov. Kalteng dan ditutup secara resmi oleh Kasubbag BGTK Prov. Kalteng. Bertempat di BGTK Prov. Kalteng dan BPMP Prov. Kalteng, sebanyak 60 peserta terpilih dibekali materi intensif oleh 11 pengajar berpengalaman yang terbagi ke dalam 9 kelas spesifik:🏫 Di BPMP Prov. Kalteng:Kelas Pengawas Sekolah (PS)Kelas Kepala Sekolah (KS)Kelas KS KesetaraanKelas Guru SD🏫 Di BGTK Prov. Kalteng:Kelas Guru SMP KKAKelas Guru SMP IPAKelas Guru SMP/SMA Bahasa IndonesiaKelas Guru SMA/K KKAKelas Guru SMA Bahasa Inggris          Melalui Training of Traniner ini, para peserta dipersiapkan menjadi Fasilitator Daerah (Fasda) yang tangguh dan siap mengimbaskan penguatan Pembelajaran Mendalam serta Koding KA di wadah kelompok kerja masing-masing (KKG, MGMP, MKKS, MKPS, dan komunitas belajar lainnya).

pelatihan-bakal-calon-kepala-sekolah-bcks-angkatan-6-kabupaten-murung-raya-tahun-2026

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 6 Kabupaten Murung Raya Tahun 2026

Resmi berakhir!Pelaksanaan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 6 Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 resmi berakhir pada Selasa, 21 Juli 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Murung Raya, Puruk Cahu. Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Murung Raya, Bapak Putu Suranta, S.P., M.AP. Rangkaian kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan dari tanggal 5 s.d. 11 Juli 2026 (asinkronus, daring) dan 12 s.d. 21 Juli 2026 (sinkronus, luring) berakhir dengan dinyatakannya 30 peserta atau seluruh BCKS dinyatakan lulus.Selama pelatihan berlangsung, peserta secara instensif belajar mandiri melalui Learning Management System (LMS), lalu dilanjutkan pembelajaran tatap muka bersama para pengajar dan KS Mentor. Kegiatan tak hanya berlangsung di lingkungan aula, tetapi juga berkunjung ke sekolah para KS Mentor untuk menyerap ilmu pengetahuan mengenai manajerial sekolah. Selain itu, para peserta juga rutin mempraktikkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari rutinitas ibadah pagi, Senam Anak Indonesia Hebat, dan mengonsumsi makanan bergizi.

pelatihan-sekolah-model-bagi-pengawas-sekolah-kepala-sekolah-dan-guru-provinsi-kalimantan-tengah-tahun-2026

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Pelatihan Sekolah Model bagi Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026

Palangka Raya — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Model bagi Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung secara luring pada tanggal 4 s.d. 7 Juli 2026, bertempat di Hotel Luwansa, Palangka Raya. Acara yang dihadiri oleh 28 peserta yang terdiri dari Pengawas Sekolah (PS), Kepala Sekolah (KS), dan Guru dari satuan pendidikan pelaksana Program Sekolah Model ini dibuka secara resmi oleh Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Tengah. Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan, yaitu:Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mendalam terkait konsep serta indikator keberhasilan dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding/Kecerdasan Artifisial (KKA) di Sekolah Model.Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Guru sesuai dengan peran masing-masing dalam memimpin, mengawasi, membina, menjamin mutu, serta mengintegrasikan implementasi PM dan KKA pada Sekolah Model.Menyiapkan Sekolah Model agar siap menjadi percontohan implementasi, pusat belajar, patok banding, replikasi praktik baik, sumber inovasi pembelajaran dan manajemen, penggerak ekosistem pendidikan, serta laboratorium pengembangan keterampilan digital dan nalar kritis murid.  Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh aktor pendidikan pada Sekolah Model mampu meningkatkan kualitas belajar murid di kelas demi terwujudnya transformasi pendidikan yang bermutu di Bumi Tambun Bungai.

