Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Batch 2 Kabupaten Pulang Pisau

Luring (SMPN 4 Kahayan Hilir)

26 Ags 2026 - 27 Ags 2026

Rekap Hasil Instrumen Evaluasi Diseminasi Per Sesi (Diisi Oleh Peserta)


Total: 49 Responden
1 Materi Pelatihan
2 Nama Fasilitator
3 Nama
  • "saf"
  • "Fransisca Dwi pratiwi"
  • "Fransisca Dwi pratiwi"
  • "Yulia Sasa"
  • "MUHAMMAD YOGI"

+ 44 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

4 Guru
5 Asal Sekolah
  • "grasddg"
  • "SDN Pulang Pisau - 7"
  • "SDN Pulang Pisau - 7"
  • "SDN Anjir Pulang Pisau-4"
  • "SMPN 3 PANDIH BATU"

+ 44 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

6 FASILITATOR
7 Penguasaan fasilitator terhadap substansi materi
8 Kemampuan fasilitator dalam menjelaskan materi secara sistematis
9 Kemampuan fasilitator dalam mendorong partisipasi aktif peserta
10 Kemampuan fasilitator dalam menerapkan keterampilan bertanya
11 Kemampuan fasilitator dalam memfasilitasi pelatihan melalui penerapan pendekatan ARKA (Aktivitas, Refl eksi, Konseptualisasi, Aplikasi)
12 Ketepatan waktu dalam memulai dan mengakhiri sesi pelatihan
13 PENGUASAAN MATERI
14 Pemahaman saya mengenai konsep kecerdasan majemuk, gaya belajar, dan minat-bakat murid
15 Kemampuan saya dalam menggunakan asesmen potensi seperti MI-Web dan Karir Inklusi secara mandiri
16 Keyakinan saya menerapkan materi kenali potensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
17 Kesiapan saya menerapkan materi kenali potensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
18 PENGUASAAN MATERI
19 Pemahaman saya mengenai 5 kompetensi sosial-emosional
20 Kemampuan saya dalam menerapkan teknik regulasi emosi
21 Keyakinan saya menerapkan materi kelola emosi dalam melaksanakan layanan bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
22 Kesiapan saya menerapkan materi kelola emosi dalam melaksanakan layanan bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
23 PENGUASAAN MATERI
24 Pemahaman saya mengenai konsep daya lenting dan growth mindset
25 Kemampuan saya dalam menerapkan model umpan balik positif pada murid
26 Keyakinan saya menerapkan materi tumbuhkan resiliensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
27 Kesiapan saya menerapkan materi tumbuhkan resiliensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
28 PENGUASAAN MATERI
29 Pemahaman saya mengenai motivasi eksternal dan internal dalam membimbing murid
30 Kemampuan saya dalam menerapkan menerapkan teknik habit loop dalam membangun kebiasaan positif murid
31 Keyakinan saya menerapkan materi jaga konsistensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
32 Kesiapan saya menerapkan materi jaga konsistensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
33 PENGUASAAN MATERI
34 Pemahaman saya mengenai komunikasi empatik
35 Kemampuan saya dalam menerapkan keterampilan SOLER
36 Keyakinan saya menerapkan materi jalin koneksi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
37 Kesiapan saya menerapkan materi jalin koneksi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK/pembelajaran (bagi guru non BK)
38 PENGUASAAN MATERI
39 Pemahaman saya mengenai esensi, fungsi, tujuan dan manfaat kolaborasi
40 Kemampuan saya dalam menerapkan MTSS (Multi-Tiered System of Supports) dalam menyusun strategi dan intervensi masalah
41 Keyakinan saya menerapkan materi bangun kolaborasi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
42 Kesiapan saya menerapkan materi bangun kolaborasi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
43 PENGUASAAN MATERI
44 Pemahaman saya mengenai berpikir sistem untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan
45 Kemampuan saya dalam menerapkan refl eksi sistemik berbasis 5R (result, resource, role, rule, relation) untuk menganalisis kondisi sekolah
46 Keyakinan saya menerapkan materi menata situasi dalam melaksanakan layanan BK ( bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
47 Kesiapan saya menerapkan materi menata situasi dalam melaksanakan layanan BK ( bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)

