| No |
Pertanyaan |
Sangat Tidak Setuju (STS) |
Tidak Setuju (TS) |
Setuju (S) |
Sangat Setuju (SS) |
| 1 |
Pengajar menyampaikan tujuan program/kegiatan secara jelas dan mudah dipahami di awal sesi |
33.33% |
0.00% |
66.67% |
0.00% |
| 2 |
Pengajar mampu membangun diskusi yang saling menguatkan dan menjaga agar tetap terfokus pada pokok materi |
33.33% |
0.00% |
66.67% |
0.00% |
| 3 |
Metode dan alat peraga yang digunakan Pengajar efektif dalam membantu proses diskusi dan latihan peserta |
33.33% |
0.00% |
66.67% |
0.00% |
| 4 |
Pengajar memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif (membangun) dan bermakna terhadap respons/tugas peserta |
33.33% |
0.00% |
33.33% |
33.33% |
| 5 |
Pengajar memberikan apresiasi yang proporsional terhadap proses dan usaha belajar yang ditunjukkan peserta |
33.33% |
0.00% |
66.67% |
0.00% |
| 6 |
Pokok materi disampaikan dengan gaya komunikasi yang efektif, runtut, dan mudah dipahami oleh peserta |
33.33% |
0.00% |
66.67% |
0.00% |
| 7 |
Pengajar mengelola alokasi waktu kegiatan (penyampaian materi, diskusi, dan latihan) dengan efektif dan efisien |
33.33% |
0.00% |
66.67% |
0.00% |
| Rata-rata |
33.33% |
0.00% |
61.91% |
4.76% |
Rangkuman Analisis Data
- 👥 Partisipan Survey: Evaluasi ini melibatkan 3 orang responden yang memberikan penilaian terhadap 3 pengajar, yaitu Tuti Marfuah, Poppy Monica Meka, dan Septi Rahayu (masing-masing dinilai oleh 1 responden).
- 📊 Distribusi Penilaian: Secara umum, mayoritas responden memberikan penilaian positif dengan rata-rata akumulatif 61.91% pada kategori "Setuju" dan 4.76% pada "Sangat Setuju". Namun, terdapat ketidakpuasan yang konsisten sebesar 33.33% pada kategori "Sangat Tidak Setuju" untuk seluruh parameter evaluasi.
- 📝 Umpan Balik Kualitatif: Responden menyoroti pentingnya pemerataan interaksi (tidak hanya fokus pada peserta di baris depan), kesiapan perangkat teknis pembelajaran untuk menghindari kendala teknis, serta pengelolaan manajemen waktu/linimasa pada kelas daring.
Kesimpulan Hasil Analisis
- ⚠️ Anomali Data yang Menonjol: Terdapat polarisasi ekstrem di mana tepat 1 responden (33.33%) secara konsisten memberikan nilai "Sangat Tidak Setuju" pada semua aspek pertanyaan kuantitatif. Hal ini mengindikasikan adanya satu pengajar atau satu pengalaman belajar spesifik yang dinilai sangat buruk oleh peserta tersebut, atau adanya tingkat ketidakpuasan total dari salah satu responden.
- 🌟 Aspek Unggul: Aspek memberikan umpan balik (feedback) memiliki sebaran nilai terbaik karena berhasil mendapatkan penilaian "Sangat Setuju" (33.33%), yang menunjukkan bahwa setidaknya ada satu pengajar yang dinilai sangat luar biasa dalam memberikan evaluasi kepada peserta.
- 📉 Aspek Kritis: Aspek penyampaian tujuan, metode diskusi, efektivitas alat peraga, apresiasi belajar, gaya komunikasi, dan manajemen waktu memiliki pola penilaian yang serupa (66.67% Setuju dan 33.33% Sangat Tidak Setuju). Ini mengindikasikan adanya kesenjangan kualitas pengajaran atau persepsi yang lebar antar-pengajar.
Rekomendasi Perbaikan
- 🗣️ Peningkatan Interaktivitas dan Pemerataan Fokus: Pengajar disarankan menggunakan teknik random calling atau membagi kelompok diskusi secara berkala untuk memastikan peserta di area belakang (luring) atau yang kurang aktif (daring) tetap terlibat sepenuhnya dalam proses belajar.
- 🛠️ Standardisasi Kesiapan Teknis: Mewajibkan para pengajar untuk melakukan uji coba perangkat (hardware, software, koneksi internet) minimal 15 menit sebelum kelas dimulai guna meminimalisir hambatan teknis saat sesi berlangsung.
- ⏱️ Penyusunan dan Kedisiplinan Linimasa (Time Management): Membuat rancangan aktivitas belajar (Lesson Plan) yang ketat per menit, terutama untuk kelas daring, serta menyediakan jam penunjuk waktu (timer) visual saat sesi diskusi/latihan agar porsi waktu tidak meleset dari jadwal.
- 📋 Evaluasi Internal dan Pendampingan Pengajar: Mengingat adanya 1 responden yang memberikan nilai terendah di semua aspek, perlu dilakukan konfirmasi internal (cross-check) terhadap performa masing-masing pengajar (Tuti Marfuah, Poppy Monica Meka, dan Septi Rahayu) untuk mengidentifikasi pengajar mana yang membutuhkan pelatihan kompetensi pedagogik tambahan.