Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat

Luring (SKB Kabupaten Kotawaringin Barat)

21 Jul 2026 - 22 Jul 2026

Rekap Hasil INSTRUMEN EVALUASI PENYELENGGARAAN (Diisi oleh Peserta & Pengajar)


Total: 28 Responden
1 Nama
  • "IRMA YUSTIANA EKAYANTI"
  • "Fuad Hamdani"
  • "Jelita"
  • "Ade Suryani, S.Pd"
  • "Noviani Nastiti"

+ 23 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

2 Guru
3 Asal Sekolah
  • "SMAN 3 PANGKALAN BUN"
  • "SMP N 1 KOTAWARINGIN LAMA"
  • "SD NEGERI -1 KARANG MULYA"
  • "SMAN 1 ARUT UTARA"
  • "SD Negeri 1 Raja"

+ 23 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

4 Kabupaten/Kota
5 BAGIAN A
6 Kesesuaian antara waktu pelaksanaan dengan jumlah Jam Pelajaran (JP) yang telah ditetapkan
7 Perangkat ajar (modul, lembar kerja, bahan tayang, media, dan lain sebagainya)
8 Alat bantu pelatihan (LCD, Laptop, Proyektor, Sistem Suara dan lain sebagainya)
9 Ruang pelatihan dan fasilitas penunjang lainnya (kursi, meja dan lain sebagainya)
10 Keramahan penyelenggara
11 Sikap penyelenggara dalam membantu peserta dalam menghadapi kesulitan
12 BAGIAN A
13 Kelengkapan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat
14 Ketepatan urutan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat
15 Kerunutan materi yang dipelajari dalam pelatihan
16 Kepraktisan modul 7 Jurus BK Hebat untuk digunakan dalam layanan BK (Bagi guru BK)/pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu (Bagi guru non BK)
17 Kepraktisan materi pelatihan diterapkan dalam layanan BK (Bagi guru BK)/ pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu (Bagi guru non BK)
18 Relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan murid
19 Ketepatan media yang digunakan dengan materi yang disampaikan dalam pelatihan
20 BAGIAN B
21 Apa saja hambatan yang Anda hadapi selama mengikuti pelatihan ini?
  • "Pelaksanaan manajemen waktunya kurang, lokasi pelaksanaannya kurang nyaman."
  • "Cukup nyaman"
  • "Selama mengikuti kegiatan habatan yg saya alami yaitu mengatasi ngantuk di siang hari"
  • "Tidak ada hambatan"
  • "Perbedaan tingkat pemahaman setiap peserta"

+ 23 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

22 Hal baik apa saja yang harus dipertahankan dalam pelaksanaan pelatihan ini?
  • "Keramahan anggota dan fasilitator"
  • "Tepat waktu dan mudah dipahami"
  • "Hal baik yg harus di pertahankan yaitu kerjasama yang baik antar peserta"
  • "Konsistensi"
  • "Suasana pelatihan yang interaktif memudahkan memahami materi"

+ 23 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

23 Apa saran Anda untuk meningkatkan kualitas program ini?
  • "Pilihlah fasilitator yg memiliki keterampilan mengembangkan materi. Tidak hanya membaca slide ppt, pilihlah lokasi pelaksanaan yg nyaman, luas, dan memamadai."
  • "Kondisi kelas"
  • "Sudah bagus tapi tetap meningkatkan bahan-bahan untuk kegiatan tugas kelompok, seperti spidol warna isolasi"
  • "Semoga program ini ada lagi"
  • "Menambah alokasi waktu agar pemahaman materi dan praktik dilakukan secara mendalam"

+ 23 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

24 Apa yang Anda pahami tentang metode pelatihan yang berbasis ARKA ini?
  • "A – Aktivitas (Activity): Peserta dilibatkan langsung dalam kegiatan konkret, simulasi, permainan edukatif, atau studi kasus untuk membangun keterlibatan awal.R – Refleksi (Reflection): Peserta diajak merenungkan, mengolah rasa, dan mendiskusikan pengalaman yang baru saja mereka lalui dari aktivitas tersebut.K – Konseptualisasi (Conceptualization): Fasilitator memberikan penguatan materi, teori, atau penarikan kesimpulan ilmiah berdasarkan hasil refleksi agar pemahaman materi menjadi lebih terstruktur.A – Aplikasi (Application): Peserta ditantang untuk menerapkan ilmu, konsep, atau rencana aksi nyata tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari maupun konteks pekerjaan mereka."
  • "Kegiatan yang di awali dengan aktifitas terlebih dahulu."
  • "A = Aktivitas R = Refleksi K = konsep A = aplikasi"
  • "Metode pelatihan berbasis ARKA sangat mudah dipahami dalam pelaksanaanya"
  • "Metode pelatihan yang menekankan keaktifan, refleksi, kolaborasi, dan penerapan hasil belajar dalam praktik nyata sehingga peserta lebih mudah memahami dan mengaplikasikan materi"

