Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Batch 2 Kabupaten Kotawaringin Timur

Luring (BPG Kabupaten Kotawaringin Timur)

26 Ags 2026 - 27 Ags 2026

Rekap Hasil INSTRUMEN EVALUASI PENYELENGGARAAN (Diisi oleh Peserta & Pengajar)


Total: 34 Responden
1 Nama
  • "Siti Nor Asyiah, S.Pd"
  • "Fachrurrozi"
  • "HADIYANNOOR, S. Pd. I"
  • "Nur hidayah"
  • "KARJITUN"

+ 29 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

2 Guru
3 Asal Sekolah
  • "SMPN 2 Sampit"
  • "SMPN 4 Kota Besi"
  • "SDN 4 KETAPANG"
  • "Smk negeri 2 sampit"
  • "SDN 6 KETAPANG"

+ 29 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

4 BAGIAN A
5 Kesesuaian antara waktu pelaksanaan dengan jumlah Jam Pelajaran (JP) yang telah ditetapkan
6 Perangkat ajar (modul, lembar kerja, bahan tayang, media, dan lain sebagainya)
7 Alat bantu pelatihan (LCD, Laptop, Proyektor, Sistem Suara dan lain sebagainya)
8 Ruang pelatihan dan fasilitas penunjang lainnya (kursi, meja dan lain sebagainya)
9 Keramahan penyelenggara
10 Sikap penyelenggara dalam membantu peserta dalam menghadapi kesulitan
11 BAGIAN A
12 Kelengkapan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat
13 Ketepatan urutan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat
14 Kerunutan materi yang dipelajari dalam pelatihan
15 Kepraktisan modul 7 Jurus BK Hebat untuk digunakan dalam layanan BK (Bagi guru BK)/pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu (Bagi guru non BK)
16 Kepraktisan materi pelatihan diterapkan dalam layanan BK (Bagi guru BK)/ pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu (Bagi guru non BK)
17 Relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan murid
18 Ketepatan media yang digunakan dengan materi yang disampaikan dalam pelatihan
19 BAGIAN B
20 Apa saja hambatan yang Anda hadapi selama mengikuti pelatihan ini?
  • "Alhamdulillah tdk ada hambatan"
  • "Waktu pelaksanaan yang singkat"
  • "Tidak ada semua yang disampaikan sangat bisa dipahami dan dipraktikkan"
  • "Selama pelatihan tidak ada hambatan dan sangat menyenangkan"
  • "Kesulitan jaringan internet"

+ 29 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

21 Hal baik apa saja yang harus dipertahankan dalam pelaksanaan pelatihan ini?
  • "Ilmu yg didapat tidak hanya dipakai utk diri sendiri tp harus ditularkan ke rekan kerja dan dipraktekkan ke siswa kita disekolah"
  • "Mendapatkan banyak rekan sejawat dalam berbagi ilmu"
  • "Hal baik yang harus dipertahankan adalah fasilitator yang sangat ramah dan sabar dalam menghadapi peserta"
  • "Diskusi dua arah yg menyenangkan dan membuat tidak bosan saat jam siang"
  • "menjadi guru yang berkompeten"

+ 29 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

22 Apa saran Anda untuk meningkatkan kualitas program ini?
  • "Ada Guru BK di setiap sekolah dan jenjang"
  • "Waktu pelaksanaan yang lebih lama"
  • "Saran saya agar waktu bisa lebih lama."
  • "Semoga pelatihan ini terus ada dan selalu makin berkembang"
  • "Saran saya pelatihan seperti ini tidak usah dengan soal", akan lebih baik praktek langsung"

+ 29 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

23 Apa yang Anda pahami tentang metode pelatihan yang berbasis ARKA ini?
  • "Metode ini sangat membatu utk mengelola semangat dan emosi siswa dan simple shgga lbh terarah pembelajarannya"
  • "Simpel dan sangat mudah di ikuti"
  • "pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang terdiri dari empat tahapan utama: Aktivitas, Refleksi, Konsep, dan Aplikasi."
  • "Metode yang lebih bnyk memfokuskan untuk mengutarkan pendapat dan selalu menyampaikan pendapat"
  • "Pelatihan yang alurnya menggunakan tahapan aktivitas, refleksi,konseptualisasi, dan Aplikasi"