pelatihan-bakal-calon-kepala-sekolah-bcks-kota-palangka-raya

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kota Palangka Raya

Menindaklanjuti Kontrak Kerja Sama antara BGTK Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, kegiatan tatap muka/sinkronus Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) resmi dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan di Aula Hapakat Jaya, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari (hingga 16 Juni 2026) ini diikuti oleh 40 orang Bakal Calon Kepala Sekolah yang telah dinyatakan lolos seleksi substansi. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Turut hadir pula PIC Pembelajaran Direktorat KSPSTK untuk memberikan arahan strategis mengenai kebijakan terbaru dari Kemendikdasmen. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin sekolah yang adaptif, berintegritas, dan siap membawa transformasi positif bagi kemajuan pendidikan di Kota Cantik Palangka Raya.

kemendikdasmen-latih-guru-sd-mengajar-bahasa-inggris-demi-wujudkan-pembelajaran-bermutu

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Kemendikdasmen Latih Guru SD Mengajar Bahasa Inggris demi Wujudkan Pembelajaran Bermutu

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahNomor: 377/sipers/A6/V/2026Bandung, Jawa Barat, 9 Mei 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) yaitu pelatihan bagi guru SD dalam mengajar Bahasa Inggris di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Jumat (8/5). Peluncuran ini menjadi tanda arah baru transformasi pendidikan Indonesia menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran (Mapel) wajib di tingkat Sekolah Dasar mulai tahun ajaran baru 2027/2028.Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyampaikan program peningkatan kapasitas ini merupakan respons atas masih rendahnya peringkat Indonesia dalam Indeks Kecakapan Bahasa Inggris global.  Berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Education First EPI (English Proficiency Index, 2024), Indonesia menempati ranking 80 dari 116 negara di dunia, dan ranking 12 dari 23 negara di Asia.“Saya ingin menekankan agar bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran yang diajarkan karena tidak akan menjadikan anak didik kita itu mahir berbahasa kalau hanya berhenti sebagai pelajaran tapi harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi,” ungkapnya.Wamen Atip juga memberikan penguatan kepada para guru peserta pelatihan agar mulai menggunakan Bahasa Inggris saat memberikan pembelajaran Bahasa Inggris agar para murid menjadi terbiasa. Ia juga optimis bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan kecakapan guru Indonesia dalam memberikan pembelajaran berbahasa Inggris di kelas. “Belajar Bahasa Inggris di SD jangan berhenti sebagai pelajaran. Oleh karena itu, berdialoglah dalam Bahasa Inggris saat menyampaikan pelajaran dan jangan takut untuk belajar Bahasa Inggris,” ungkapnya.   Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan bahwa program PKGSD-MBI merupakan sebuah upaya akselerasi dalam meningkatkan kemahiran murid dalam berbahasa Inggris. Program pelatihan PKGSD-MBI didesain dengan pendekatan baru sehingga para peserta akan menjalani pelatihan dengan mudah dan menyenangkan. “Sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 Kabupaten/Kota dipastikan berpartisipasi dalam pelatihan tahap pertama ini. Jawa Barat merupakan provinsi dengan peserta terbanyak, dengan total peserta 609. Provinsi lain dengan jumlah peserta terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 588 peserta, Jawa Timur 383 peserta, Riau 321 peserta, dan 278 peserta di Sulawesi Selatan,” tambah Nunuk.Dirjen Nunuk juga menjelaskan bahwa dengan target 90.447 guru, maka pelatihan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Tahun 2026, kami menargetkan untuk melatih 10.000 peserta, tahun 2027 sebanyak 30.000 peserta, tahun 2028 30.000 peserta, dan di 2029 sebanyak 20.447. Dengan skema ini, kebutuhan guru yang mengajar bahasa Inggris di SD akan tuntas dilatih di tahun 2029. Guru peserta PKG SD MBI asal Kabupaten Biak, Papua, Ima, mengaku program pelatihan tersebut membantunya membangun kepercayaan diri untuk mulai mengajar bahasa Inggris di sekolah dasar meski bukan berlatar belakang guru bahasa Inggris. Selama mengikuti pelatihan daring hingga in-service training, ia merasa mendapatkan kesempatan baru untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mengajar demi mendukung pembelajaran siswa di daerahnya.“Saya awalnya takut, malu, dan tidak berani karena saya bukan guru bahasa Inggris dan saya adalah guru PGSD. Namun lewat program ini saya bersyukur boleh mendapatkan kesempatan belajar lagi dan saya ingin menunjukkan kepada peserta didik saya bahwa bahasa Inggris tidak susah, bahasa Inggris is easy," ungkapnya.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, mengatakan bahwa program ini sangat positif terutama di era pendidikan abad 21. Dalam mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan meningkatkan kompetensi guru kelas yang sudah ada dengan melakukan pelatihan secara mandiri.“Dasar pendidikan bahasa Inggris sangat dibutuhkan agar murid mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif, baik itu di dalam maupun di luar negeri,” ujar Eka.Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna memandang dalam menghadapi tantangannya global, maka murid harus mengerti dan memahami bahasa Inggris. Ia juga menambahkan agar guru peserta pelatihan dapat memaksimalkan Komunitas Kelompok Belajar untuk dapat berbagi materi dengan guru lainnya.Heni Mariana, guru SD Negeri Sukahaji, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta mengatakan bahwa pelatihan yang didapatkan dalam program PKGSD-MBI semakin membuatnya lebih percaya diri dalam memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada murid di kelasnya. "Kami dilatih dalam kemampuan pedagogik dengan memberikan materi mengenai kehidupan sehari-hari anak. Kami juga diajarkan memanfaatkan peralatan audio visual agar pembelajaran lebih menarik,” jelasnya. Luthfi Saadil Malik, guru SD Negeri Lembur Awi 01, Kabupaten Bandung mengatakan bahwa pada awalnya ia sedikit ragu untuk mengikuti pelatihan karena tidak mempunyai latar belakang pendidikan bahasa Inggris. Ia berpendapat bahwa sebagai seorang pendidik, kita harus mau belajar untuk terus bertumbuh. “Belajar bahasa akan menyenangkan asal ada kemauan. Jangan takut di awal, sepanjang mau belajar pasti bisa,” ujar Luthfi.Sebagai upaya pemerataan, guru SD yang belum tergabung dalam pelatihan, nantinya dapat belajar secara mandiri. Guru-guru SD dapat mengakses materi pelatihan melalui LMS dan modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri di Rumah Pendidikan. serta pendampingan dari Fasda di UPT GTK Kemendikdasmen. Program PKGSD MBI adalah wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua. Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:  facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

