Refleksi Pemetaan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026

Daring

01 Jan 2026 - 26 Apr 2026

Rekap Hasil Instrumen Refleksi Pengawas Sekolah


Total: 101 Responden
1 1. Identitas
2 Dinas Pendidikan
3 Jenjang
4 Jenjang Jabatan
5 Pendidikan Terakhir
6 Rentang Usia
7 Jenis Kelamin
8 2. Kepribadian
9 Sebagai pengawas yang mendampingi banyak sekolah, bagaimana Anda memaknai peran ini dalam kaitannya dengan prinsip moral dan spiritual Anda?
10 Saat menghadapi dinamika di sekolah binaan yang sulit atau resistensi dari kepala sekolah, bagaimana Anda mengelola emosi Anda?
11 Bagaimana Anda memastikan setiap arahan dan tindakan Anda sebagai pengawas selalu selaras dengan kode etik profesi?
12 Bagaimana Anda merencanakan pengembangan diri Anda agar kualitas pendampingan yang Anda berikan benar-benar berpusat pada peserta didik?
13 Di tengah perubahan kebijakan pendidikan yang cepat, bagaimana cara adaptif Anda dalam meningkatkan kompetensi pengawasan?
14 Bagaimana Anda memastikan bahwa hasil dari proses belajar atau pelatihan yang Anda ikuti benar-benar diterapkan dalam pendampingan sekolah?
15 Saat mengambil keputusan atau memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah, bagaimana Anda melibatkan empati terhadap kondisi peserta didik?
16 Bagaimana Anda menunjukkan respek terhadap hak-hak peserta didik saat melakukan pendampingan kepada kepala sekolah?
17 Apa langkah Anda sebagai pengawas untuk memastikan keselamatan dan keamanan peserta didik menjadi prioritas di sekolah binaan?
18 3. Sosial
19 Bagaimana pola komunikasi yang Anda bangun dengan kepala sekolah agar dialog pendampingan benar-benar mengarah pada peningkatan mutu?
20 Dalam upaya meningkatkan mutu layanan, bagaimana Anda menjalin kerja sama dengan seluruh kepala sekolah binaan dan rekan pengawas?
21 Sejauh mana Anda melibatkan pemangku kepentingan (seperti Komite atau Tokoh Masyarakat) dalam mendampingi kepala sekolah?
22 Bagaimana pola koordinasi rutin yang Anda lakukan dengan pihak dinas atau pemangku kepentingan lain terkait mutu sekolah?
23 Bagaimana peran aktif Anda dalam organisasi profesi pengawas (APSI) untuk mendukung mutu layanan di sekolah binaan?
24 Apa yang Anda lakukan untuk menyebarluaskan praktik baik hasil pendampingan Anda kepada kepala sekolah?
25 4. Profesional
26 Bagaimana cara Anda mendampingi kepala sekolah dalam mengidentifikasi apa saja yang perlu dikembangkan dari kemampuan diri mereka?
27 Dalam mendampingi kepala sekolah menyusun rencana pengembangan diri, hal apa yang menjadi fokus utama Anda?
28 Bagaimana pola pendampingan Anda saat kepala sekolah sedang menjalankan rencana pengembangan diri mereka?
29 Bagaimana Anda memetakan komitmen perubahan kepala sekolah dan menentukan strategi pendampingan yang tepat?
30 Bagaimana Anda mendampingi kepala sekolah dalam menyusun perencanaan program sekolah berbasis profil satuan pendidikan?
31 Bagaimana cara Anda memastikan bahwa program pengembangan yang telah direncanakan sekolah benar-benar terlaksana dengan baik?
32 Saat ada kebijakan pendidikan baru, bagaimana Anda mendampingi kepala sekolah dalam mengkaji dan memahaminya?
33 Bagaimana pola pendampingan Anda untuk memastikan implementasi kebijakan pendidikan di sekolah binaan berjalan maksimal?

Kesimpulan dari AI

RANGKUMAN ANALISIS DATA

  • 📍 Distribusi Wilayah: Responden didominasi oleh Provinsi Kalteng (22,8%), Kab. Kotawaringin Timur (20,8%), dan Kab. Kapuas (17,8%). Terdapat anomali berupa zero partisipasi (0%) dari Kab. Barito Utara, Kab. Lamandau, dan Kab. Sukamara.
  • 🏫 Jenjang & Jabatan: Mayoritas pengawas bertugas di jenjang SD (52,5%) dengan jabatan fungsional Pengawas Sekolah (PS) Ahli Madya (52,5%) dan PS Ahli Muda (37,6%).
  • 🎓 Profil Pendidikan: Kualitas pendidikan formal sangat tinggi, di mana 99% responden telah menempuh pendidikan minimal S1, dengan proporsi S1 dan S2 yang seimbang (masing-masing 48,5%).
  • 👴 Demografi Usia: Terdapat dominasi kelompok usia senior, di mana 41,6% responden berusia di atas 56 tahun. Hal ini mengindikasikan periode regenerasi pengawas akan segera terjadi dalam 1-5 tahun ke depan.
  • 🤝 Kompetensi Sosial-Emosional: Pengawas memiliki tingkat kematangan emosi yang baik, terlihat dari 49,5% responden yang memilih untuk tetap tenang dan santun saat menghadapi resistensi dari kepala sekolah.
  • 📈 Pola Pendampingan: Pengawas cenderung kuat dalam memfasilitasi diskusi kebijakan (33,7%) dan membantu kepala sekolah menganalisis relevansi kebijakan (40,6%), namun masih rendah dalam kapasitas membimbing rekan sejawat (mentoring).