+ 29 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

Kesimpulan dari AI

Analisis Pola & Tren Utama

  • Tingkat Kepuasan Infrastruktur & Fasilitas yang Tinggi: Secara umum, mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap aspek fisik pelatihan. Gabungan persentase respons "Sangat Nyaman/Lengkap" dan "Nyaman/Lengkap" untuk fasilitas penunjang (91,2%), alat bantu pelatihan (97%), dan perangkat ajar (97%) menunjukkan bahwa kesiapan logistik penyelenggara berada pada level yang sangat prima.
  • Kinerja Penyelenggara yang Luar Biasa: Sikap proaktif dan keramahan panitia menjadi motor penggerak kenyamanan peserta. Sebanyak 79,41% responden menyatakan sikap penyelenggara dalam membantu kesulitan berada pada kategori "Sangat Membantu", dan 73,53% menyatakan "Sangat Ramah". Hal ini menciptakan psikologis belajar yang aman (psychological safety) bagi para guru.
  • Apresiasi Tinggi terhadap Relevansi & Kerunutan Modul: Materi "7 Jurus BK Hebat" dinilai sangat kontekstual dan runut (rata-rata kepuasan di atas 90%). Metode penyampaian narasumber yang komunikatif, suportif, serta berbasis praktik dua arah di tengah hari (mengatasi kantuk) dinilai sebagai kekuatan utama pelatihan ini.

Analisis Segmentasi

  • Segmentasi Peran (Guru BK vs. Guru Non-BK/Mapel/Kelas):
    • Komposisi Responden: Didominasi oleh Guru Mapel (16 orang / 47%) dan Guru Kelas (8 orang / 23.5%), sementara Guru BK asli hanya berjumlah 10 orang (29.4%).
    • Kesenjangan Kognitif: Guru Non-BK (Mapel & Kelas) menghadapi tantangan penyesuaian materi (learning curve lebih curam). Mereka membutuhkan waktu ekstra untuk memproses konsep dasar bimbingan konseling dan menyelaraskannya dengan tugas mengajar reguler mereka.
  • Segmentasi Wilayah (Konteks Geografis Kotawaringin Timur/Kotim):
    • Asal sekolah responden teridentifikasi tersebar di beberapa wilayah kecamatan seperti Sampit (Ketapang, Baamang, Mentawa Baru Hulu), Kota Besi, dan Mentaya Hilir.
    • Kesenjangan Infrastruktur Digital: Keluhan mengenai "sinyal internet kurang stabil" dominan berasal dari peserta di sekolah-sekolah luar pusat kota Sampit (seperti Mentaya Hilir atau Kota Besi). Ini menunjukkan perlunya alternatif modul offline (unduhan) bagi guru-guru di area periferi.

Temuan Anomali & Isu Kunci

  • ⚠️ Polarisasi Ekstrem pada Kelengkapan Materi: Terdapat 2 responden (5,88%) yang menyatakan materi Modul 7 Jurus BK Hebat "Sangat Tidak Lengkap", padahal 64,71% menyatakan "Sangat Lengkap". Ini merupakan deviasi signifikan yang menunjukkan adanya peserta yang mungkin tidak mendapatkan akses penuh ke dokumen fisik/digital, memiliki ekspektasi akademis yang jauh lebih tinggi, atau mengalami kendala teknis saat mengunduh materi.
  • ⚠️ Miskonsepsi Fatal terhadap Metode ARKA: Ditemukan responden yang mengidentifikasi metode pembelajaran berbasis ARKA dengan istilah "ARKAS" (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Selain itu, ada beberapa peserta yang menafsirkan singkatan ARKA secara keliru sebagai "Aksi, Refleksi, Kolaborasi, Apresiasi". Hal ini mengindikasikan bahwa meski secara praktis mereka menikmati prosesnya, transfer pemahaman teoritis mengenai metodologi Experiential Learning (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi) belum sepenuhnya terdiseminasi secara presisi ke semua peserta.
  • ⚠️ Krisis Manajemen Waktu vs. Beban Kerja Ganda: Analisis kualitatif menunjukkan ketegangan (tension) yang kuat antara tingginya beban tugas pelatihan dengan tanggung jawab mengajar harian di sekolah masing-masing.

Tabel Rekapitulasi Evaluasi Penyelenggaraan

No Pertanyaan Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Sangat Kurang (%) Rata-Rata (%)
1 Kesesuaian waktu pelaksanaan dengan jumlah JP 35.29% 64.71% 0.00% 0.00% 83.82%
2 Perangkat ajar (modul, lembar kerja, tayangan) 47.06% 50.00% 2.94% 0.00% 86.03%
3 Alat bantu pelatihan (LCD, laptop, sound system) 52.94% 44.12% 2.94% 0.00% 87.50%
4 Ruang pelatihan dan fasilitas penunjang 44.12% 47.06% 8.82% 0.00% 83.83%
5 Keramahan penyelenggara 73.53% 23.53% 2.94% 0.00% 92.65%
6 Sikap penyelenggara dalam membantu kesulitan 79.41% 17.65% 2.94% 0.00% 94.12%
7 Kelengkapan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat 64.71% 29.41% 0.00% 5.88% 88.24%
8 Ketepatan urutan materi dalam modul 64.71% 32.35% 2.94% 0.00% 90.44%
9 Kerunutan materi yang dipelajari 61.76% 35.29% 2.94% 0.00% 89.70%
10 Kepraktisan modul untuk digunakan di kelas/layanan 47.06% 44.12% 8.82% 0.00% 84.56%
11 Kepraktisan materi diterapkan dalam layanan nyata 44.12% 50.00% 5.88% 0.00% 84.56%
12 Relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan murid 50.00% 47.06% 2.94% 0.00% 86.77%
13 Ketepatan media yang digunakan dengan materi 52.94% 44.12% 2.94% 0.00% 87.50%
Rata-Rata Total - 55.20% 40.72% 3.16% 0.45% 87.67%

