Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Batch 2 Kabupaten Kotawaringin Timur

Luring (BPG Kabupaten Kotawaringin Timur)

26 Ags 2026 - 27 Ags 2026

Rekap Hasil Instrumen Evaluasi Diseminasi Per Sesi (Diisi Oleh Peserta)


Total: 43 Responden
1 Materi Pelatihan
2 Nama Fasilitator
3 Nama
  • "asfsf"
  • "Rafiqah"
  • "Nur Elvina"
  • "NANIE SUNDARI, S.Pd"
  • "AYU CANDRA DEWI"

+ 38 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

4 Guru
5 Asal Sekolah
  • "sdfsfds"
  • "SMKN 4 Sampit"
  • "SMKN 1 SAMPIT"
  • "SMKN 1 SAMPIT"
  • "SDN 5 BAAMANG HULU"

+ 38 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

6 FASILITATOR
7 Penguasaan fasilitator terhadap substansi materi
8 Kemampuan fasilitator dalam menjelaskan materi secara sistematis
9 Kemampuan fasilitator dalam mendorong partisipasi aktif peserta
10 Kemampuan fasilitator dalam menerapkan keterampilan bertanya
11 Kemampuan fasilitator dalam memfasilitasi pelatihan melalui penerapan pendekatan ARKA (Aktivitas, Refl eksi, Konseptualisasi, Aplikasi)
12 Ketepatan waktu dalam memulai dan mengakhiri sesi pelatihan
13 PENGUASAAN MATERI
14 Pemahaman saya mengenai konsep kecerdasan majemuk, gaya belajar, dan minat-bakat murid
15 Kemampuan saya dalam menggunakan asesmen potensi seperti MI-Web dan Karir Inklusi secara mandiri
16 Keyakinan saya menerapkan materi kenali potensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
17 Kesiapan saya menerapkan materi kenali potensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
18 PENGUASAAN MATERI
19 Pemahaman saya mengenai 5 kompetensi sosial-emosional
20 Kemampuan saya dalam menerapkan teknik regulasi emosi
21 Keyakinan saya menerapkan materi kelola emosi dalam melaksanakan layanan bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
22 Kesiapan saya menerapkan materi kelola emosi dalam melaksanakan layanan bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
23 PENGUASAAN MATERI
24 Pemahaman saya mengenai konsep daya lenting dan growth mindset
25 Kemampuan saya dalam menerapkan model umpan balik positif pada murid
26 Keyakinan saya menerapkan materi tumbuhkan resiliensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
27 Kesiapan saya menerapkan materi tumbuhkan resiliensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
28 PENGUASAAN MATERI
29 Pemahaman saya mengenai motivasi eksternal dan internal dalam membimbing murid
30 Kemampuan saya dalam menerapkan menerapkan teknik habit loop dalam membangun kebiasaan positif murid
31 Keyakinan saya menerapkan materi jaga konsistensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
32 Kesiapan saya menerapkan materi jaga konsistensi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
33 PENGUASAAN MATERI
34 Pemahaman saya mengenai komunikasi empatik
35 Kemampuan saya dalam menerapkan keterampilan SOLER
36 Keyakinan saya menerapkan materi jalin koneksi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
37 Kesiapan saya menerapkan materi jalin koneksi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK/pembelajaran (bagi guru non BK)
38 PENGUASAAN MATERI
39 Pemahaman saya mengenai esensi, fungsi, tujuan dan manfaat kolaborasi
40 Kemampuan saya dalam menerapkan MTSS (Multi-Tiered System of Supports) dalam menyusun strategi dan intervensi masalah
41 Keyakinan saya menerapkan materi bangun kolaborasi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
42 Kesiapan saya menerapkan materi bangun kolaborasi dalam melaksanakan layanan BK (bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
43 PENGUASAAN MATERI
44 Pemahaman saya mengenai berpikir sistem untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan
45 Kemampuan saya dalam menerapkan refl eksi sistemik berbasis 5R (result, resource, role, rule, relation) untuk menganalisis kondisi sekolah
46 Keyakinan saya menerapkan materi menata situasi dalam melaksanakan layanan BK ( bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)
47 Kesiapan saya menerapkan materi menata situasi dalam melaksanakan layanan BK ( bagi guru BK)/pembelajaran (bagi guru non BK)