+ 23 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

Kesimpulan dari AI

📊 Analisis Demografi Responden

  • 📍 Berdasarkan Wilayah (Kabupaten/Kota):

    • Kotawaringin Barat: 28 responden (100,00%).
    • Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, Barito Selatan, Palangka Raya: 0 responden (0,00%).
    • Catatan Analisis: Seluruh peserta pelatihan terkonsentrasi penuh di Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga evaluasi ini sepenuhnya merefleksikan efektivitas penyelenggaraan di wilayah tersebut.
  • 👨‍🏫 Berdasarkan Peran/Kategori Guru:

    • Guru BK: 13 responden (46,43%) – Kelompok sasaran utama.
    • Guru Kelas: 8 responden (28,57%) – Guru jenjang SD yang membutuhkan pendekatan BK dasar.
    • Guru Mapel: 7 responden (25,00%) – Guru mata pelajaran lintas jenjang (SMP/SMA/SMK).
    • Guru Wali: 0 responden (0,00%).
    • Catatan Analisis: Sebanyak 53,57% peserta berasal dari kalangan non-BK (Guru Kelas dan Guru Mapel), yang menunjukkan kebutuhan adaptasi materi agar dapat diaplikasikan di luar konteks bimbingan konseling murni.

📈 Tabel Rekapitulasi Evaluasi Penyelenggaraan (Pilihan Ganda)

No Aspek Evaluasi / Pertanyaan Sangat Positif (Tingkat 4) (%) Positif (Tingkat 3) (%) Cukup (Tingkat 2) (%) Kurang/Sangat Tidak (Tingkat 1) (%)
1 Kesesuaian waktu pelaksanaan dengan jumlah JP 53,57% 46,43% 0,00% 0,00%
2 Kelengkapan perangkat ajar (modul, LK, media, tayang) 53,57% 39,29% 3,57% 3,57%
3 Ketersediaan alat bantu pelatihan (LCD, laptop, audio) 64,29% 28,57% 7,14% 0,00%
4 Kenyamanan ruang pelatihan dan fasilitas penunjang 57,14% 32,14% 3,57% 7,14%
5 Keramahan penyelenggara 78,57% 14,29% 7,14% 0,00%
6 Sikap penyelenggara dalam membantu kesulitan peserta 67,86% 25,00% 7,14% 0,00%
7 Kelengkapan materi modul 7 Jurus BK Hebat 60,71% 32,14% 7,14% 0,00%
8 Ketepatan urutan materi modul 7 Jurus BK Hebat 64,29% 28,57% 7,14% 0,00%
9 Kerunutan materi pelatihan yang dipelajari 60,71% 32,14% 7,14% 0,00%
10 Kepraktisan modul untuk layanan BK / pembelajaran 57,14% 35,71% 7,14% 0,00%
11 Kepraktisan materi pelatihan untuk diterapkan 57,14% 35,71% 7,14% 0,00%
12 Relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan murid 64,29% 32,14% 3,57% 0,00%
13 Ketepatan media dengan materi pelatihan 64,29% 28,57% 7,14% 0,00%
Rata-rata 61,81% 30,05% 5,76% 0,82%

📝 Rangkuman Analisis Kualitatif

  • 🚧 Kendala dan Hambatan:

    • Gangguan Sarana & Fasilitas: Terjadi pemadaman listrik mendadak (mati lampu), kestabilan jaringan internet/sinyal yang lemah saat sesi daring, serta suhu ruangan pelatihan yang terlalu dingin pada area dekat AC.
    • Keterbatasan Waktu vs Kedalaman Materi: Durasi pelatihan dinilai terlalu padat untuk mempelajari seluruh 7 Jurus BK Hebat secara mendalam dalam waktu singkat.
    • Kesenjangan Latar Belakang Peserta: Guru Mapel dan Guru Kelas merasa materi ini merupakan hal baru yang membutuhkan waktu ekstra dan simulasi langsung agar relevan dengan kondisi kelas masing-masing.
    • Akses Geografis: Jarak tempuh lokasi pelatihan cukup jauh bagi peserta dari kecamatan terluar (seperti Arut Utara/Kotawaringin Lama).
  • 🌟 Praktik Baik yang Harus Dipertahankan:

    • Kualitas Fasilitator dan Pelayanan: Tingkat keramahan panitia (78,57% Sangat Ramah) dan fasilitator yang komunikatif, suportif, serta solutif dalam mendampingi peserta.
    • Metodologi Pembelajaran: Penerapan metode berbasis aktivitas, diskusi studi kasus, dan kolaborasi antarpeserta lintas jenjang pendidikan yang dinilai interaktif dan aplikatif.
    • Relevansi Materi: Konsep 7 Jurus BK Hebat dinilai sangat kontekstual dalam menjawab kebutuhan murid saat ini.
  • 💡 Pemahaman Peserta terhadap Metode ARKA:

    • Mayoritas peserta memahami dengan tepat siklus ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi) sebagai metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang partisipatif.

📌 Kesimpulan

  • 🎯 Penyelenggaraan pelatihan di Kabupaten Kotawaringin Barat secara keseluruhan berjalan sangat sukses, dengan tingkat kepuasan gabungan kategori positif (Sangat Baik dan Baik) mencapai 91,86%.
  • 🤝 Keramahan panitia (78,57%) dan relevansi materi dengan kebutuhan murid (64,29% Sangat Relevan) menjadi poin keunggulan utama program.
  • ⚠️ Area yang memerlukan pembenahan kritis terpusat pada stabilitas infrastruktur lokasi (fasilitas listrik/AC) dan proporsi durasi pelatihan yang dirasa terlalu padat bagi peserta non-Guru BK.

🛠️ Rekomendasi Perbaikan

  • ⏱️ Optimalisasi Durasi dan Manajemen Sesi: Menambah alokasi waktu atau membagi pelatihan menjadi beberapa tahap (misalnya 2–3 jurus per sesi terpisah), disertai penambahan porsi simulasi/praktik langsung kasus riil di sekolah.
  • 🔌 Mitigasi Infrastruktur dan Lokasi: Memastikan penyediaan sumber daya cadangan (genset/UPS), penyediaan koneksi internet cadangan yang stabil, serta pengaturan tata letak dan suhu pendingin ruangan agar merata.
  • 👥 Diferensiasi Modul Berdasarkan Peran Guru: Menyediakan panduan adaptasi praktis khusus bagi Guru Kelas dan Guru Mapel agar penerapan 7 Jurus BK Hebat dapat terintegrasi langsung dalam pengelolaan kelas harian.
  • 🔄 Program Pengimbasan & Forum Tindak Lanjut: Membentuk grup pendampingan pascapelatihan sebagai media refleksi, monitoring implementasi, dan wadah pengimbasan ke guru lain di satuan pendidikan masing-masing.

🔍 Catatan Anomali & Temuan Menonjol

  • 📍 Konsentrasi Geografis Tunggal: Sebanyak 100% data berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, sementara 5 kabupaten/kota lain yang tercantum di instrumen bernilai 0 responden. Perlu validasi apakah kegiatan ini merupakan diklat khusus per wilayah atau terdapat kendala distribusi pengisian instrumen di daerah lain.
  • ❄️ Keluhan Fasilitas Spesifik: Terdapat 7,14% responden yang menilai ruang pelatihan Sangat Tidak Nyaman dan 3,57% menilai perangkat ajar Sangat Tidak Lengkap, yang berkorelasi langsung dengan catatan esai mengenai pemadaman listrik tiba-tiba dan penempatan posisi duduk tepat di bawah hembusan pendingin udara (AC).
  • 🧠 Divergensi Pemahaman ARKA: Terdapat 1 responden yang mendefinisikan ARKA menggunakan kerangka kerja perubahan sistemik "5R (Result, Resources, Rules, Role, Relation)" dan akronim "Amati, Refleksi, Kolaborasi, Aksi", berbeda dari konsep baku pelatihan (Aktivitas, Refleksi, Konsep/Konseptualisasi, Aplikasi). Hal ini mengindikasikan adanya pencampuran referensi konsep manajerial lain yang dibawa oleh peserta.