Catatan: Nilai Rata-Rata (%) pada baris terakhir dihitung berdasarkan bobot skor (Sangat Baik = 4, Baik = 3, Cukup = 2, Sangat Kurang = 1) dikonversi ke skala persentase maksimum.


Rangkuman & Kesimpulan

Pelatihan penyelenggaraan program "7 Jurus BK Hebat" secara umum dinilai sangat sukses dengan indeks kepuasan rata-rata total mencapai 87.67%. Faktor utama penentu keberhasilan adalah performa fasilitator yang komunikatif, materi yang kontekstual, dan proses pembelajaran berbasis praktik (ARKA) yang interaktif.

Namun, tantangan terbesar terletak pada keterbatasan durasi waktu tatap muka yang dirasa terlalu sempit untuk mengasimilasi materi yang padat, kendala stabilitas internet untuk peserta dari wilayah sub-urban/rural, serta adanya miskonsepsi teoritis tentang pilar metodologi ARKA di kalangan sebagian kecil peserta (khususnya guru non-BK).


Implikasi & Rekomendasi Aksi

  • 🎯 Restrukturisasi Alokasi Waktu (Hybrid & Berkelanjutan):
    • Rekomendasi: Hindari memadatkan seluruh materi dalam sesi luring yang singkat. Gunakan model blended learning. Sesi luring difokuskan 100% pada praktik, simulasi kasus, dan tanya jawab interaktif, sementara pemahaman modul teoritis dipindahkan ke sesi mandiri sebelum pelatihan dimulai.
  • 🎯 Mitigasi Miskonsepsi Metodologi ARKA:
    • Rekomendasi: Pada pembukaan setiap sesi pelatihan, wajib dilakukan debriefing visual terstruktur mengenai akronim dan filosofi ARKA (Aktivitas $\rightarrow$ Refleksi $\rightarrow$ Konseptualisasi $\rightarrow$ Aplikasi) agar peserta tidak bingung atau menyamakannya dengan instrumen anggaran sekolah (ARKAS).
  • 🎯 Diferensiasi Modul untuk Guru Non-BK:
    • Rekomendasi: Mengingat 70% peserta adalah Guru Mapel/Kelas, buat lembar panduan suplemen ringkas bertajuk "BK Hebat di Kelas Umum". Ini mempermudah guru non-BK mengaplikasikan 7 Jurus BK tanpa merasa terbebani oleh administrasi klinis BK.
  • 🎯 Penyediaan Modul Luring (Offline-First):
    • Rekomendasi: Menyediakan opsi paket unduhan materi satu pintu (format PDF kompresi tinggi atau Google Drive Folder yang offline-available) sebelum hari pelatihan demi memfasilitasi guru-guru dari sekolah dengan keterbatasan sinyal internet.
  • 🎯 Program Pendampingan Pasca-Pelatihan (Post-Training Mentorship):
    • Rekomendasi: Untuk menjamin keberlanjutan, adakan sesi refleksi daring singkat (1-2 jam) satu bulan setelah pelatihan untuk membahas kendala riil saat guru mempraktikkan materi di sekolah masing-masing, sekaligus melibatkan Kepala Sekolah dalam proses diseminasi.

Highlight Data Anomali & Temuan Menonjol

  • 📌 Deviasi Kelengkapan Modul (5,88%): Adanya ketidakpuasan ekstrem (Sangat Tidak Lengkap) dari 2 responden di tengah tingginya kepuasan umum menunjukkan perlunya pemeriksaan kualitas distribusi fisik/digital modul pada hari pelaksanaan.
  • 📌 Miskonsepsi ARKAS: Munculnya istilah ARKAS dalam jawaban pemahaman ARKA mencerminkan kejenuhan kognitif guru terhadap aplikasi administratif anggaran sekolah, yang tidak sengaja terbawa ke dalam pelatihan substantif akademik. Hal ini menuntut penegasan istilah yang lebih bersih (clean) dari fasilitator pada pelatihan mendatang.