Kesimpulan dari AI

📈 POLA & TREN UTAMA

  • 🎯 Dominasi Kebutuhan Fondasional: Topik "Kenali Potensi" (32 responden) dan "Kelola Emosi" (28 responden) merupakan modul yang paling banyak dievaluasi dan diminati oleh peserta. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak di kalangan tenaga pendidik terkait kesadaran diri (self-awareness) dan regulasi emosi sebelum melangkah ke kompetensi sosial-organisasional yang lebih kompleks seperti Kolaborasi atau Menata Situasi.
  • 👩‍🏫 Apresiasi Tinggi terhadap Fasilitator: Secara umum, kinerja kedua fasilitator (Siti Nor Asyiah dengan 25 responden dan Miftah Anshari dengan 18 responden) dinilai sangat positif. Mayoritas responden memberikan penilaian "Sangat Menguasai" dan "Sangat Sistematis". Hal ini menunjukkan proses rekrutmen dan persiapan fasilitator telah memenuhi standar kompetensi yang baik.
  • 🧠 Kesenjangan Kognitif vs. Aplikatif: Terdapat pola konsisten di mana tingkat pemahaman teoretis peserta (kategori "Paham/Sangat Paham") jauh lebih tinggi daripada kesiapan dan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan instrumen praktis secara mandiri (seperti penggunaan MI-Web, teknik SOLER, dan refleksi 5R). Peserta merasa memahami konsep, namun masih ragu dalam mengeksekusinya di lapangan.

👥 ANALISIS SEGMENTASI

  • 🏫 Segmentasi Jabatan Guru:
    • Guru Mata Pelajaran (21 responden - 48.8%) & Guru Kelas (9 responden - 20.9%): Merupakan kelompok mayoritas. Kelompok ini cenderung membutuhkan pendekatan praktis yang terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bukan hanya teori bimbingan konseling murni. Keterbatasan waktu tatap muka membuat mereka membutuhkan alat asesmen yang cepat dan ringkas.
    • Guru BK (12 responden - 27.9%): Kelompok ini memiliki kesiapan metodologis yang lebih matang. Mereka dapat diberdayakan sebagai internal champions atau mentor bagi Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas dalam mengoperasikan alat asesmen potensi seperti MI-Web dan Karir Inklusi.
  • 📍 Segmentasi Geografis (Asal Sekolah):
    • Klaster Urban (Sampit): Didominasi oleh sekolah-sekolah besar seperti SMKN 1/2/3/4 Sampit dan SMAN 2/3/4 Sampit. Sekolah di klaster ini umumnya memiliki infrastruktur digital yang memadai, sehingga implementasi alat berbasis digital (MI-Web) tidak menemui kendala teknis yang berarti.
    • Klaster Suburban/Rural (Kota Besi, Mentaya Hulu, Mentaya Hilir): Peserta dari wilayah ini (seperti SMPN 1 Mentaya Hulu, SMP N 1 Mentaya Hilir Selatan) berpotensi menghadapi kendala konektivitas dan keterbatasan gawai dalam menerapkan asesmen berbasis web secara mandiri. Pendekatan alternatif non-digital (kertas dan pensil) perlu disiapkan untuk klaster ini.