guru-non-asn-tetap-bisa-mengajar-se-mendikdasmen-nomor-7-tahun-2026-beri-kepastian-bagi-pemerintah-daerah

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Beri Kepastian bagi Pemerintah Daerah

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 376/sipers/A6/V/2026Bandung, Jawa Barat, 9 Mei 2026 — Terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tahun 2026 menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian bagi guru non-ASN yang masih mengajar di sekolah negeri. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa surat edaran ini menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk dapat memperpanjang penugasan dan penggajian guru non-ASN yang telah terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum Desember 2024.Dirjen Nunuk menerangkan, penyusunan surat edaran tersebut berangkat dari amanat Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 yang menyatakan bahwa setelah Desember 2024 tidak boleh lagi ada status kepegawaian selain ASN di instansi pemerintah, termasuk sekolah negeri. Kondisi tersebut kemudian diperkuat dengan adanya arahan agar pemerintah daerah tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk tenaga non-ASN.Meski demikian, pemerintah pusat masih memberikan masa penataan hingga Desember 2025 seiring pelaksanaan seleksi PPPK dan skema lainnya. Dalam proses tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menemukan masih terdapat sekitar 237 ribu guru berstatus non-ASN yang tercatat di Dapodik namun belum terakomodasi dalam penataan. Situasi tersebut menimbulkan kegamangan di banyak daerah. Pemerintah daerah pada akhirnya tidak memiliki dasar yang cukup kuat untuk tetap memperpanjang penugasan maupun menggaji guru non-ASN, padahal keberadaan mereka masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran di sekolah.Atas kondisi itu, Kemendikdasmen melakukan koordinasi dan diskusi lintas kementerian agar guru-guru tersebut tetap dapat mengajar sambil menunggu proses penataan lebih lanjut. Hasilnya, disepakati penerbitan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 sebagai rujukan resmi bagi pemerintah daerah.“Surat edaran ini dibuat untuk menyelamatkan, memberikan ketenangan, dan kepastian bagi guru non-ASN yang terdata di Dapodik agar tetap bisa mengajar dengan tenang,” ujar Dirjen Nunuk.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa batas waktu hingga Desember 2026 yang tertuang dalam surat edaran bukan berarti guru tidak lagi dapat mengajar setelah periode tersebut. Menurutnya, yang diatur dalam amanat undang-undang adalah status non-ASN, bukan penghentian tugas mengajar para guru.Dirjen Nunuk menambahkan, kebutuhan guru di Indonesia masih sangat besar. Selain kebutuhan formasi guru yang saat ini mencapai sekitar 498 ribu, setiap tahunnya juga terdapat sekitar 60 hingga 70 ribu guru yang memasuki masa pensiun. Untuk itu, pemerintah terus mendiskusikan skema penataan dan mekanisme seleksi yang memungkinkan kebutuhan guru tetap terpenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.“Yang tidak diperbolehkan adalah status non-ASN, bukan gurunya berhenti mengajar. Kita berusaha menepati, namun juga melakukan negosiasi agar para guru masih bisa bekerja,” tegasnya.Sejumlah pemerintah daerah menyambut baik terbitnya surat edaran tersebut. Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Firman Oktora, menyampaikan bahwa sebelum surat edaran diterbitkan, pemerintah daerah berada dalam posisi yang sulit karena telah mengalokasikan anggaran gaji, namun belum memiliki dasar yang kuat untuk menyalurkannya.“Terbitnya SE ini memberikan kekuatan dan jaminan bagi Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk tetap bisa mempekerjakan 1.049 guru non-ASN,” ujar Firman.Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menilai surat edaran tersebut menjadi jawaban atas kegamangan yang selama ini dirasakan pemerintah daerah terkait keberlanjutan guru non-ASN di sekolah negeri.“Dengan adanya SE ini saya rasa menjadi kabar gembira. Jadi sudah bisa menjawab kegamangan-kegamangan daerah,” katanya.Terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik di tengah masa transisi penataan tenaga non-ASN. Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah, Kemendikdasmen terus berupaya menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus memberikan kepastian bagi para guru yang selama ini telah mengabdi di sekolah negeri di seluruh Indonesia.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:  facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

kunjungan-kerja-wakil-menteri-pendidikan-dasar-dan-menengah-dr-fajar-riza-ul-haq-ma-dalam-rangka-memperingati-hari-pendidikan-nasional

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional

Jum'at, 1 Mei 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. tiba di Palangka Raya didampingi oleh Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Bapak Dr. Saryadi, S.T., M.B.A. melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat 6 Kota Palangka Raya terkait dengan ketersediaan fasilitas sekolah serta memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa Sekolah Rakyat 6 Kota Palangka Raya. Sabtu, 2 Mei 2026, Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. beserta rombongan mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, dilanjutkan dengan Peresmian Revitalisasi dan Peninjauan Bangunan Revitalisasi di Sekolah Khusus (SKH) 2 Palangka Raya didampingi oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak H. Agustiar Sabran, S.I.Kom.,Agenda selanjutnya, Diskusi Pendidikan bersama dengan Wakil Bupati Kabupaten Pulang Pisau yang dihadiri oleh Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Organisasi Pendidikan serta Organisasi Masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau. Dalam arahannya Wamendikasmen, Bapak Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A menyatakan mengapresiasi bahwa program-program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah di implementasikan dengan baik di Kabupaten Pulang Pisau. Kemudian Wamendikdasmen mengikuti upacara Peringatan Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi daerah sekaligus memberikan arahan sekaligus launching “Program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar” di Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, dilanjutkan dengan Launching Kapal Pengangkut Guru Pesisir, dimana Kapal tersebut merupakan program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas yang ditujukan untuk menjadi armada transportasi guru yang bertugas di daerah pesisir Kabupaten Kapuas.Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap kebijakan berdampak nyata di akar rumput. Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

serap-aspirasi-guru-di-kalimantan-tengah-pemerintah-dorong-penguatan-kompetensi-dan-kesejahteraan

