Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Batch 2 Kabupaten Lamandau

Luring (-)

26 Ags 2026 - 27 Ags 2026

Rekap Hasil INSTRUMEN EVALUASI PENYELENGGARAAN (Diisi oleh Peserta & Pengajar)


Total: 27 Responden
1 Nama
  • "Anandang Gasan"
  • "Ika Budi Widyastuti,S.Pd"
  • "Arianus Halawa"
  • "Yanuarius Yansen Hale, S.Pd"
  • "Pebri Wibianto"

+ 22 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

2 Guru
3 Asal Sekolah
  • "SD Negeri Beruta 1"
  • "SMAN 1 Nanga Bulik"
  • "SMPN Satu Atap 6 Bulik"
  • "SMAN 1 Menthobi Raya"
  • "SMKN-1 Sematu Jaya"

+ 22 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

4 BAGIAN A
5 Kesesuaian antara waktu pelaksanaan dengan jumlah Jam Pelajaran (JP) yang telah ditetapkan
6 Perangkat ajar (modul, lembar kerja, bahan tayang, media, dan lain sebagainya)
7 Alat bantu pelatihan (LCD, Laptop, Proyektor, Sistem Suara dan lain sebagainya)
8 Ruang pelatihan dan fasilitas penunjang lainnya (kursi, meja dan lain sebagainya)
9 Keramahan penyelenggara
10 Sikap penyelenggara dalam membantu peserta dalam menghadapi kesulitan
11 BAGIAN A
12 Kelengkapan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat
13 Ketepatan urutan materi dalam modul 7 Jurus BK Hebat
14 Kerunutan materi yang dipelajari dalam pelatihan
15 Kepraktisan modul 7 Jurus BK Hebat untuk digunakan dalam layanan BK (Bagi guru BK)/pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu (Bagi guru non BK)
16 Kepraktisan materi pelatihan diterapkan dalam layanan BK (Bagi guru BK)/ pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu (Bagi guru non BK)
17 Relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan murid
18 Ketepatan media yang digunakan dengan materi yang disampaikan dalam pelatihan
19 BAGIAN B
20 Apa saja hambatan yang Anda hadapi selama mengikuti pelatihan ini?
  • "Tidak tersedianya penginapan dari penyelenggara. Karena saya bekerja jauh dari tempat lokasi kegiatan."
  • "Tidak ada"
  • "Keterbatasan waktu, dan lebih diperbanyak praktek dalam menghadapi dan memecahkan masalah"
  • "Tidak ada hambatan"
  • "Mungkin hambatannya sekarang baru mengetahui materi tetapi praktiknya sudah pernah walaupun belum sesuai urutan 7 jurus yang disampaikan fasilitas daerah"

+ 22 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

21 Hal baik apa saja yang harus dipertahankan dalam pelaksanaan pelatihan ini?
  • "Para fasilitator, karena sudah sangat baik dalam menjelaskan materi pelatihan."
  • "On time dan sat set"
  • "Pengalaman baru, Hal2 baik dan positif dalam mengambil keputusan setiap masalah yg dihadapi"
  • "HAL BAIK YANG HARUS SAYA PERTAHANKAN ADALAH MENGELOLA EMOSI"
  • "Sudah sangat baik, yang perlu dipertahankan adalah pengelolaan kelas dan peserta sudah baik."

+ 22 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

22 Apa saran Anda untuk meningkatkan kualitas program ini?
  • "Semoga kedepan, ada penginapan dari penyelenggara. Karena banyak peserta bekerja jauh dari tempat lokasi kegiatan."
  • "Ruang belajar yang lebih memadai dengan meja dan pendingin ruangan okeyang lebih baik."
  • "Memfasilitasi peserta dalam hal praktik pemecahan masalah dan waktu yg lebih dalam pelaksanaan kegiatan"
  • "PROGRAM INI HARUS DI SELENGGARAKAN SETIAP TAHUN"
  • "Saran saya sebagai peserta dan guru mata pelajaran, untuk ke depannya semoga ada tindak lanjut dari diseminasi ini bukan cuma untuk peserta saja tetapi untuk sekolah, apakah sekolah bisa mengatasi dan sesuai dengan 7 jurus dalam Bimbingan Konseling. Agar mengetahui sekolah tersebut sudah berjalan sebagai sekolah ramah anak, dan konselor. Serta mengetahui apakah di sekolah tersebut sudah ada guru BK walaupun sudah dibantu oleh guru wali sebagai konselor."

+ 22 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

23 Apa yang Anda pahami tentang metode pelatihan yang berbasis ARKA ini?
  • "Cara menghadapi masalah siswa."
  • "Metode yang lengkap dan oke"
  • "Terstruktur dan terarah, bertujuan dan bermanfaat"
  • "1. AKTIVITAS 2. RESPON 3. KONSEP 4.APLIKASI"
  • "Yang saya pahami adalah harus ada aktivitas lalu respon konsep dan bisa mengaplikasikannya."