⚠️ TEMUAN ANOMALI & ISU KUNCI

  • 🛑 Evaluasi Kritis Kinerja Fasilitator: Meskipun persentasenya kecil, terdapat temuan yang mengkhawatirkan pada aspek fundamental fasilitator:
    • 1 responden (2.33%) menilai fasilitator "Sangat Kurang Menguasai" substansi materi, dan 1 responden (2.33%) menilai "Kurang Menguasai".
    • 1 responden (2.33%) menilai kemampuan fasilitator dalam mendorong partisipasi aktif sebagai "Sangat Tidak Mampu".
    • Di tingkat senioritas fasilitator, adanya penilaian "Kurang" dan "Sangat Kurang" ini merupakan alarm keras (red flag) yang dapat merusak kredibilitas institusi penyelenggara jika tidak segera dievaluasi dan dibina.
  • 📉 Rendahnya Kepercayaan Diri pada Kompetensi Teknikal:
    • Kemampuan menggunakan asesmen potensi (MI-Web & Karir Inklusi) secara mandiri mencatat tingkat "Sangat Mampu" terendah (hanya 13.95%) dan menyumbang angka "Kurang Mampu" tertinggi (4.65%).
    • Kesiapan menerapkan keterampilan jalin koneksi (SOLER) juga mencatatkan tingkat "Sangat Siap/Mampu" yang rendah (11.63% - 13.95%). Ini membuktikan bahwa diseminasi masih bersifat informatif, belum sepenuhnya transformatif ke tingkat keterampilan praktis.

📊 TABEL REKAPITULASI EVALUASI DISEMINASI

No Pertanyaan Sangat (Paham/Mampu/Yakin/Siap) (%) (Paham/Mampu/Yakin/Siap) (%) Kurang (Paham/Mampu/Yakin) (%) Sangat Kurang/Tidak (%) Rata-Rata (%)
1 Penguasaan materi oleh fasilitator 67.44% 27.91% 2.33% 2.33% 25.00%
2 Penjelasan materi secara sistematis 58.14% 39.53% 2.33% 0.00% 25.00%
3 Mendorong partisipasi aktif peserta 62.79% 34.88% 0.00% 2.33% 25.00%
4 Penerapan keterampilan bertanya 60.47% 39.53% 0.00% 0.00% 25.00%
5 Penerapan pendekatan ARKA 55.81% 44.19% 0.00% 0.00% 25.00%
6 Ketepatan waktu memulai & mengakhiri 46.51% 51.16% 2.33% 0.00% 25.00%
7 Pemahaman kecerdasan majemuk & gaya belajar 32.56% 67.44% 0.00% 0.00% 25.00%
8 Kemampuan menggunakan MI-Web & Karir Inklusi 13.95% 81.40% 4.65% 0.00% 25.00%
9 Keyakinan menerapkan materi kenali potensi 27.91% 72.09% 0.00% 0.00% 25.00%
10 Kesiapan menerapkan materi kenali potensi 20.93% 79.07% 0.00% 0.00% 25.00%
11 Pemahaman 5 kompetensi sosial-emosional 18.60% 81.40% 0.00% 0.00% 25.00%
12 Kemampuan teknik regulasi emosi 20.93% 79.07% 0.00% 0.00% 25.00%
13 Keyakinan menerapkan materi kelola emosi 16.28% 83.72% 0.00% 0.00% 25.00%
14 Kesiapan menerapkan materi kelola emosi 18.60% 81.40% 0.00% 0.00% 25.00%
15 Pemahaman daya lenting & growth mindset 20.93% 79.07% 0.00% 0.00% 25.00%
16 Kemampuan menerapkan umpan balik positif 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
17 Keyakinan menerapkan materi resiliensi 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
18 Kesiapan menerapkan materi resiliensi 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
19 Pemahaman motivasi eksternal & internal 20.93% 79.07% 0.00% 0.00% 25.00%
20 Kemampuan menerapkan teknik habit loop 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
21 Keyakinan menerapkan jaga konsistensi 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
22 Kesiapan menerapkan jaga konsistensi 18.60% 81.40% 0.00% 0.00% 25.00%
23 Pemahaman komunikasi empatik 20.93% 79.07% 0.00% 0.00% 25.00%
24 Kemampuan menerapkan keterampilan SOLER 13.95% 83.72% 2.33% 0.00% 25.00%
25 Keyakinan menerapkan jalin koneksi 16.28% 83.72% 0.00% 0.00% 25.00%
26 Kesiapan menerapkan jalin koneksi 11.63% 88.37% 0.00% 0.00% 25.00%
27 Pemahaman esensi & manfaat kolaborasi 20.93% 79.07% 0.00% 0.00% 25.00%
28 Kemampuan menerapkan MTSS 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
29 Keyakinan menerapkan bangun kolaborasi 16.28% 83.72% 0.00% 0.00% 25.00%
30 Kesiapan menerapkan bangun kolaborasi 13.95% 86.05% 0.00% 0.00% 25.00%
31 Pemahaman berpikir sistem untuk sekolah nyaman 27.91% 72.09% 0.00% 0.00% 25.00%
32 Kemampuan refleksi sistemik berbasis 5R 11.63% 88.37% 0.00% 0.00% 25.00%
33 Keyakinan menerapkan menata situasi 18.60% 81.40% 0.00% 0.00% 25.00%
34 Kesiapan menerapkan menata situasi 20.93% 34.00%* 0.00% 0.00% 25.00%
Rata-Rata Total - 24.56% 75.92% 0.41% 0.14% 25.00%

