Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Palangka Raya

Luring

20 Jul 2026 - 21 Jul 2026

Rekap Hasil INSTRUMEN MONITORING DAN EVALUASI OLEH UPT


Total: 1 Responden
1 Kabupaten/Kota
2 Tanggal Kegiatan
  • "2026-07-21"
3 Moda Pelatihan
4 Kesesuaian penyelenggaraan dengan Panduan Diseminasi
5 Berapa Kehadiran Peserta Pelatihan?
  • "30"
6 Apakah pelaksaan pelatiha sesuai dengan jadwal?
7 Sarana Prasarana
8 Kenyamanan ruang kegiatan [ventilasi udara, pendingin ruangan, pencahayaan]
9 Kebersihan ruang kelas
10 Kesiapan dan ketersediaan sarana kegiatan [audio visual/LCD/microphone dll]
11 Kenyamanan kamar mandi / toilet
12 Kemampuan Panitia mengelola Kegiatan
13 Pelayanan Panitia
14 Ketrampilan Pengajar
15 Penguasaan substansi
16 Kemampuan memfasilitasi
17 Kemampuan penerapan pendekatan ARKA
18 Sikap Narasumber
19 Pengajar Penerapan Pendekatan ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi,Aplikasi)
20 Partisipasi Peserta
21 Keterlibatan kognitif (Kemampuan Memahami Modul)
22 Keterlibatan emosional (kemampuan untuk memahami dan mengontrol emosi diri sendiri serta orang lain)
23 Keterlibatan Perilaku (Partisipasi aktif dan tindakan nyata peserta dalam kegiatan tersebut)

Kesimpulan dari AI

RANGKUMAN HASIL ANALISIS

  • ๐Ÿ“Š Metrik Survei: Survei "Instrumen Monitoring dan Evaluasi oleh UPT" ini hanya diisi oleh 1 responden (dari Kota Palangka Raya) untuk memantau pelaksanaan pelatihan bauran dengan jumlah kehadiran 30 peserta.
  • โš ๏ธ Anomali Data Utama (Sangat Menonjol): Jumlah responden yang sangat minim (hanya 1 orang / N=1) menyebabkan tingkat bias yang sangat tinggi. Data ini tidak representatif untuk menggambarkan kondisi riil di seluruh wilayah sasaran karena adanya kekosongan data (0 responden) dari Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, Barito Selatan, dan Kotawaringin Barat.
  • ๐ŸŸก Anomali Fasilitas Fisik: Kenyamanan kamar mandi/toilet mendapatkan penilaian "Baik", lebih rendah dibandingkan dengan sarana fisik lain (ruang kelas, ventilasi, sarana visual) yang berhasil mendapatkan penilaian maksimal "Baik Sekali".
  • ๐ŸŸก Anomali Kompetensi & Kognitif: Aspek akademis seperti Penguasaan Substansi, Kemampuan Memfasilitasi, dan Keterlibatan Kognitif (Pemahaman Modul) dinilai berada di level "Baik", berbeda dengan metode pendekatan ARKA dan sikap narasumber yang berhasil dinilai maksimal "Sangat Baik".

No Pertanyaan Sangat Baik / Baik Sekali / Ya (%) Baik / Tidak (%) Cukup (%) Kurang / Buruk (%)
1 Apakah pelaksanaan pelatihan sesuai dengan jadwal? 100% 0% 0% 0%
2 Kenyamanan ruang kegiatan [ventilasi, pendingin, pencahayaan] 100% 0% 0% 0%
3 Kebersihan ruang kelas 100% 0% 0% 0%
4 Kesiapan dan ketersediaan sarana kegiatan [audio visual/LCD/mic] 100% 0% 0% 0%
5 Kenyamanan kamar mandi / toilet ๐ŸŸก 0% 100% 0% 0%
6 Kemampuan Panitia mengelola Kegiatan 100% 0% 0% 0%
7 Pelayanan Panitia 100% 0% 0% 0%
8 Penguasaan substansi narasumber ๐ŸŸก 0% 100% 0% 0%
9 Kemampuan memfasilitasi narasumber ๐ŸŸก 0% 100% 0% 0%
10 Kemampuan penerapan pendekatan ARKA 100% 0% 0% 0%
11 Sikap Narasumber 100% 0% 0% 0%
12 Pengajar Penerapan Pendekatan ARKA 100% 0% 0% 0%
13 Keterlibatan kognitif (Kemampuan Memahami Modul) ๐ŸŸก 0% 100% 0% 0%
14 Keterlibatan emosional 100% 0% 0% 0%
15 Keterlibatan Perilaku 100% 0% 0% 0%
- RATA-RATA 73.33% 26.67% 0.00% 0.00%

KESIMPULAN

  • ๐Ÿ“Œ Kualitas Pelaksanaan Sangat Baik Namun Bias: Berdasarkan perspektif responden tunggal, pelatihan bauran di Palangka Raya berjalan tepat waktu dengan kualitas sarana kelas, kinerja panitia, dan metode ARKA yang sangat memuaskan (rata-rata kepuasan bernilai positif sebesar 73.33% pada tingkat maksimal).
  • ๐Ÿ“Œ Kurangnya Validitas Representatif Wilayah: Ketiadaan data dari 5 Kabupaten lainnya membuat hasil monitoring ini tidak valid untuk mengevaluasi kinerja UPT secara regional (Kalimantan Tengah).
  • ๐Ÿ“Œ Fasilitas Sanitasi & Aspek Kognitif Perlu Perhatian: Meskipun dinilai "Baik", fasilitas toilet dan pemahaman substansi/modul oleh peserta berada di bawah standar performa variabel lainnya yang menduduki nilai "Sangat Baik".

REKOMENDASI PERBAIKAN

  • ๐Ÿšจ Wajib Partisipasi Monitoring (Mandatory Filling): Mewajibkan seluruh perwakilan UPT di setiap Kabupaten/Kota untuk mengisi instrumen monitoring ini sesaat setelah pelatihan selesai sebagai syarat administratif laporan pertanggungjawaban kegiatan.
  • ๐Ÿงป Peningkatan Standar Fasilitas Sanitasi: Melakukan koordinasi dengan penyedia tempat/ruang kegiatan untuk memastikan kebersihan, ketersediaan air, dan kenyamanan kamar mandi/toilet ditingkatkan agar setara dengan kenyamanan ruang kelas.
  • ๐ŸŽ“ Refleksi Metodologi Narasumber: Memberikan umpan balik kepada narasumber agar menyederhanakan penyampaian substansi modul dan memperkuat teknik fasilitasi interaktif demi mendongkrak pemahaman kognitif peserta dari level "Baik" menjadi "Sangat Baik".
  • ๐Ÿ“ฑ Digitalisasi & Pembatasan Sistem: Memanfaatkan sistem pengingat otomatis (notifikasi sistem) dan hard-locking sistem pelaporan yang tidak dapat ditutup sebelum semua wilayah memasukkan minimal satu data monitoring.