📊 Analisis Demografi Responden
📈 Tabel Rekapitulasi Evaluasi Penyelenggaraan (Pilihan Ganda)
| No |
Aspek Evaluasi / Pertanyaan |
Sangat Positif (Tingkat 4) (%) |
Positif (Tingkat 3) (%) |
Cukup (Tingkat 2) (%) |
Kurang/Sangat Tidak (Tingkat 1) (%) |
| 1 |
Kesesuaian waktu pelaksanaan dengan jumlah JP |
53,57% |
46,43% |
0,00% |
0,00% |
| 2 |
Kelengkapan perangkat ajar (modul, LK, media, tayang) |
53,57% |
39,29% |
3,57% |
3,57% |
| 3 |
Ketersediaan alat bantu pelatihan (LCD, laptop, audio) |
64,29% |
28,57% |
7,14% |
0,00% |
| 4 |
Kenyamanan ruang pelatihan dan fasilitas penunjang |
57,14% |
32,14% |
3,57% |
7,14% |
| 5 |
Keramahan penyelenggara |
78,57% |
14,29% |
7,14% |
0,00% |
| 6 |
Sikap penyelenggara dalam membantu kesulitan peserta |
67,86% |
25,00% |
7,14% |
0,00% |
| 7 |
Kelengkapan materi modul 7 Jurus BK Hebat |
60,71% |
32,14% |
7,14% |
0,00% |
| 8 |
Ketepatan urutan materi modul 7 Jurus BK Hebat |
64,29% |
28,57% |
7,14% |
0,00% |
| 9 |
Kerunutan materi pelatihan yang dipelajari |
60,71% |
32,14% |
7,14% |
0,00% |
| 10 |
Kepraktisan modul untuk layanan BK / pembelajaran |
57,14% |
35,71% |
7,14% |
0,00% |
| 11 |
Kepraktisan materi pelatihan untuk diterapkan |
57,14% |
35,71% |
7,14% |
0,00% |
| 12 |
Relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan murid |
64,29% |
32,14% |
3,57% |
0,00% |
| 13 |
Ketepatan media dengan materi pelatihan |
64,29% |
28,57% |
7,14% |
0,00% |
| Rata-rata |
61,81% |
30,05% |
5,76% |
0,82% |
📝 Rangkuman Analisis Kualitatif
📌 Kesimpulan
- 🎯 Penyelenggaraan pelatihan di Kabupaten Kotawaringin Barat secara keseluruhan berjalan sangat sukses, dengan tingkat kepuasan gabungan kategori positif (Sangat Baik dan Baik) mencapai 91,86%.
- 🤝 Keramahan panitia (78,57%) dan relevansi materi dengan kebutuhan murid (64,29% Sangat Relevan) menjadi poin keunggulan utama program.
- ⚠️ Area yang memerlukan pembenahan kritis terpusat pada stabilitas infrastruktur lokasi (fasilitas listrik/AC) dan proporsi durasi pelatihan yang dirasa terlalu padat bagi peserta non-Guru BK.
🛠️ Rekomendasi Perbaikan
- ⏱️ Optimalisasi Durasi dan Manajemen Sesi: Menambah alokasi waktu atau membagi pelatihan menjadi beberapa tahap (misalnya 2–3 jurus per sesi terpisah), disertai penambahan porsi simulasi/praktik langsung kasus riil di sekolah.
- 🔌 Mitigasi Infrastruktur dan Lokasi: Memastikan penyediaan sumber daya cadangan (genset/UPS), penyediaan koneksi internet cadangan yang stabil, serta pengaturan tata letak dan suhu pendingin ruangan agar merata.
- 👥 Diferensiasi Modul Berdasarkan Peran Guru: Menyediakan panduan adaptasi praktis khusus bagi Guru Kelas dan Guru Mapel agar penerapan 7 Jurus BK Hebat dapat terintegrasi langsung dalam pengelolaan kelas harian.
- 🔄 Program Pengimbasan & Forum Tindak Lanjut: Membentuk grup pendampingan pascapelatihan sebagai media refleksi, monitoring implementasi, dan wadah pengimbasan ke guru lain di satuan pendidikan masing-masing.
🔍 Catatan Anomali & Temuan Menonjol
- 📍 Konsentrasi Geografis Tunggal: Sebanyak 100% data berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, sementara 5 kabupaten/kota lain yang tercantum di instrumen bernilai 0 responden. Perlu validasi apakah kegiatan ini merupakan diklat khusus per wilayah atau terdapat kendala distribusi pengisian instrumen di daerah lain.
- ❄️ Keluhan Fasilitas Spesifik: Terdapat 7,14% responden yang menilai ruang pelatihan Sangat Tidak Nyaman dan 3,57% menilai perangkat ajar Sangat Tidak Lengkap, yang berkorelasi langsung dengan catatan esai mengenai pemadaman listrik tiba-tiba dan penempatan posisi duduk tepat di bawah hembusan pendingin udara (AC).
- 🧠 Divergensi Pemahaman ARKA: Terdapat 1 responden yang mendefinisikan ARKA menggunakan kerangka kerja perubahan sistemik "5R (Result, Resources, Rules, Role, Relation)" dan akronim "Amati, Refleksi, Kolaborasi, Aksi", berbeda dari konsep baku pelatihan (Aktivitas, Refleksi, Konsep/Konseptualisasi, Aplikasi). Hal ini mengindikasikan adanya pencampuran referensi konsep manajerial lain yang dibawa oleh peserta.