Refleksi Pemetaan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026

Daring

01 Jan 2026 - 26 Apr 2026

Rekap Hasil Instrumen Refleksi Guru


Total: 7903 Responden
1 1. Identitas
2 Kab/Kota
3 Jenjang
4 Jenjang Jabatan
5 Pendidikan Terakhir
6 Rentang Usia
7 Jenis Kelamin
8 2. Pedagogik
9 Saat memulai pembelajaran di kelas, bagaimana cara Anda memastikan suasana belajar mendukung kenyamanan fisik maupun mental siswa?
10 Bagaimana proses Anda dalam merancang alur pembelajaran agar materi terasa logis dan relevan dengan kondisi siswa?
11 Saat memilih atau menggunakan buku teks dan modul ajar, apa pertimbangan utama Anda agar alat tersebut efektif membantu siswa belajar?
12 Dalam penyampaian materi, bagaimana Anda menggunakan strategi komunikasi dan teknologi (TIK) untuk menumbuhkan minat serta nalar kritis siswa?
13 Bagaimana cara Anda merancang dan melaksanakan proses penilaian (asesmen) di kelas agar terasa adil dan mendukung kemajuan siswa?
14 Apa yang biasanya Anda sampaikan kepada peserta didik setelah penilaian agar masukan tersebut membantu mereka untuk berkembang?
15 Bagaimana pola Anda dalam mengolah data nilai dan melaporkan perkembangan siswa secara nyata kepada orang tua?
16 3. Kepribadian
17 Dalam menjalani keseharian sebagai pendidik, bagaimana Anda menyelaraskan pandangan hidup dan pengelolaan emosi Anda saat bekerja?
18 Bagaimana Anda memastikan bahwa setiap tindakan dan ucapan Anda selalu menjaga martabat serta integritas profesi guru?
19 Bagaimana pola Anda dalam mengenali kebutuhan belajar diri sendiri dan menerapkan hasil pengembangan diri tersebut bagi siswa?
20 Bagaimana Anda menunjukkan empati, respek terhadap hak siswa, serta kepedulian pada keselamatan mereka dalam keseharian?
21 4. Sosial
22 Dalam melaksanakan tugas bersama rekan sejawat, bagaimana pola komunikasi dan pengorganisasian kerja yang Anda bangun?
23 Apa yang biasanya Anda lakukan saat melihat adanya tujuan sekolah atau program pembelajaran yang membutuhkan bantuan ekstra?
24 Bagaimana strategi Anda dalam melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar untuk mendukung proses belajar siswa?
25 Apa peran yang Anda ambil dalam organisasi profesi untuk membantu pemecahan masalah pembelajaran dan berbagi praktik baik?
26 5. Profesional
27 Bagaimana cara Anda mengidentifikasi, mengolah, dan menyusun alur materi pengetahuan agar relevan dengan tujuan belajar?
28 Bagaimana Anda menyesuaikan pendekatan mengajar dengan tahap perkembangan, latar belakang sosial-budaya, hingga potensi tiap siswa?
29 Bagaimana langkah Anda dalam menciptakan kelas yang inklusif, termasuk bagi peserta didik penyandang disabilitas?
30 Bagaimana Anda menerapkan kurikulum dan memilih strategi agar proses belajar benar-benar berpusat pada peserta didik?
31 Bagaimana cara Anda menggunakan hasil asesmen dan strategi pengajaran untuk meningkatkan capaian literasi serta numerasi siswa?

Kesimpulan dari AI

📊 Rangkuman Eksekutif Data Survei Refleksi Guru

  • Profil Responden: Total 7.903 guru berpartisipasi, didominasi oleh perempuan (72,7%) dan mayoritas bertugas di jenjang SD (51,3%).
  • Geografi & Pendidikan: Kabupaten Kotawaringin Timur menyumbang partisipasi tertinggi (25,1%). Secara kualifikasi, 93,7% responden telah menempuh pendidikan S1.
  • Kompetensi Pedagogik: Mayoritas guru berada pada level Penerapan Rutin (Opsi 2). Penggunaan perangkat ajar adalah area dengan performa tertinggi (63% guru sudah memilih perangkat yang memudahkan siswa).
  • Kepemimpinan Pembelajaran: Terdapat gap yang signifikan pada aspek mentoring dan diseminasi (Opsi 5), di mana rata-rata hanya 1,7% guru yang merasa mampu membimbing rekan sejawat atau memelopori transformasi di sekolah.
  • Literasi & Numerasi: 30,5% guru sudah pada tahap menganalisis hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata analisis pada aspek lain.

