Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Batch 2 Kabupaten Pulang Pisau

Luring (SMPN 4 Kahayan Hilir)

26 Ags 2026 - 27 Ags 2026

Rekap Hasil Penjaminan Mutu oleh UPT


Total: 1 Responden
1 Tanggal Kegiatan
  • "2026-08-26"
2 Moda Pelatihan
3 Kesesuaian penyelenggaraan dengan Panduan Diseminasi
4 Berapa Kehadiran Peserta Pelatihan?
  • "29"
5 Apakah pelaksaan pelatiha sesuai dengan jadwal?
6 Sarana Prasarana
7 Kenyamanan ruang kegiatan [ventilasi udara, pendingin ruangan, pencahayaan]
8 Kebersihan ruang kelas
9 Kesiapan dan ketersediaan sarana kegiatan [audio visual/LCD/microphone dll]
10 Kenyamanan kamar mandi / toilet
11 Kemampuan Panitia mengelola Kegiatan
12 Pelayanan Panitia
13 Ketrampilan Pengajar
14 Penguasaan substansi
15 Kemampuan memfasilitasi
16 Kemampuan penerapan pendekatan ARKA
17 Sikap Narasumber
18 Pengajar Penerapan Pendekatan ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi,Aplikasi)
19 Partisipasi Peserta
20 Keterlibatan kognitif (Kemampuan Memahami Modul)
21 Keterlibatan emosional (kemampuan untuk memahami dan mengontrol emosi diri sendiri serta orang lain)
22 Keterlibatan Perilaku (Partisipasi aktif dan tindakan nyata peserta dalam kegiatan tersebut)

Kesimpulan dari AI

Analisis Naratif & Temuan Utama

  • 🎯 Krisis Validitas Data akibat Partisipasi Rendah: Temuan paling kritis dari survei ini adalah jumlah responden yang hanya berjumlah 1 orang dari total 29 peserta yang hadir (tingkat partisipasi hanya 3.4%). Secara metodologi statistik, hasil survei ini tidak memiliki validitas yang kuat untuk mewakili populasi peserta pelatihan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan adanya hambatan serius dalam proses pengumpulan umpan balik (feedback loop) pasca-pelatihan di UPT.
  • 🏢 Infrastruktur Fisik Menjadi Titik Lemah Utama: Dari satu-satunya data responden yang masuk, aspek fasilitas fisik seperti kenyamanan ruangan, kebersihan kelas, dan kenyamanan kamar mandi/toilet secara konsisten mendapatkan nilai "Cukup" (50.0%). Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi fisik tempat pelatihan membutuhkan pemeliharaan segera.
  • 👥 Apresiasi Tinggi terhadap Kompetensi SDM: Berbeda dengan fasilitas fisik, aspek sumber daya manusia (narasumber dan panitia) dinilai sangat positif. Sikap narasumber mendapatkan nilai sempurna "Sangat Baik" (100.0%), sementara penguasaan substansi, kemampuan memfasilitasi, penerapan metode ARKA, serta pelayanan panitia berada di tingkat "Baik" (75.0%).
  • 📅 Anomali Temporal Sistemik: Input tanggal kegiatan menunjukkan 2026-08-26, yang merupakan waktu di masa depan. Hal ini mengindikasikan adanya celah kesalahan input pada sistem atau tidak adanya validasi format tanggal pada formulir evaluasi.

Analisis Segmentasi & Wilayah

  • 📍 Ketiadaan Parameter Demografis: Mengingat jumlah responden hanya 1 orang dan tidak adanya data wilayah (Kabupaten/Kota), instansi, maupun jenjang jabatan, analisis segmentasi komparatif secara kuantitatif tidak dapat dilakukan. Namun, secara kualitatif, status moda pelatihan yang dijalankan secara "Bauran" (hybrid) menuntut UPT untuk memastikan kesiapan infrastruktur digital maupun fisik berjalan seimbang. Jika responden tunggal ini merupakan peserta luring, maka nilai "Cukup" pada toilet dan ruang kelas mengonfirmasi adanya masalah fisik di lokasi UPT penyelenggara.