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Serap Aspirasi Guru di Kalimantan Tengah, Pemerintah Dorong Penguatan Kompetensi dan Kesejahteraan

Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 2 Mei 2026 - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru merupakan prasyarat utama dalam mempercepat transformasi pendidikan di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog bersama pemerintah daerah dan perwakilan guru se-Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5).  Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Pulang Pisau ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas guru, organisasi profesi, serta pemangku kepentingan pendidikan. Dialog berlangsung dalam format panel interaktif, menghadirkan ruang artikulasi langsung atas persoalan riil yang dihadapi guru di lapangan.  Dalam arahannya, Wamendikdasmen menekankan bahwa tantangan utama pendidikan saat ini tidak lagi terletak pada akses, melainkan kualitas pembelajaran di ruang kelas. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan nasional menempatkan guru sebagai prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia. “Guru tidak bisa lagi diposisikan sekadar pelaksana kurikulum. Guru adalah aktor kunci yang menentukan kualitas pembelajaran. Karena itu, penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru harus berjalan simultan,” ujar Fajar.Berdasarkan data Rapor Pendidikan, kualitas layanan pendidikan di Pulang Pisau masih memerlukan penguatan, khususnya pada aspek literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berada pada angka 68,48 menunjukkan capaian yang belum optimal dan memerlukan intervensi yang lebih sistematis.  Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah pusat telah menetapkan arah kebijakan strategis tahun 2026 yang mencakup peningkatan kualifikasi akademik guru, penguatan kompetensi berbasis praktik pembelajaran, serta integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan guru tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi motor inovasi di kelas. Selain aspek kualitas, isu kesejahteraan guru juga menjadi perhatian utama dalam diskusi. Wamendikdasmen menegaskan bahwa tata kelola guru ke depan akan dibangun dalam satu siklus utuh yang mencakup rekrutmen, pengembangan, kinerja, kesejahteraan, hingga karier. Pendekatan ini bertujuan menciptakan sistem yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan bagi profesi guru. Dalam forum tersebut, sejumlah guru menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, antara lain keterbatasan akses terhadap pelatihan berbasis praktik, minimnya pemanfaatan data dalam perencanaan pembelajaran, serta keterbatasan sarana digital. Wamendikdasmen menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan parsial, melainkan membutuhkan dukungan sistemik dari pemerintah daerah dan pusat. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pelatihan sesaat. Yang dibutuhkan adalah ekosistem pembelajaran guru yang berkelanjutan, berbasis komunitas, dan didukung kebijakan yang konsisten,” tegasnya. Lebih lanjut, Wamendikdasmen mendorong optimalisasi peran komunitas belajar guru seperti KKG dan MGMP sebagai ruang refleksi dan berbagi praktik baik. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah sebagai instructional leader yang mampu memastikan kualitas pembelajaran berjalan efektif di satuan pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamendikdasmen di Kalimantan Tengah dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Dialog tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan guru. Sebagai penutup, Wamendikdasmen menegaskan bahwa masa depan pendidikan daerah sangat ditentukan oleh kualitas guru. “Jika guru kuat, maka sekolah akan maju. Dan jika sekolah maju, masa depan daerah akan terjamin,” pungkasnya.***Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:  facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

semarak-hardiknas-di-kalteng-satukan-pendidikan-lingkungan-dan-tata-kelola-daerah-bangun-peradaban

Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

Semarak Hardiknas di Kalteng, Satukan Pendidikan, Lingkungan dan Tata Kelola Daerah Bangun Peradaban