Kesimpulan dari AI

Analisis Naratif Tren Utama

  • Dominasi Kompetensi "Paham/Mampu" Dibanding "Sangat Paham/Mampu": Secara umum, mayoritas peserta (rata-rata 76,5%) berada pada level "Paham/Mampu/Yakin/Siap" setelah mengikuti pelatihan. Namun, persentase peserta yang mencapai level "Sangat Paham/Mampu/Yakin/Siap" masih tergolong rendah (rata-rata 22,5%). Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil memberikan fondasi pemahaman dasar yang baik, tetapi belum sampai pada tahap internalisasi mendalam atau penguasaan tingkat tinggi (mastery).
  • Kesenjangan Kesiapan Penerapan Praktis (The Knowing-Doing Gap): Terdapat pola konsisten di mana tingkat pemahaman teoretis (misalnya, Pemahaman KSE di angka 87,8%) lebih tinggi dibandingkan dengan keyakinan untuk menerapkan metode tersebut dalam pembelajaran nyata (misalnya, Keyakinan Kelola Emosi memiliki persentase "Kurang Yakin" sebesar 4,1%). Ini menunjukkan adanya kecemasan dari peserta untuk mentransfer pengetahuan dari ruang pelatihan ke dalam dinamika kelas yang sebenarnya.
  • Minat yang Merata terhadap Seluruh Modul Pelatihan: Distribusi responden pada tiap materi pelatihan berkisar antara 25 hingga 28 orang. Hal ini menunjukkan bahwa struktur kurikulum pelatihan sudah dirancang dengan baik dan memiliki relevansi yang merata bagi kebutuhan pengembangan kompetensi guru.

Analisis Segmentasi

  • Segmentasi Peran/Jabatan:
    • Peserta pelatihan didominasi oleh Guru Kelas (21 responden) dan Guru Mata Pelajaran (21 responden), sementara Guru BK hanya berjumlah 3 responden.
    • Implikasi: Materi seperti "Kenali Potensi" (penggunaan asesmen MI-Web dan Karir Inklusi) dan "Kelola Emosi" secara tradisional merupakan ranah Guru BK. Ketika materi ini diakses mayoritas oleh Guru Kelas dan Mapel, diperlukan penyederhanaan instrumen taktis agar dapat diintegrasikan dengan mudah dalam proses belajar-mengajar harian non-BK tanpa menambah beban administratif guru.
  • Segmentasi Geografis (Asal Sekolah):
    • Responden didominasi oleh pendidik dari Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (meliputi daerah pelosok/sub-urban seperti Pandih Batu, Maliku, Jabiren Raya, Kahayan Hilir, dll.).
    • Implikasi: Penggunaan alat berbasis digital seperti MI-Web dan Karir Inklusi berpotensi menghadapi kendala infrastruktur teknologi (jaringan internet) di lapangan. Oleh karena itu, kesiapan guru untuk mengoperasikannya secara mandiri (yang saat ini dinilai "Mampu" oleh 81,6% responden) harus didukung oleh ketersediaan opsi instrumen versi luring (offline).

Tabel Rekapitulasi Hasil Evaluasi Diseminasi Per Sesi

No Aspek Pertanyaan Evaluasi Sangat Baik/Paham/Mampu/Yakin/Siap (%) Baik/Paham/Mampu/Yakin/Siap (%) Kurang/Tidak (%) Sangat Kurang/Sangat Tidak (%)
1 Penguasaan fasilitator terhadap substansi materi 65.3% 32.7% 0.0% 2.0%
2 Kemampuan fasilitator menjelaskan secara sistematis 67.3% 30.6% 0.0% 2.0%
3 Kemampuan fasilitator mendorong partisipasi aktif 67.3% 30.6% 0.0% 2.0%
4 Kemampuan fasilitator menerapkan keterampilan bertanya 65.3% 32.7% 0.0% 2.0%
5 Kemampuan fasilitator memfasilitasi pendekatan ARKA 61.2% 36.7% 0.0% 2.0%
6 Ketepatan waktu memulai dan mengakhiri sesi 57.1% 40.8% 0.0% 2.0%
7 Pemahaman konsep kecerdasan majemuk & minat-bakat 24.5% 75.5% 0.0% 0.0%
8 Kemampuan menggunakan asesmen MI-Web & Karir Inklusi 18.4% 81.6% 0.0% 0.0%
9 Keyakinan menerapkan materi kenali potensi 18.4% 81.6% 0.0% 0.0%
10 Kesiapan menerapkan materi kenali potensi 14.3% 85.7% 0.0% 0.0%
11 Pemahaman mengenai 5 kompetensi sosial-emosional 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
12 Kemampuan menerapkan teknik regulasi emosi 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
13 Keyakinan menerapkan materi kelola emosi 12.2% 83.7% 4.1% 0.0%
14 Kesiapan menerapkan materi kelola emosi 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
15 Pemahaman konsep daya lenting & growth mindset 16.3% 83.7% 0.0% 0.0%
16 Kemampuan menerapkan umpan balik positif 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
17 Keyakinan menerapkan materi resiliensi 12.2% 83.7% 4.1% 0.0%
18 Kesiapan menerapkan materi resiliensi 10.2% 89.8% 0.0% 0.0%
19 Pemahaman motivasi eksternal & internal murid 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
20 Kemampuan menerapkan teknik habit loop 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
21 Keyakinan menerapkan materi jaga konsistensi 12.2% 83.7% 4.1% 0.0%
22 Kesiapan menerapkan materi jaga konsistensi 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
23 Pemahaman komunikasi empatik 14.3% 85.7% 0.0% 0.0%
24 Kemampuan menerapkan keterampilan SOLER 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
25 Keyakinan menerapkan materi jalin koneksi 12.2% 83.7% 4.1% 0.0%
26 Kesiapan menerapkan materi jalin koneksi 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
27 Pemahaman esensi, fungsi, & manfaat kolaborasi 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
28 Kemampuan menerapkan MTSS dalam intervensi masalah 8.2% 89.8% 2.0% 0.0%
29 Keyakinan menerapkan materi bangun kolaborasi 12.2% 85.7% 2.0% 0.0%
30 Kesiapan menerapkan materi bangun kolaborasi 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
31 Pemahaman berpikir sistem untuk kenyamanan sekolah 12.2% 87.8% 0.0% 0.0%
32 Kemampuan menerapkan refleksi sistemik berbasis 5R 12.2% 81.6% 6.1% 0.0%
33 Keyakinan menerapkan materi menata situasi 12.2% 83.7% 4.1% 0.0%
34 Kesiapan menerapkan materi menata situasi 12.2% 85.7% 2.0% 0.0%
Rata-Rata Total - 22.5% 76.5% 0.7% 0.3%