Tabel Rekapitulasi Penilaian Evaluasi Kegiatan (N = 1)

No Pertanyaan Sangat Baik / Baik Sekali (%) Baik (%) Cukup (%) Kurang / Buruk (%) Rata-Rata (%)
1 Kenyamanan ruang kegiatan 0% 0% 100% 0% 50.0%
2 Kebersihan ruang kelas 0% 0% 100% 0% 50.0%
3 Kesiapan dan ketersediaan sarana kegiatan 0% 100% 0% 0% 75.0%
4 Kenyamanan kamar mandi / toilet 0% 0% 100% 0% 50.0%
5 Kemampuan Panitia mengelola Kegiatan 0% 100% 0% 0% 75.0%
6 Pelayanan Panitia 0% 100% 0% 0% 75.0%
7 Penguasaan substansi 0% 100% 0% 0% 75.0%
8 Kemampuan memfasilitasi 0% 100% 0% 0% 75.0%
9 Kemampuan penerapan pendekatan ARKA 0% 100% 0% 0% 75.0%
10 Sikap Narasumber 100% 0% 0% 0% 100.0%
11 Pengajar Penerapan Pendekatan ARKA 0% 100% 0% 0% 75.0%
12 Keterlibatan kognitif (Paham Modul) 0% 100% 0% 0% 75.0%
13 Keterlibatan emosional 0% 100% 0% 0% 75.0%
14 Keterlibatan Perilaku 0% 100% 0% 0% 75.0%
Rata-Rata Total - 7.1% 71.4% 21.4% 0.0% 71.4%

(Catatan: Nilai Rata-Rata (%) dihitung berdasarkan konversi bobot skala likert: Sangat Baik = 100%, Baik = 75%, Cukup = 50%, Kurang/Buruk = 25%)

Rangkuman & Kesimpulan

Secara substantif, pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan oleh UPT ini berjalan sangat baik dari sisi fasilitasi materi, kesiapan panitia, serta respons emosional dan kognitif peserta. Namun, dari sudut pandang penjaminan mutu (quality assurance), kegiatan ini memiliki kelemahan fatal pada tata kelola evaluasi, di mana UPT gagal menjaring umpan balik dari mayoritas peserta (hanya 1 dari 29 orang). Selain itu, terdapat catatan penting terkait penurunan kenyamanan pada fasilitas fisik kelas dan toilet yang hanya berada pada kategori "Cukup".

Rekomendasi Strategis & Aksi Konkret (Actionable Steps)

  • 🚨 1. Penerapan Kebijakan Mandatory Feedback System (No Feedback, No Certificate): UPT wajib mengintegrasikan sistem evaluasi dengan penerbitan sertifikat digital. Sertifikat pelatihan hanya dapat diunduh oleh 29 peserta setelah mereka melengkapi kuesioner evaluasi ini secara lengkap. Langkah ini akan langsung menaikkan response rate hingga mendekati 100%.
  • 🛠️ 2. Audit Fisik dan Pemeliharaan Fasilitas UPT: Melakukan perbaikan segera terhadap fasilitas fisik, khususnya kualitas ventilasi/pendingin udara ruang kelas dan kebersihan kamar mandi/toilet guna meningkatkan standar kenyamanan peserta dari level "Cukup" menjadi "Baik/Sangat Baik".
  • 💻 3. Validasi Sistem Entri Data IT: Melakukan pembaruan sistem formulir evaluasi dengan menambahkan fitur form validation untuk mencegah kesalahan input tanggal di masa depan (anachronism date filter) serta mengunci kolom isian penting agar tidak terjadi kehilangan data pelaporan.
  • 🔄 4. Standardisasi Metode ARKA: Mempertahankan performa narasumber dalam menerapkan pendekatan ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi) melalui penyusunan buku panduan mengajar (teaching guide) yang terstandar di lingkungan UPT.

Highlight Data Anomali & Catatan Kritis

  • ⚠️ Deviasi Partisipasi Ekstrem: Hanya terdapat 1 responden dari total 29 kehadiran peserta. Seluruh keputusan strategis tidak boleh hanya didasarkan pada data tunggal ini karena rawan bias personal.
  • ⚠️ Cacat Validitas Waktu: Input tanggal berada di masa depan (2026-08-26), menunjukkan perlunya audit sistem database internal.
  • ⚠️ Gap Mutu Fasilitas vs SDM: Adanya kesenjangan performa yang kontras antara kompetensi pengajar/panitia yang dinilai tinggi, dengan fasilitas fisik pendukung yang dinilai rendah (hanya mencapai batas minimum "Cukup").