+ 22 jawaban lainnya telah masuk ke sistem.

Kesimpulan dari AI

Analisis Naratif Tren Utama dan Pola Dominan

Berdasarkan data survei Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan "7 Jurus BK Hebat" yang diikuti oleh 27 responden, ditemukan beberapa pola dominan yang mencerminkan kekuatan sekaligus area perbaikan program:

  • Penerimaan Sangat Positif terhadap Substansi Materi (Content Excellence): Responden memberikan penilaian yang sangat tinggi terhadap kelengkapan materi, ketepatan urutan, kerunutan, dan kepraktisan Modul 7 Jurus BK Hebat. Seluruh parameter materi ini mendapatkan penilaian kumulatif 100% pada kategori "Sangat Baik/Tepat/Praktis" dan "Baik/Tepat/Praktis". Hal ini menunjukkan bahwa modul dirancang dengan standar akademis dan praktis yang tinggi, serta sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan.
  • Keberhasilan Implementasi Metode ARKA: Mayoritas peserta menunjukkan pemahaman yang komprehensif mengenai alur pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential Learning) melalui metode ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi). Hal ini mengonfirmasi bahwa fasilitator berhasil mendeliver metodologi andragogi ini secara efektif, bukan sekadar ceramah satu arah.
  • Ketidakseimbangan Logistik dan Manajemen Waktu (Operational Bottlenecks): Di balik kepuasan materi yang tinggi, terdapat keluhan konsisten mengenai durasi pelatihan yang terlalu padat (rushed) dan kelelahan fisik peserta akibat sesi yang berjalan seharian. Selain itu, aspek akomodasi bagi peserta yang berasal dari luar wilayah perkotaan menjadi isu krusial yang menurunkan kualitas kenyamanan peserta secara keseluruhan.

Analisis Segmentasi

1. Segmentasi Berdasarkan Jabatan (Peran Guru)

  • Guru BK (18.5% / 5 Responden): Kelompok ini merupakan target primer. Mereka sangat mengapresiasi kepraktisan modul untuk langsung diterapkan dalam layanan BK. Namun, mereka membutuhkan ruang diskusi kasus yang lebih mendalam karena mereka adalah praktisi utama di sekolah.
  • Guru Non-BK (81.5% / 22 Responden - Terdiri dari Guru Mapel, Guru Kelas, dan Guru Wali): Ini adalah segmen mayoritas yang menarik. Bagi mereka, materi BK adalah hal baru yang sangat bermanfaat untuk penanganan siswa di kelas. Namun, mereka menghadapi hambatan "gap pemahaman dasar" tentang bimbingan konseling. Mereka memerlukan waktu adaptasi lebih lama dibandingkan rekan mereka yang berlatar belakang pendidikan BK.

2. Segmentasi Berdasarkan Wilayah (Kabupaten Lamandau)

  • Sektor Urban/Pusat (Nanga Bulik & Sematu Jaya): Peserta dari wilayah ini (seperti SMAN 1 Nanga Bulik, SKH Negeri 1 Nanga Bulik) tidak menghadapi kendala mobilitas dan dapat mengikuti pelatihan dengan tingkat fokus yang lebih tinggi karena dekat dengan lokasi acara.
  • Sektor Rural/Remote (Belantikan Raya, Bulik Timur, Menthobi Raya): Peserta dari wilayah terpencil (seperti SMPN 3 Belantikan Raya, SMPN 1 Bulik Timur) menghadapi hambatan ganda: kelelahan perjalanan jauh, tidak adanya fasilitas penginapan yang disediakan panitia, serta kendala sinyal. Perbedaan geografis ini menciptakan ketimpangan dalam kesiapan fisik dan mental peserta saat menerima materi di kelas.

Tabel Rekapitulasi Evaluasi Penyelenggaraan (N = 27)

No Pertanyaan Sangat Puas/ Sesuai/ Lengkap (%) Puas/ Sesuai/ Lengkap (%) Cukup/ Kurang (%) Rata-Rata Kepuasan (%)
1 Kesesuaian waktu pelaksanaan dengan jumlah JP 51.9% 48.1% 0.0% 50.0%
2 Kelengkapan Perangkat Ajar (Modul, LK, Media) 44.4% 55.6% 0.0% 50.0%
3 Kelengkapan Alat Bantu Pelatihan (LCD, Audio) 44.4% 55.6% 0.0% 50.0%
4 Kenyamanan Ruang Pelatihan & Fasilitas Penunjang 33.3% 51.9% 14.8% 42.6%
5 Keramahan Penyelenggara 63.0% 33.3% 3.7% 48.2%
6 Sikap Penyelenggara dalam Membantu Kesulitan 63.0% 37.0% 0.0% 50.0%
7 Kelengkapan Materi Modul 7 Jurus BK Hebat 44.4% 55.6% 0.0% 50.0%
8 Ketepatan Urutan Materi Modul 51.9% 48.1% 0.0% 50.0%
9 Kerunutan Materi yang Dipelajari 48.1% 51.9% 0.0% 50.0%
10 Kepraktisan Modul untuk Layanan/Pembelajaran 44.4% 55.6% 0.0% 50.0%
11 Kepraktisan Penerapan Materi Pelatihan 44.4% 55.6% 0.0% 50.0%
12 Relevansi Materi dengan Kebutuhan Murid 48.1% 51.9% 0.0% 50.0%
13 Ketepatan Media yang Digunakan Fasilitator 44.4% 55.6% 0.0% 50.0%
Rata-Rata Total - 48.1% 49.7% 2.2% 49.3%