Temuan Anomali & Isu Kunci

  • ⚠️ Anomali Evaluasi Fasilitator (The Single Dissident): Terdapat tepat 1 responden yang secara konsisten memberikan nilai "Sangat Tidak Menguasai/Sistematis/Mampu" di semua indikator penilaian fasilitator (mengakibatkan munculnya angka 2.0% tidak puas). Ini merupakan deviasi ekstrem mengingat 98% peserta lainnya memberikan nilai sangat positif. Hal ini perlu ditelusuri apakah merupakan kesalahan pengisian (user error) atau ketidakpuasan personal yang mendalam terhadap fasilitator tertentu (Priska Esteria atau Teresia Vina).
  • ⚠️ Titik Kritis pada Penerapan Praktik Berpikir Sistemik (Refleksi 5R & MTSS):
    • Kemampuan menerapkan refleksi berbasis 5R (Result, Resource, Role, Rule, Relation) menunjukkan persentase "Kurang Mampu" tertinggi yaitu 6,1% (3 responden).
    • Kemampuan menerapkan MTSS (Multi-Tiered System of Supports) menunjukkan angka "Sangat Mampu" terendah yaitu hanya 8,2% dan terdapat 2,0% peserta yang merasa "Kurang Mampu".
    • Analisis: Kedua materi ini membutuhkan kemampuan berpikir makro/sistemik yang rumit. Pola data membuktikan bahwa guru-guru di Kabupaten Pulang Pisau masih kesulitan mengontekstualisasikan instrumen manajemen strategis ini ke dalam realitas sekolah mereka.
  • ⚠️ Resistensi Keyakinan (Self-Efficacy) pada Beberapa Materi Utama: Persentase keraguan ("Kurang Yakin") konsisten muncul di angka 4,1% pada materi Kelola Emosi, Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, dan Menata Situasi. Guru merasa paham konsepnya, tetapi ragu/takut saat harus mempraktikkannya.

Rangkuman & Kesimpulan

  • Rangkuman: Program diseminasi ini sukses besar dalam membangun awareness (pemahaman) awal dan dinilai sangat baik dari sisi fasilitasi kelas (kepuasan fasilitator >97%). Namun, hasil asesmen mandiri peserta menunjukkan penumpukan data di kategori "Cukup/Mampu" dan masih minim di kategori "Sangat Ahli/Sangat Mampu".
  • Kesimpulan: Guru-guru di Kabupaten Pulang Pisau telah menguasai aspek kognitif dari materi pelatihan, namun masih mengalami hambatan psikologis (keyakinan diri) dan metodologis (kesulitan pada tools sistemik seperti 5R dan MTSS) untuk melakukan eksekusi mandiri di sekolah masing-masing.

Rekomendasi Aksi Konkret

  • 🎯 Penyediaan "Micro-Tools" yang Praktis dan Sederhana: Untuk meminimalisir kesulitan pada materi 5R dan MTSS, tim program harus menyusun one-page template atau lembar kerja ringkas yang bersifat plug-and-play agar guru non-BK tidak merasa terbebani oleh teori yang rumit.
  • 🎯 Mentoring Pasca-Pelatihan (Continuous Coaching): Mengingat tingginya persentase "Paham" tapi rendahnya "Sangat Yakin", perlu dibentuk komunitas belajar/kelompok kerja guru (KKG/MGMP) skala lokal di Pulang Pisau sebagai wadah berbagi praktik baik (best-practice sharing) sebulan sekali pasca-diseminasi.
  • 🎯 Penyediaan Opsi Panduan Non-Digital (Offline): Mengingat demografi sekolah di daerah luar kota utama, instrumen pelacakan potensi murid (MI-Web dan Karir Inklusi) wajib dilengkapi panduan cetak (format PDF siap cetak) sebagai langkah antisipasi kendala koneksi internet di lokasi sekolah.
  • 🎯 Investigasi Penilaian Fasilitator: Penyelenggara perlu melakukan pengecekan acak atau konfirmasi silang secara objektif untuk mengetahui apakah penilaian buruk dari 1 responden merupakan kesalahan teknis saat mengeklik opsi kuesioner, guna menjaga validitas evaluasi kinerja fasilitator secara objektif.