📈 Tabel Rekapitulasi Persentase Jawaban (N=7903)

No Pertanyaan Instrumen Refleksi Opsi 1 (%) Opsi 2 (%) Opsi 3 (%) Opsi 4 (%) Opsi 5 (%)
1 Memastikan kenyamanan suasana belajar 28.7 43.6 19.9 5.9 1.9
2 Merancang alur pembelajaran logis 12.5 39.6 37.9 9.0 1.0
3 Memilih buku teks dan modul ajar 9.0 63.0 18.6 8.5 0.9
4 Penggunaan TIK dan nalar kritis 23.3 49.4 19.5 4.9 2.9
5 Perancangan dan pelaksanaan asesmen 15.7 44.4 26.9 11.5 1.6
6 Pemberian umpan balik hasil belajar 23.9 53.7 15.8 5.5 1.0
7 Pengolahan dan pelaporan data nilai 23.8 47.8 18.3 8.1 2.0
8 Penyelarasan pandangan hidup & emosi 28.2 48.5 14.9 7.0 1.5
9 Menjaga martabat dan etika profesi 33.5 42.1 14.9 7.4 2.1
10 Pengembangan diri berkelanjutan 42.7 31.5 17.5 7.1 1.2
11 Empati dan perlindungan hak siswa 21.7 57.3 12.1 7.0 1.9
12 Komunikasi dan organisasi kerja tim 45.7 28.5 10.4 11.9 3.5
13 Kontribusi pada program sekolah 26.6 38.6 12.0 21.0 1.7
14 Keterlibatan orang tua & masyarakat 47.4 13.6 23.3 12.2 3.4
15 Peran dalam organisasi profesi 59.4 20.0 12.7 5.9 1.9
16 Penyusunan alur materi pengetahuan 23.7 33.2 16.1 25.2 1.8
17 Penyesuaian pendekatan mengajar 25.4 42.4 21.3 9.7 1.3
18 Penciptaan kelas inklusif 18.3 45.9 27.9 7.0 0.9
19 Penerapan kurikulum berpusat pada siswa 14.2 49.6 27.3 7.7 1.3
20 Peningkatan literasi dan numerasi 25.9 28.2 30.5 13.8 1.6
- RATA-RATA PERSENTASE 27.4% 40.9% 20.4% 9.5% 1.8%

⚠️ Highlight Data Anomali & Menonjol

  • 🚩 Anomali Partisipasi: Kesenjangan responden antar daerah sangat tajam (Kotawaringin Timur 1.981 vs Seruyan 96). Hal ini dapat mendistorsi hasil refleksi provinsi jika tidak dibobot per daerah.
  • 🚩 Anomali Kompetensi: Pada poin 15 (Organisasi Profesi), 59,4% guru baru pada tahap "Menyadari pentingnya", namun sangat sedikit yang aktif berbagi. Ini adalah angka "pasif" tertinggi dibanding aspek lain.
  • Data Menonjol: Poin 3 (Pemilihan Perangkat Ajar) menunjukkan angka 63,0% pada level penerapan rutin. Ini mengindikasikan guru sangat bergantung dan patuh pada penggunaan buku teks/modul sebagai panduan utama.
  • 🚩 Kesenjangan Jabatan: Terdapat 1.230 guru Non-ASN/Honorer yang memiliki beban tanggung jawab serupa dengan Ahli Pertama, namun akses pengembangan diri mereka seringkali berbeda.

💡 Kesimpulan Analisis

  1. Dominasi Level Operasional: Mayoritas guru (40,9%) berada pada tahap pelaksanaan rutin (Opsi 2). Mereka sudah mampu mengajar dan menjalankan administrasi, namun belum banyak yang melakukan evaluasi mandiri (Opsi 3).
  2. Kelemahan Kolaborasi Berdampak: Rendahnya rata-rata pada Opsi 4 (9,5%) dan Opsi 5 (1,8%) menunjukkan bahwa budaya berbagi praktik baik dan mentoring antar guru masih sangat rendah.
  3. Kesadaran Pengembangan Diri: Angka 42,7% pada Opsi 1 (Pengembangan Diri) menunjukkan masih banyak guru yang baru "menyadari kekurangan" namun belum mengambil langkah nyata untuk pelatihan mandiri.
  4. Kesiapan Inklusivitas: Guru cukup percaya diri dalam adaptasi kelas inklusif (45,9% di Opsi 2), namun pendalaman strategi khusus disabilitas masih membutuhkan penguatan.

🚀 Rekomendasi Perbaikan

  • 🤝 Program Peer-Mentoring: Mengingat hanya 1,8% guru yang berada di level mentor (Opsi 5), dinas terkait perlu mengidentifikasi individu-individu ini untuk dijadikan anchor dalam program "Guru Imbas" di KKG/MGMP.
  • 📚 Optimalisasi Organisasi Profesi: Transformasi MGMP/KKG dari sekadar pertemuan administratif menjadi wadah berbagi praktik baik (fokus pada pergeseran dari Opsi 1 ke Opsi 3 dan 4).
  • 💻 Pelatihan Berbasis Data (Literasi/Numerasi): Memperkuat kemampuan guru dalam membaca data asesmen agar mereka tidak hanya "menyisipkan" literasi, tetapi mampu "mendiagnosa" kebutuhan siswa (meningkatkan Opsi 3).
  • ⚖️ Pemerataan Kualitas: Perlu perhatian khusus untuk kabupaten dengan jumlah responden rendah (seperti Seruyan dan Barito Selatan) guna memastikan standar kualitas guru merata di seluruh wilayah.
  • 📱 Diversifikasi TIK: Mengalihkan fokus pelatihan TIK dari sekadar "penyajian materi" menjadi "pemicu nalar kritis" guna meningkatkan kualitas interaksi di kelas.