Palangka Raya, 2 Mei 2026 - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Upacara Hardiknas diikuti sekitar 2.000 peserta ini menjadi ruang memperteguh komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas. Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, yang hadir bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk memperkuat arah transformasi pendidikan nasional. “Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga proses memanusiakan manusia, membangun karakter, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Wamen Fajar yang hadir dalam balutan busana adat Kalimantan Tengah dengan ornamen Lilis Lamiang, manik-manik khas Dayak Ngaju yang sarat makna filosofis sebagai simbol perlindungan, kekuatan, dan kehormatan.Ia menambahkan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Ketiga momentum tersebut mencerminkan keterkaitan erat antara pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola daerah dalam membangun masa depan bangsa. Sejalan dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan potensi, membangun karakter, dan memuliakan manusia sebagai makhluk yang bermartabat. Pendidikan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, transformasi pendidikan tidak lagi bertumpu pada pendekatan lama, melainkan bergerak menuju pembelajaran yang lebih mendalam agar peserta didik tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami, berpikir kritis, serta mampu mencipta. Wamen Fajar juga menekankan bahwa guru merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi prioritas pemerintah. “Guru adalah pusat perubahan. Investasi pada guru adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan kita,” tegasnya. Selain itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, sehat, dan inklusif, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada peserta didik, sejalan dengan peringatan Hari Bumi. Di sela-sela rangkaian upacara, Ikrar Pelajar Indonesia bergema dan diikuti seluruh peserta didik sebagai wujud komitmen generasi muda dalam menjunjung nilai integritas, semangat belajar, dan karakter kebangsaan. Suasana khidmat juga dipertegas melalui doa lintas agama yang melibatkan perwakilan agama Islam, Kristen, dan Hindu, sebagai simbol harmoni, toleransi, dan kebhinekaan. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pendidikan dari pemerintah daerah secara simbolis oleh Wamendikdasmen bersama Gubernur Kalimantan Tengah kepada tiga perwakilan satuan pendidikan, yakni SMA Negeri 3 Palangka Raya, SMK Negeri 4 Palangka Raya, dan Sekolah Khusus Negeri 1 Palangka Raya.Program bantuan perlengkapan sekolah ini memiliki total anggaran sekitar Rp58,8 miliar dan menjangkau sekitar 37.000 siswa di seluruh Kalimantan Tengah. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik. Wamen Fajar juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui program beasiswa dan penguatan sarana prasarana. Pemerintah terus mendorong percepatan Revitalisasi Satuan Pendidikan secara nasional. Pada tahun 2025, anggaran sebesar Rp16,9 triliun telah dialokasikan untuk lebih dari 16.000 satuan pendidikan. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah dengan prioritas pada satuan pendidikan rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana. Di Provinsi Kalimantan Tengah, sebanyak 72 satuan pendidikan telah menerima program revitalisasi pada tahun sebelumnya. Pemerintah berharap jumlah tersebut dapat terus meningkat melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, pemerintah mulai memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai bagian dari penguatan fondasi pendidikan sejak dini dan dukungan terhadap rencana kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah. Mengakhiri rangkaian kegiatan, Wamen menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional. “Dari Palangka Raya, kita tegaskan komitmen bersama untuk membangun pendidikan yang cerdas, hijau, dan berkeadilan,” pungkasnya.***Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:  facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

balai-gtk-provinsi-kalimantan-tengah-memperoleh-penghargaan-sakip-terbaik-1

Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

Balai GTK Provinsi Kalimantan Tengah Memperoleh Penghargaan SAKIP Terbaik 1

JAKARTA – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Kepala Balai GTK Kalteng secara resmi menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas pencapaian luar biasa dalam Peningkatan Nilai Penyelenggaraan SAKIP Tertinggi Periode 2024-2025.Dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/4), Balai GTK Kalteng tercatat sebagai instansi dengan progres efektivitas birokrasi paling signifikan. Tidak main-main, nilai capaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) lembaga ini melesat tajam dengan kenaikan sebesar 14,5 poin.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Balai GTK Kalteng dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil (result-oriented).I Ketut Sukajaya menyampaikan terimakasih kepada Tim SAKIP dan pegawai Balai GTK Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah bekerja keras meningkatkan Nilai Penyelenggaraan SAKIP sehingga mengalami peningkatan yang luar biasa di tahun 2025. Ia berharap semoga kinerja tahun 2026 semakin bertambah baik.