TABEL REKAPITULASI JAWABAN (PERSENTASE)

No Pertanyaan Fokus Pendampingan Opsi 1 (%) Opsi 2 (%) Opsi 3 (%) Opsi 4 (%) Opsi 5 (%)
1 Makna Peran (Moral/Spiritual) 16.8 38.6 21.8 12.9 9.9
2 Pengelolaan Emosi & Resistensi 9.9 49.5 7.9 26.7 5.9
3 Keselarasan Kode Etik 8.9 37.6 12.9 33.7 6.9
4 Perencanaan Pengembangan Diri 11.9 34.7 18.8 29.7 5.0
5 Adaptabilitas Perubahan Kebijakan 15.8 39.6 7.9 28.7 7.9
6 Penerapan Hasil Belajar 13.9 36.6 16.8 26.7 5.9
7 Empati Terhadap Peserta Didik 16.8 24.8 30.7 21.8 5.9
8 Respek Hak Peserta Didik 8.9 41.6 25.7 18.8 5.0
9 Keselamatan & Keamanan Siswa 15.8 29.7 25.7 21.8 6.9
10 Komunikasi Mutu dengan KS 10.9 18.8 27.7 37.6 5.0
11 Kerja Sama & Kolaborasi Mutu 11.9 24.8 20.8 31.7 10.9
12 Pelibatan Pemangku Kepentingan 7.9 35.6 35.6 15.8 5.0
13 Koordinasi Rutin dengan Dinas 11.9 26.7 35.6 19.8 5.9
14 Peran Aktif di Org. Profesi (APSI) 20.8 40.6 8.9 18.8 10.9
15 Penyebarluasan Praktik Baik 17.8 22.8 31.7 17.8 9.9
16 Identifikasi Kebutuhan Diri KS 5.9 25.7 40.6 21.8 5.9
17 Fokus Rencana Pengembangan KS 8.9 28.7 29.7 26.7 5.9
18 Pola Pendampingan Belajar KS 11.9 29.7 28.7 24.8 5.0
19 Pemetaan Komitmen Perubahan 8.9 40.6 30.7 14.9 5.0
20 Perencanaan Berbasis Data (PBD) 13.9 43.6 24.8 10.9 6.9
21 Monitoring Pelaksanaan Program 9.9 38.6 18.8 27.7 5.0
22 Kajian Kebijakan Baru dengan KS 9.9 33.7 40.6 11.9 4.0
23 Implementasi Kebijakan Maksimal 8.9 30.7 33.7 20.8 5.9
- RATA-RATA PERSENTASE 12.0 33.6 23.5 22.5 6.7

KESIMPULAN ANALISIS

  • ⚠️ Anomali Kritis: Terdapat kesenjangan partisipasi yang sangat tajam antar wilayah. Tiga kabupaten tanpa responden menunjukkan adanya masalah aksesibilitas instrumen atau koordinasi di wilayah tersebut. Selain itu, hanya 6,7% (rata-rata) pengawas yang berada pada level "Membimbing/Mentor" (Opsi 5), mengindikasikan kurangnya kader pemimpin di internal pengawas.
  • 🌟 Kekuatan Utama: Pengawas memiliki kesadaran tinggi pada aspek Penerapan/Implementasi (33,6%) dan Dialog Mendalam (40,6%) dalam mengidentifikasi kendala kepala sekolah. Hubungan interpersonal pengawas-kepala sekolah cenderung harmonis dan berbasis data.
  • 📉 Titik Lemah: Aspek "Evaluasi Dampak" dan "Mentoring Sejawat" masih konsisten rendah. Pengawas lebih banyak berperan sebagai "pelaksana tugas" dan "pendamping teknis" daripada sebagai "analis strategis" yang mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari pendampingan mereka.

REKOMENDASI PERBAIKAN

  • 🔄 Program Mentoring Berjenjang: Mengingat banyaknya pengawas senior (>56 tahun) dan rendahnya angka Opsi 5 (mentoring), perlu dibuat program transfer of knowledge yang terstruktur sebelum mereka memasuki masa purna tugas.
  • 💻 Optimalisasi Distribusi Instrumen: Melakukan audit penyebab 0% responden di Barito Utara, Lamandau, dan Sukamara. Perlu penguatan jaringan internet atau distribusi instrumen melalui koordinator wilayah yang lebih proaktif.
  • 📊 Penguatan Analisis Evaluatif: Pelatihan pengawas ke depan tidak boleh lagi hanya berfokus pada "cara mendampingi", tetapi harus bergeser ke arah "cara mengevaluasi dampak pendampingan terhadap mutu belajar siswa" (fokus pada data outcome, bukan sekadar output).
  • 📱 Digitalisasi Praktik Baik: Mendorong 31,7% responden yang sudah mendokumentasikan karya untuk mempublikasikannya di Platform Merdeka Mengajar (PMM) agar dapat diakses oleh pengawas di wilayah yang partisipasinya rendah.
  • 🤝 Revitalisasi APSI: Meningkatkan peran organisasi profesi sebagai laboratorium pemecahan masalah dilema etika, bukan sekadar wadah sosialisasi kebijakan (mengingat Opsi 5 pada poin organisasi profesi masih rendah).