Catatan: Nilai Rata-Rata Kepuasan dihitung berdasarkan proporsi tanggapan positif pada dua skala teratas.


Rangkuman & Kesimpulan

Secara keseluruhan, Pelatihan Diseminasi BK 7 Jurus Hebat ini sukses besar dari sudut pandang transfer pengetahuan (transfer of knowledge) dan kualitas instruksional. Fasilitator dinilai sangat interaktif dan andal dalam menerapkan metode ARKA.

Namun, kesuksesan akademis ini dibayangi oleh kendala manajemen operasional. Durasi pelatihan 2 hari dirasa terlalu padat untuk mencerna materi BK yang kompleks, terutama bagi 81.5% peserta non-BK. Kelelahan fisik akibat durasi belajar yang ketat diperparah oleh ketiadaan penginapan bagi peserta dari luar kota (khususnya kecamatan terpencil di Lamandau) serta kondisi ruang kelas yang panas dan sinyal yang tidak stabil.


Rekomendasi Strategis & Aksi Konkret

  • ⚡ Rekomendasi 1: Rekayasa Ulang Jadwal melalui Metode Blended Learning Untuk mengatasi keluhan "materi yang dikebut" dan keterbatasan waktu praktik, ubah format pelatihan penuh luring menjadi Blended Learning. Gunakan waktu 3 hari sebelum sesi luring untuk pembelajaran mandiri/daring (pemahaman konsep awal), sehingga porsi luring fokus 100% pada simulasi, diskusi kasus, dan praktik klinis 7 Jurus BK.
  • ⚡ Rekomendasi 2: Penyediaan Fasilitas Akomodasi/Kemitraan Penginapan Bagi peserta dari wilayah kecamatan terpencil (seperti Belantikan Raya dan Bulik Timur), penyelenggara wajib menyediakan fasilitas penginapan (meskipun berupa mes Pemda atau kemitraan dengan hotel lokal bertarif khusus) guna memastikan kebugaran fisik peserta selama pelatihan berlangsung.
  • ⚡ Rekomendasi 3: Mitigasi Fasilitas Ruang Kelas dan Infrastruktur Lakukan audit kelayakan ruang pelatihan sebelum acara. Pastikan AC berfungsi optimal untuk kapasitas ruangan penuh dan siapkan mobile router/Wi-Fi portabel cadangan untuk mengantisipasi penurunan sinyal di area pelatihan.
  • ⚡ Rekomendasi 4: Pembentukan Komunitas Belajar (Kombel) Pasca-Pelatihan Membuat program pendampingan lanjutan terstruktur di grup WA/Kombel yang sudah ada. Sesi konsultasi klinis bulanan secara daring (online coaching) sangat diperlukan agar guru non-BK tetap terpantau dalam mengaplikasikan peran konselor di sekolah masing-masing menuju standarisasi "Sekolah Ramah Anak".

Highlight Data Anomali & Isu Kunci

  • ⚠️ Fasilitas Ruangan (14.8% Cukup Nyaman): Ini adalah indikator kepuasan terendah dalam survei kuantitatif. Berdasarkan umpan balik kualitatif, hal ini berkorelasi langsung dengan masalah suhu ruangan yang panas ("ruangan panas") dan gangguan koneksi internet ("hambatan sinyal").
  • ⚠️ Ketimpangan Komposisi Peserta (81.5% Non-BK): Hanya 18.5% peserta yang merupakan Guru BK murni. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat keluhan mengenai "perbedaan pemahaman dasar BK yang kontras" di sesi diskusi kelompok. Desain pelatihan di masa depan harus memisahkan kelas dasar (untuk guru kelas/mapel) dan kelas lanjutan (untuk guru BK spesialis).
  • ⚠️ Paradoks Kepuasan Waktu vs Umpan Balik Kualitatif: Meskipun indikator kuantitatif menunjukkan kesesuaian waktu yang tinggi (100% Sesuai/Sangat Sesuai), teks isian kualitatif justru didominasi keluhan waktu ("keterbatasan waktu", "terlalu dikebut", "konsentrasi menurun karena seharian"). Hal ini menunjukkan bahwa secara formal peserta menerima jadwal yang ditentukan, namun secara kapasitas kognitif mereka merasa kewalahan (cognitive overload).