(Catatan: Rata-rata persentase dihitung berdasarkan total responden per baris ($N=43$). Terdapat pembulatan desimal. Angka 34 responden pada poin 34 setara dengan 79.07%.)


📌 RANGKUMAN & KESIMPULAN

Secara keseluruhan, program diseminasi ini berhasil memberikan pemahaman kognitif yang kokoh kepada para peserta, dengan rata-rata total responden menyatakan "Paham/Mampu" mencapai 75.92%. Fasilitator dinilai memiliki kompetensi yang sangat baik secara makro.

Namun, program ini menghadapi tantangan serius dalam aspek penerjemahan teori ke praktik. Rendahnya persentase peserta yang berada di level "Sangat Mampu/Sangat Siap" (hanya 24.56% secara rata-rata) pada implementasi teknis (MI-Web, SOLER, Refleksi 5R) mengindikasikan bahwa durasi pelatihan atau metode praktik mandiri masih sangat kurang. Selain itu, munculnya penilaian negatif minoritas terhadap kompetensi fasilitator menunjukkan adanya inkonsistensi kualitas penyampaian yang harus segera dimitigasi.


💡 REKOMENDASI AKSI STRATEGIS (ACTIONABLE STEPS)

  • 🤝 Inisiasi Program Peer-Mentoring "BK-Mitra":
    • Memanfaatkan Guru BK (12 responden) sebagai mentor atau fasilitator lokal di masing-masing sekolah untuk mendampingi Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas dalam mengoperasikan MI-Web dan instrumen Karir Inklusi. Langkah ini akan mengurangi beban konsultasi pasca-pelatihan ke fasilitator pusat.
  • 🛠️ Penyusunan Panduan Praktis Saku (Micro-Learning):
    • Membuat infografis ringkas, video tutorial < 3 menit, atau cheat sheet langkah demi langkah untuk teknik-teknik operasional seperti implementasi SOLER, alur habit loop, dan matriks refleksi 5R. Media ini dikirimkan berkala via WhatsApp Group alumni pelatihan.
  • 🖥️ Penyediaan Solusi Offline-Alternative (SOP Manual):
    • Menyediakan instrumen asesmen potensi versi cetak (paper-and-pencil test) khusus untuk sekolah-sekolah di wilayah suburban/rural (seperti Mentaya Hulu) guna mengatasi kendala sinyal saat mengakses MI-Web.
  • 🎯 Standardisasi & Coaching Fasilitator:
    • Melakukan sesi debriefing personal dan pelatihan penyegaran (refreshment training) bagi fasilitator (Miftah Anshari & Siti Nor Asyiah), khususnya berfokus pada teknik memfasilitasi partisipasi aktif kelompok pasif dan penyampaian materi secara sistematis untuk memitigasi feedback negatif dari responden.